Pasar Sore Kampung Ramadhan Jogokariyan Kembali Digelar, Pedagang Diwajibkan Tes GeNose

Kompas.com - 13/04/2021, 18:23 WIB
Suasana Masjid Jogokariyan sebelum melaksanakan penyembelihan hewan kurban, Kamis (30/7/2020) Kompas.com/Wisang Seto PangaribowoSuasana Masjid Jogokariyan sebelum melaksanakan penyembelihan hewan kurban, Kamis (30/7/2020)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pasar Sore Kampung Ramadhan Jogokariyan (KRJ) kembali digelar tahun ini dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Takmir Masjid Jogokariyan Gitta Welly Ariadi mengatakan, untuk ramadhan kali ini pihaknya membatasi jumlah pedagang menjadi 180 pedagang selama gelaran pasar sore KRJ.

Agar tidak menimbulkan kerumunan, pihak masjid mengatur jarak para pedagang 1,5 meter.

"Tahun lalu pasar tidak terkoordinir sehingga tidak tertata. Jadi tahun ini kami adakan lagi dengan tujuan bisa mengontrol prokesnya," katanya, Selasa (13/4/2021).

Baca juga: Tradisi Piring Terbang di Masjid Jogokariyan Diganti Nasi Boks

Selain itu, kata dia, pihaknya mewajibkan pedagang untuk melakukan tes GeNose.

Tahap awal pemeriksaan GeNose baru menyasar 25 pedagang.

"Jika ada yang positif rekomendasi kami adalah segera melakukan PCR untuk memastikan. Lalu belum diperbolehkan melayani pembeli, dan yang berjualan bisa digantikan tetapi tetap harus menjalani tes GeNose," katanya.

Pemeriksaan akan dilakukan kepada para pedagang setiap seminggu sekali.

Baca juga: Pemkot Yogyakarta Hentikan Bantuan Makanan untuk Pasien Covid-19 Isolasi Mandiri

Pedagang yang kedapatan melanggar prokes akan dicabut izin berjualannya.

"Kami harap pemeriksaan kesehatan dapat memberi rasa aman dan nyaman, tidak hanya untuk pedagang tetapi untuk lingkungan sekitar juga," katanya

Sementara itu, salah satu pedagang di pasar sore KRJ, Puji Lestari setuju dengan aturan yang berlaku selama penyelenggaraan pasar sore KRJ.

Puji mengaku baru pertama kali berjualan di pasar sore KRJ.

"Sebagai pedagang setuju (drive thru) agar tidak terlalu berkerumun," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Pemudik Motor Pasrah Diputar Balik di Karawang, 'Dua Minggu 2 Kali Antigen, Duit dari Mana?'

Cerita Pemudik Motor Pasrah Diputar Balik di Karawang, "Dua Minggu 2 Kali Antigen, Duit dari Mana?"

Regional
Salatiga Zona Merah, Kadinkes Merasa Bersalah dan Minta Maaf

Salatiga Zona Merah, Kadinkes Merasa Bersalah dan Minta Maaf

Regional
Hari Pertama Larangan Mudik, 6 Travel Gelap dari Jakarta Tujuan Cianjur Diamankan Polisi

Hari Pertama Larangan Mudik, 6 Travel Gelap dari Jakarta Tujuan Cianjur Diamankan Polisi

Regional
Larangan Mudik Berlaku, Bundaran Waru Disekat, Masuk Surabaya Diperketat, Kendaraan Diminta Diputar Balik

Larangan Mudik Berlaku, Bundaran Waru Disekat, Masuk Surabaya Diperketat, Kendaraan Diminta Diputar Balik

Regional
Bupati Bogor: Banyak Mobil Bak Angkut Orang Ditutup Terpal, Kita Stop

Bupati Bogor: Banyak Mobil Bak Angkut Orang Ditutup Terpal, Kita Stop

Regional
Nekat Mudik Malam Hari, Siap-siap Diisolasi di Tempat Angker Puncak Bogor

Nekat Mudik Malam Hari, Siap-siap Diisolasi di Tempat Angker Puncak Bogor

Regional
Banyak Warga Lebak Kecele di Stasiun Rangkasbitung, Mau ke Jakarta tapi KRL Tak Beroperasi

Banyak Warga Lebak Kecele di Stasiun Rangkasbitung, Mau ke Jakarta tapi KRL Tak Beroperasi

Regional
Hari Ini, Jokowi Akan Melihat Langsung Bagaimana Proses Pengolahan Sampah Menjadi Listrik Bekerja

Hari Ini, Jokowi Akan Melihat Langsung Bagaimana Proses Pengolahan Sampah Menjadi Listrik Bekerja

Regional
[POPULER NUSANTAR] Nani Pengirim Sate Sianida Merantau Sejak Lulus SMP | Memburu Pria yang Bakar Perawat Eva

[POPULER NUSANTAR] Nani Pengirim Sate Sianida Merantau Sejak Lulus SMP | Memburu Pria yang Bakar Perawat Eva

Regional
Pesawat Perintis ke Krayan Tetap Terbang Meski Larangan Mudik, Sekda Nunukan: Orang Teriak Kalau Stop

Pesawat Perintis ke Krayan Tetap Terbang Meski Larangan Mudik, Sekda Nunukan: Orang Teriak Kalau Stop

Regional
Fakta Pengolah Sampah di Surabaya yang Diresmikan Jokowi, Tebesar di Indonesia, Ubah 1.000 Ton Sampah Jadi Energi Listrik

Fakta Pengolah Sampah di Surabaya yang Diresmikan Jokowi, Tebesar di Indonesia, Ubah 1.000 Ton Sampah Jadi Energi Listrik

Regional
Ini Titik-Titik Penyekatan Antarprovinsi dan Antarkabupaten di Jatim

Ini Titik-Titik Penyekatan Antarprovinsi dan Antarkabupaten di Jatim

Regional
Viral Foto Nani Pengirim Sate Sianida Berdaster Dalam Penjara, Diambil Anggota Polsek Bantul, Jadi Status WA Isteri Polisi

Viral Foto Nani Pengirim Sate Sianida Berdaster Dalam Penjara, Diambil Anggota Polsek Bantul, Jadi Status WA Isteri Polisi

Regional
Polisi Bongkar Penjualan Rapid Test Antigen Ilegal di Semarang, Beromzet Miliaran Rupiah

Polisi Bongkar Penjualan Rapid Test Antigen Ilegal di Semarang, Beromzet Miliaran Rupiah

Regional
Kisah Asmara Nani Pengirim Sate Sianida, Menikah Siri dengan Tomy, Anggota Polisi yang Jadi Targetnya hingga Kapolresta Perlu Bukti

Kisah Asmara Nani Pengirim Sate Sianida, Menikah Siri dengan Tomy, Anggota Polisi yang Jadi Targetnya hingga Kapolresta Perlu Bukti

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X