Terekam Kamera Usai Lecehkan 2 Orang Gadis, Seorang Siswa SMP Ditangkap

Kompas.com - 14/04/2021, 14:45 WIB
Ilustrasi Pelecehan Seksual ShutterstockIlustrasi Pelecehan Seksual

PONOROGO, KOMPAS.com - Satreskrim Polres Ponorogo menangkap NDP (14), seorang siswa kelas 8 sekolah menengah pertama (SMP) karena ketahuan memegang payudara dua gadis di Jalan Raya Desa Kemuning, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo.

Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Hendy Septiadi mengatakan, pelaku ditangkap setelah dua korban itu melapor ke polisi.

Baca juga: Larangan Mudik Lebaran, Polrestabes Surabaya Lakukan Penyekatan di 13 Titik, Ini Rinciannya...

“Dari hasil rekaman video polisi berhasil mengidentifikasi pelaku dan menangkapnya,” kata Hendi saat dikonfirmasi, Rabu (14/4/2021).

Gadis berinisial RSW (18) dan ANR (15) itu menjadi korban pelecehan seksual saat dibonceng teman perempuannya dengan sepeda motor. Menggunakan dua motor, mereka beriringan di  di ruas jalan Desa Kemuning, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, Senin (12/4/2021) sore.

Dari arah berlawanan muncul NDP yang mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion. Saat berpapasan dengan empat peremuan yang menggunakan dua sepeda motor itu, nafsu pelaku muncul.

“Pelaku lalu memutar balik kendaraannya dan mengejar serta memepet kedua motor tersebut. Saat posisi kendaraan terlapor bersebelahan dengan kendaraan korban kemudian terlapor memegang payudara RSW yang dibonceng temannya,” kata Hendi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak lama kemudian, NDP melajut dan memepet motor yang ditumpangi ANR. Pelaku lalu memegang payudara ANR dan kabur.

Saat kabur, teman korban yang berada di belakang sempat merekam video sepeda motor yang dikemudikan pelaku.

Berbekal rekaman video itu, polisi melacak keberadaan pelaku lalu menangkapnya. Saat memeriksa HP pelaku, polisi menemukan banyak konten video porno di dalamnya.

Baca juga: KKB Selalu Pancing Petugas, Kapolda Papua: Tidak Boleh Mudah Terpancing, Itu Berbahaya...

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 281 Ayat 1e KUHP berupa tuduhan pidana merusak kesopanan di muka umum. Pelaku terancam penjara dua tahun delapan bulan.

Tersangka tidak ditahan karena masih anak-anak dan mendapatkan jaminan dari orang tuanya. Kendati demikian pelaku dikenakan wajib lapor dua kali seminggu selama penyidikan berlangsung.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu, Bapak, dan Anak Meninggal Berurutan dalam 14 Hari, Dinkes Magetan Sebut Bukan Klaster Keluarga

Ibu, Bapak, dan Anak Meninggal Berurutan dalam 14 Hari, Dinkes Magetan Sebut Bukan Klaster Keluarga

Regional
Tambah 40, Warga Satu Dusun di Sleman Positif Covid-19 Jadi 70 Orang

Tambah 40, Warga Satu Dusun di Sleman Positif Covid-19 Jadi 70 Orang

Regional
Dibuka Lagi Pendaftaran Vaksinasi Massal di Stadion Pakansari Bogor

Dibuka Lagi Pendaftaran Vaksinasi Massal di Stadion Pakansari Bogor

Regional
Detik-detik Tubuh Pemancing Diterkam Buaya, Selamat Setelah Ditolong Adik

Detik-detik Tubuh Pemancing Diterkam Buaya, Selamat Setelah Ditolong Adik

Regional
Ini Formasi untuk CPNS dan PPPK di Provinsi Riau Tahun 2021

Ini Formasi untuk CPNS dan PPPK di Provinsi Riau Tahun 2021

Regional
'Kalau Wali Kota Mau Melakukan Swab, Silahkan di Keramaian Lainnya'

"Kalau Wali Kota Mau Melakukan Swab, Silahkan di Keramaian Lainnya"

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 21 Juni 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 21 Juni 2021

Regional
Situs PPDB SMA/SMK Sumbar Diserang 'Hacker', Sempat 'Error' 3 Jam

Situs PPDB SMA/SMK Sumbar Diserang "Hacker", Sempat "Error" 3 Jam

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 21 Juni 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 21 Juni 2021

Regional
1,2 Juta Warga Surabaya Sudah Divaksin, Pemkot Mulai Data Masyarakat Berusia 18 Tahun ke Atas

1,2 Juta Warga Surabaya Sudah Divaksin, Pemkot Mulai Data Masyarakat Berusia 18 Tahun ke Atas

Regional
Didatangi 9 Preman Bersenjata Tajam, Hadi Tak Berdaya Warung Makannya Diobrak-abrik

Didatangi 9 Preman Bersenjata Tajam, Hadi Tak Berdaya Warung Makannya Diobrak-abrik

Regional
Kasus Covid-19 Klaster Gathering Mahasiswa Untidar Magelang Jadi 57 Orang

Kasus Covid-19 Klaster Gathering Mahasiswa Untidar Magelang Jadi 57 Orang

Regional
Kabag Ops Satuan Brimob Pukul Polisi Jaga di Mapolda Riau, Alasannya Dianggap Tak Sopan dengan Tamu

Kabag Ops Satuan Brimob Pukul Polisi Jaga di Mapolda Riau, Alasannya Dianggap Tak Sopan dengan Tamu

Regional
Denny Indrayana Kembali Gugat Hasil PSU Pilkada Kalsel ke MK

Denny Indrayana Kembali Gugat Hasil PSU Pilkada Kalsel ke MK

Regional
95 Karyawan Pabrik di Karanganyar Positif Covid-19, Berawal Seorang Tertular dari Keluarga

95 Karyawan Pabrik di Karanganyar Positif Covid-19, Berawal Seorang Tertular dari Keluarga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X