KKB Teror Guru di Beoga, Kapolda Papua Sebut Hal Ini sebagai Pemicunya

Kompas.com - 14/04/2021, 14:09 WIB
Kapolda Papua Irjen MathiusFakhiri (tengah), Wakapolda Papua Brigjen Eko Rudi Sudarto (kiri) dan Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDIKapolda Papua Irjen MathiusFakhiri (tengah), Wakapolda Papua Brigjen Eko Rudi Sudarto (kiri) dan Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal

KOMPAS.com - Aksi teror kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua terhadap sejumlah guru di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, menyita perhatian masyarakat.

Menurut Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri, aksi teror tersebut diduga aksi balas dendam terkait pernyataan Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Beoga di media yang terkesan menyudutkan KKB.

"Kalau kita lihat kelompok ini selalu seperti itu, dia mudah sekali menyimpan dendam kepada siapa saja yang dianggap melakukan intimidasi, pasti mereka akan membalas," katanya di Jayapura, Rabu (14/4/2021).

Baca juga: Sambil Ditanyain, Kami Dipukul, Diancam Senjata di Ruang Penyidik

Selain itu, tambahnya, KKB juga bermaksud untuk memancing aparat keamanan untuk keluar dari perimeter pengamanan.

"Mereka bisa melakukan apa saja untuk memancing petugas, tetapi kita minta petugas tidak boleh terlalu mudah terpancing karena itu berbahaya bagi keselamatan mereka," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti diketahui, setelah menembak mati dua guru, Oktovianus Rayo dan Yonatan Randen, KKB pimpinan Sabinus Waker membakar dua rumah guru yang berada di Distrik Beoga pada Selasa (13/4/2021).

Baca juga: Beri Uang Tebusan ke KKB, Bupati Puncak: Negara Tidak Pernah Kalah, demi Kemanusiaan

 

Salah satu rumah yang dibakar adalah milik Kepala Sekolah Menengah SMPN 1 Beoga.

Situasi di lingkungan SD Impres Beoga, SMPN 1 Beoga dan SMAN 1 Beoga yang berada dalam satu kawasan. Tampak sejumlah bangunan sudah hangus terbakar akibat ulah KKB, Papua, Senin (12/4/2021)Dok Humas Polsek Beoga Situasi di lingkungan SD Impres Beoga, SMPN 1 Beoga dan SMAN 1 Beoga yang berada dalam satu kawasan. Tampak sejumlah bangunan sudah hangus terbakar akibat ulah KKB, Papua, Senin (12/4/2021)

Baca juga: Sejumlah Guru Dievakuasi ke Mimika, Rumah yang Ditinggalkan di Beoga Dibakar KKB

Untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan, saat ini kepala sekolah langsung dievakuasi ke Kabupaten Mimika.

Kapolda menyebut, lokasi kompleks rumah guru itu jauh dari pantauan aparat keamanan.

(Penulis: Kontributor Jayapura, Dhias Suwandi | Editor: Dheri Agriesta



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kepsek dan Bendahara di Manggarai Ditahan, Korupsi Dana Bos Rp 839 Juta dengan Modus Kegiatan Fiktif

Kepsek dan Bendahara di Manggarai Ditahan, Korupsi Dana Bos Rp 839 Juta dengan Modus Kegiatan Fiktif

Regional
Kuota Vaksin Minim, Bupati Magetan: Begitu Datang Kami Segera Habiskan

Kuota Vaksin Minim, Bupati Magetan: Begitu Datang Kami Segera Habiskan

Regional
Penyekatan di Perbatasan Aceh dan Sumut Tetap Berlaku

Penyekatan di Perbatasan Aceh dan Sumut Tetap Berlaku

Regional
Sehari Sebelum Tewas, Remaja Ini Tulis Status 'RIP' di Medsos

Sehari Sebelum Tewas, Remaja Ini Tulis Status "RIP" di Medsos

Regional
Temukan Beras Bansos Berkutu Saat Sidak, Emil: Segera Ganti

Temukan Beras Bansos Berkutu Saat Sidak, Emil: Segera Ganti

Regional
150 Anak di DI Yogyakarta Kehilangan Orangtuanya karena Covid-19

150 Anak di DI Yogyakarta Kehilangan Orangtuanya karena Covid-19

Regional
Pelajar SMA di Madiun Divaksin, Wali Kota: Covid-19 Tak Kenal Umur, Vaksin Harus Segera, Termasuk Remaja

Pelajar SMA di Madiun Divaksin, Wali Kota: Covid-19 Tak Kenal Umur, Vaksin Harus Segera, Termasuk Remaja

Regional
Tutup Selama PPKM, Begini Strategi Pengelola Taman Satwa Bisa Bertahan

Tutup Selama PPKM, Begini Strategi Pengelola Taman Satwa Bisa Bertahan

Regional
Tangis Haru Pedagang Ayam Penyet, Dagangannya Diborong Anak-anak Muda, lalu Dibagikan Gratis ke Warga

Tangis Haru Pedagang Ayam Penyet, Dagangannya Diborong Anak-anak Muda, lalu Dibagikan Gratis ke Warga

Regional
Mengenang Digma Marchya, Mahasiswa Semester 6 yang Meninggal karena Covid-19, Jadi Relawan Swab 'Tracing' di Kediri

Mengenang Digma Marchya, Mahasiswa Semester 6 yang Meninggal karena Covid-19, Jadi Relawan Swab "Tracing" di Kediri

Regional
Ada Posko Rapid Test Antigen dan Vaksinasi di Tiap Pasar Tradisional Kota Gorontalo

Ada Posko Rapid Test Antigen dan Vaksinasi di Tiap Pasar Tradisional Kota Gorontalo

Regional
Ritual Pati Ka, Tradisi 'Memberi Makan Minum' Arwah Leluhur di Danau Kelimutu

Ritual Pati Ka, Tradisi "Memberi Makan Minum" Arwah Leluhur di Danau Kelimutu

Regional
Pencuri Kembalikan Lagi Sepeda Rp 45 Juta Milik Mantan Rektor: Sungguh Aneh Bin Ajaib

Pencuri Kembalikan Lagi Sepeda Rp 45 Juta Milik Mantan Rektor: Sungguh Aneh Bin Ajaib

Regional
Kibarkan Bendera Putih, Pengusaha 'Sound System' Berkeliling Jual Peralatannya

Kibarkan Bendera Putih, Pengusaha "Sound System" Berkeliling Jual Peralatannya

Regional
Lebih Cepat Terima Hasil Tes, Karimun Kini Punya Laboratorium PCR

Lebih Cepat Terima Hasil Tes, Karimun Kini Punya Laboratorium PCR

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X