Pembunuh Berantai di Kulon Progo Terancam Penjara Seumur Hidup

Kompas.com - 14/04/2021, 15:37 WIB
Polisi berhasil mengamankan dua sepeda motor milik korban pembunuhan berantai di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Satu motor ditemukan di penitipan Stasiun Wates pada Sabtu, 3 April 2021. Motor ini milik korban bernama Takdir Sunariati (22) asal Paingan, Sendangsari, Pengasih, Kulon Progo, DI Yogyakarta. Polisi menemukan barang bukti milik korban lain bernama Desi Sri Diantari (22) asal Gadingan, Wates. Motor ditemukan di Magelang, Jawa Tengah, Rabu (7/4/2021) kemarin. Tampak NAF (22) tersangka pelaku pembunuhan berdiri di samping motor milik Takdir sebelum gelar Konferensi Pers Polres Kulon Progo, Senin (5/4/2021) lalu. KOMPAS.COM/DANI JULIUSPolisi berhasil mengamankan dua sepeda motor milik korban pembunuhan berantai di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Satu motor ditemukan di penitipan Stasiun Wates pada Sabtu, 3 April 2021. Motor ini milik korban bernama Takdir Sunariati (22) asal Paingan, Sendangsari, Pengasih, Kulon Progo, DI Yogyakarta. Polisi menemukan barang bukti milik korban lain bernama Desi Sri Diantari (22) asal Gadingan, Wates. Motor ditemukan di Magelang, Jawa Tengah, Rabu (7/4/2021) kemarin. Tampak NAF (22) tersangka pelaku pembunuhan berdiri di samping motor milik Takdir sebelum gelar Konferensi Pers Polres Kulon Progo, Senin (5/4/2021) lalu.

KULON PROGO, KOMPAS.com – Hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup mengancam pelaku pembunuhan berantai di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Polisi mendapati unsur pembunuhan berencana dalam perbuatan NAF (22 tahun), warga Pedukuhan Bujidan, Kalurahan Tawangsari, Kapanewon Pengasih, terhadap dua perempuan yang menjadi korbannya.

Polisi pun menerapkan pasal berlapis pada sopir yang sudah memiliki tiga anak ini.

Baca juga: Pembunuh Berantai Kulon Progo Dikenal Sopan dan Aktif Berkesenian, Orangtua: Kami Terkejut

Sebelumnya, polisi menjerat NAF dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Dalam pemeriksaan lanjutan, polisi menemukan unsur pembunuhan berencana di sini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Polisi kemudian menjeratnya dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

“Unsur perencanaan terpenuhi, sehingga analisa yuridis di dalam berita acara, pendapat yang akan dibuat dalam melengkapi berkas perkara atas nama tersangka akan diterapkan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Ancamannya hukuman mati atau seumur hidup," kata Jeffry lewat keterangan singkat, Selasa (13/4/2021).

NAF tega membunuh dua perempuan muda di waktu dan tempat berbeda.

Kedua korban dibuang ke bangunan kosong tak terurus.

Korban pertama Desi Sri Diantari (22) asal Pedukuhan Gadingan, Kalurahan Wates, Kapanewon Wates.

Baca juga: Motor Korban Pembunuhan Berantai di Kulon Progo Ditemukan di Magelang

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Anggota DPRD Bangun Tembok Pintu Rumah Tahfiz Diduga karena Jemuran hingga Akhirnya Dibongkar

Kronologi Anggota DPRD Bangun Tembok Pintu Rumah Tahfiz Diduga karena Jemuran hingga Akhirnya Dibongkar

Regional
4 Wilayah di Sumsel Perpanjang PPKM Level 4 hingga 8 Agustus

4 Wilayah di Sumsel Perpanjang PPKM Level 4 hingga 8 Agustus

Regional
Terinfeksi Covid-19, Seorang Dokter Puskesmas di Bantul Meninggal Dunia

Terinfeksi Covid-19, Seorang Dokter Puskesmas di Bantul Meninggal Dunia

Regional
Hari Ketujuh Pencarian, Anak Perempuan yang Hilang Misterius di Bukit Jin Dumai Belum Ditemukan

Hari Ketujuh Pencarian, Anak Perempuan yang Hilang Misterius di Bukit Jin Dumai Belum Ditemukan

Regional
Vila Mewah di Belitung Digratiskan untuk Tempat Isolasi Pasien Covid-19, Ini Persyaratannya

Vila Mewah di Belitung Digratiskan untuk Tempat Isolasi Pasien Covid-19, Ini Persyaratannya

Regional
Unand Lockdown Usai Guru Besar, Dosen, dan 2 Tenaga Kependidikan Meninggal karena Covid-19

Unand Lockdown Usai Guru Besar, Dosen, dan 2 Tenaga Kependidikan Meninggal karena Covid-19

Regional
Ags Ditemukan Meninggal di Rumah Kosong, Positif Covid-19, Isolasi Mandiri Tanpa Lapor ke Rumah Sakit

Ags Ditemukan Meninggal di Rumah Kosong, Positif Covid-19, Isolasi Mandiri Tanpa Lapor ke Rumah Sakit

Regional
Bupati Wonogiri: Tak Milik Otoritas, Pemda Tak Mungkin Bisa Atasi Kelangkaan Oksigen Medis

Bupati Wonogiri: Tak Milik Otoritas, Pemda Tak Mungkin Bisa Atasi Kelangkaan Oksigen Medis

Regional
Keharuan Pak Untung Saat Dagangan Duriannya Diborong: Siang sampai Malam Baru Laku 2

Keharuan Pak Untung Saat Dagangan Duriannya Diborong: Siang sampai Malam Baru Laku 2

Regional
Stok Vaksin Menipis, Semua Layanan Bus Vaksinasi Keliling di Pekanbaru Dihentikan

Stok Vaksin Menipis, Semua Layanan Bus Vaksinasi Keliling di Pekanbaru Dihentikan

Regional
Pasien Covid-19 Dirawat di Tenda Darurat, RSUD M Zein Painan Tambah Kapasitas Bed

Pasien Covid-19 Dirawat di Tenda Darurat, RSUD M Zein Painan Tambah Kapasitas Bed

Regional
Nekat Bakar Lahan untuk Tanam Sawit dan Jagung, 2 Pelaku Karhutla di Rokan Hilir Ditangkap

Nekat Bakar Lahan untuk Tanam Sawit dan Jagung, 2 Pelaku Karhutla di Rokan Hilir Ditangkap

Regional
Mahasiswa Kebanggaan Karawang Itu Meninggal di Mesir, Akhirnya Jenazah Bisa Dipulangkan

Mahasiswa Kebanggaan Karawang Itu Meninggal di Mesir, Akhirnya Jenazah Bisa Dipulangkan

Regional
Cerita Nakes Penyintas Covid-19 Ramai-ramai Jadi Donor Plasma Konvalesen, Buat Grup hingga Donasikan Gratis

Cerita Nakes Penyintas Covid-19 Ramai-ramai Jadi Donor Plasma Konvalesen, Buat Grup hingga Donasikan Gratis

Regional
Polisi Tangkap 2 Terduga Provokator Demo Tolak PPKM di Jateng

Polisi Tangkap 2 Terduga Provokator Demo Tolak PPKM di Jateng

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X