Cerita Siswa yang Ikuti Ujian di Bukit karena Tak Ada Internet di Sekolah: Kami Jalan Kaki 1,5 Jam...

Kompas.com - 13/04/2021, 12:02 WIB
sebanyak 47 siswa dan siswi SMPN 04 Kota Komba melaksanakan Ujian Akhir Sekolah (UAS) berbasis digital dibawah tenda darurat di tengah hutan di Gunung Wokonggoro, Kampung Gurung, Desa Gunung, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Senin, (12/4/2021). Ujian dilaksanakan dari Senin, (12/4/2021) sampai Kamis, (15/4/2021). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR) KOMPAS.COM/MARKUS MAKURsebanyak 47 siswa dan siswi SMPN 04 Kota Komba melaksanakan Ujian Akhir Sekolah (UAS) berbasis digital dibawah tenda darurat di tengah hutan di Gunung Wokonggoro, Kampung Gurung, Desa Gunung, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Senin, (12/4/2021). Ujian dilaksanakan dari Senin, (12/4/2021) sampai Kamis, (15/4/2021). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR)

BORONG,KOMPAS.com - Saat ayam berkokok menjelang fajar, siswa kelas III Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Kota Komba, Desa Gunung, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), sibuk mempersiapkan diri.

Mereka mengikuti ujian akhir sekolah (UAS) berbasis digital yang digelar di Bukit Wokonggoro, Senin (12/4/2021).

Ujian itu terpaksa digelar di sebuah bukit yang berjarak sekitar 500 meter dari sekolah mereka karena keterbatasan jaringan internet. Mereka tak bisa mengakses internet di sekolah.

Internet yang stabil dan bisa dipakai untuk mengikuti ujian berbasis digital ditemukan di Bukit Wokonggoro. Beberapa waktu lalu, guru dan siswa telah menggelar try out di bukit tersebut.

Salah satu siswa, Maria Yulia Vitania Srinanta mengatakan, dirinya bangun sekitar pukul 04.00 Wita. Ia menyiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk ujian, seperti mengecas ponsel dan menyarap.

Setelah memastikan pakaian sekolah terpasang rapi dan memakai masker, ia berjalan ke lokasi ujian di Bukit Wokonggoro.

Baca juga: Pesan Kadisdik Papua kepada KKB: Guru yang Kalian Bunuh Itu Ingin Menyelamatkan Anak-Anak Kalian...

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami jalan kaki satu setengah jam hingga tiba di Bukit Wokonggoro sebelum ujian berlangsung, ujian dimulai jam 07.30 Wita," kata Srinanta kepada Kompas.com, usai mengikuti ujian, Senin.

Srinanta yang ditemani siswa lainnya, Mari Yenya Dorlin, bercerita ponsel dan paket data internet dibelikan orangtua mereka. Mereka tak menerima bantuan pulsa dari sekolah. 

Ujian mata pelajaran bahasa Indonesia dan agama itu berjalan lancar. Cuaca mendukung penyelenggaraan ujian yang dilakukan di bawah tenda darurat itu.

Srinanta dan Dorlin berpesan agar pemerintah membangun jaringan internet di masa depan. Sehingga, adik kelas mereka tak perlu berjalan ke atas bukit untuk mengikuti ujian akhir sekolah berbasis digital.

"Cukup kami yang sengsara dengan penyesuain ujian digital yang dilaksanakan di tengah hutan di bukit Wokonggoro di bawah tenda darurat. Untung hari ini tidak hujan. Kalau hujan turun, entah di mana lagi kami melaksanakan ujian akhir berbasis digital," kata mereka.

Kedua siswa itu berharap pemerintah memberi bantuan komputer untuk sekolah sebagai sarana ujian. Sebab, mereka terkendala bateria ponsel dan jaringan internet yang kadang-kadang bermasalah saat ujian di bukit tersebut.

 

sebanyak 47 siswa dan siswi SMPN 04 Kota Komba melaksanakan Ujian Akhir Sekolah (UAS) berbasis digital dibawah tenda darurat di tengah hutan di Gunung Wokonggoro, Kampung Gurung, Desa Gunung, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Senin, (12/4/2021). Ujian dilaksanakan dari Senin, (12/4/2021) sampai Kamis, (15/4/2021). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR)KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR sebanyak 47 siswa dan siswi SMPN 04 Kota Komba melaksanakan Ujian Akhir Sekolah (UAS) berbasis digital dibawah tenda darurat di tengah hutan di Gunung Wokonggoro, Kampung Gurung, Desa Gunung, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Senin, (12/4/2021). Ujian dilaksanakan dari Senin, (12/4/2021) sampai Kamis, (15/4/2021). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR)
Siswa lainnya, Febrias Meak harus berusaha lebih keras dibanding kawan lainnya. Siswa yang tinggal di Kampung Ritapada, Desa Persiapan Gunung Mute, itu harus tinggal di sebuah asrama di Kampung Gunung.

Hal itu dilakukan karena jarak kampungnya ke sekolah sekitar 10 kilometer. Saat ujian, Febrias meminjam ponsel milik saudaranya agar bisa mengikuti ujian.

Febrias mengaku senang mengikuti ujian di bukit tersebut karena bisa menikmati udara segara. Ia tak merasa terganggu dengan ruang terbuka di bawah tenda darurat.

Kepala Sekolah SMPN 4 Kota Komba, Fidelis Ambon menjelaskan, sejumlah siswa meminjam ponsel milik orangtua mereka. 

"Harapan kami bantuan handphone afirmasi yang disebut BOS afirmasi, syukur-syukur kalau dapat bantuan laptop. Selanjutnya cukup kali ini diselenggarakan ujian di gunung. Minta bantuan jaringan internet agar bisa melaksanakan ujian di sekolah," kata Fidelis di lokasi.

Baca juga: Siswa SMP Ikuti Try Out di Puncak Bukit, Kadis Pendidikan: Ini Risiko Ujian Berbasis Komputer

Ketua Panitia UAS berbasis digital, Yohanes Baeng menjelaskan, siswa sangat antusias mengikuti ujian tersebut. Sejauh ini, kendala penyelenggaraan ujian hanya sinyal internet.

"Pakai jaringan 4G. Soalnya dikirim lewat google form, soal ada berbentuk video, foto dan teks," jelasnya.

Baeng menjelaskan, orangtua siswa terlibat aktif dalam persiapan penyelenggaraan ujian akhir seklolah berbasis digital itu. Orangtua, siswa, dan guru, sudah membangun tenda darurat di Bukit Wokonggoro pada Sabtu (12/4/2021).

Mereka memikul kursi dan meja sebanyak 50 buah. Selain itu, sejumlah orangtua siswa juga membeli paket data internet agar anaknya tak mengalami kendala selama ujian.

 

Ketua Komite SMPN 4 Kota Komba, Hilarius Asa mengatakan, ujian akhir sekolah yang dialaimi siswa merupakan yang paling sengsara di Indonesia. Menurutnya, perubahan tekonologi dengna akses internet memang baik.

Namun, 47 siswa SMPN 4 Kota Komba harus melaksanakan ujian di tengah hutan Bukit Wokonggoro.

"Ini sangat baru dengan model ujian berbasis digital. Ujian berbasis digital tidak didukung dengan jaringan internet dari pemerintah. Kami orangtua juga menyesuaikan perintah dari pemerintah. Orangtua membeli handphone serta pulsa untuk akses internet," jelasnya

Hilarius berharap, hanya tahun ini ujian digelar di Bukit Wokonggoro. 

"Bersyukur cuaca mendukung untuk ujian hari pertama. Kalau cuaca buruk, entah siswa dan siswi melaksanakan ujian di mana. Selain itu dukungan penuh orangtua murid untuk membangun tenda darurat di bukit," jelasnya.

Baca juga: Jembatan Putus Dihantam Banjir, Warga Malaka Meniti Kabel untuk Menyeberangi Sungai

Hilarius mengatakan, orangtua murid aktif mendukung penyelenggaraan ujian itu.

"Selama ujian berlangsung saya selalu berada di sekitar lokasi ujian sampai selesai," jelasnya. 

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Manggarai Timur, Basilius Teto menambahkan, pihaknya tak bisa berbuat banyak dengan keterbatasan sinyal internet di wilayah pedalaman itu.

Ia menegaskan, pemerintah terus memikirkan cara untuk memenuhi jaringan internet secara bertahap di wilayah itu.

"Pemerintah berterima kasih atas inisiatif guru-guru di lembaga pendidikan SMP agar pelaksanaan ujian berbasis digital berjalan lancar," kata Basilius saat dikonfirmasi, Senin.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Ini Persiapan Pemkot Semarang

Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Ini Persiapan Pemkot Semarang

Regional
Pengunjung Makam Bung Karno Meningkat, Tes Acak Covid-19 Dilakukan

Pengunjung Makam Bung Karno Meningkat, Tes Acak Covid-19 Dilakukan

Regional
PPDB Sumbar Dibuka Senin Besok, Berikut Posko dan Hotline Pengaduan

PPDB Sumbar Dibuka Senin Besok, Berikut Posko dan Hotline Pengaduan

Regional
Maling Salah Sasaran, Masuk Rumah Pendekar hingga Pura-pura ke Toilet

Maling Salah Sasaran, Masuk Rumah Pendekar hingga Pura-pura ke Toilet

Regional
Minta Pasien Covid-19 Ngevlog, Ini Alasan Ganjar Pranowo

Minta Pasien Covid-19 Ngevlog, Ini Alasan Ganjar Pranowo

Regional
Detik-detik Menegangkan Saat Tim SAR Evakuasi Mayat Pria yang Diseret Buaya

Detik-detik Menegangkan Saat Tim SAR Evakuasi Mayat Pria yang Diseret Buaya

Regional
Kesiapan Pemerintah DIY Hadapi Peningkatan Jumlah Pasien Covid-19

Kesiapan Pemerintah DIY Hadapi Peningkatan Jumlah Pasien Covid-19

Regional
Kasus Korupsi SPP SMK di Batam, Tersangka Sebut Nama Pejabat Kepri

Kasus Korupsi SPP SMK di Batam, Tersangka Sebut Nama Pejabat Kepri

Regional
Sebulan Terakhir, Ada 4 Kasus Kekerasan Pada Jurnalis di Sumut, Pembakaran Mobil hingga Pembunuhan

Sebulan Terakhir, Ada 4 Kasus Kekerasan Pada Jurnalis di Sumut, Pembakaran Mobil hingga Pembunuhan

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 20 Juni 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 20 Juni 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 20 Juni 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 20 Juni 2021

Regional
Banyak Lansia di Sumbar Belum Ikut Vaksinasi, Ini Alasannya

Banyak Lansia di Sumbar Belum Ikut Vaksinasi, Ini Alasannya

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 20 Juni 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 20 Juni 2021

Regional
Kehilangan Indera Penciuman, Ini Kronologi Puluhan Pegawai Dispar Kulon Progo Terkena Covid-19

Kehilangan Indera Penciuman, Ini Kronologi Puluhan Pegawai Dispar Kulon Progo Terkena Covid-19

Regional
Pukul Istri karena Tak Terima Ponselnya Diperiksa, Pria Ini Terancam 5 Tahun Penjara

Pukul Istri karena Tak Terima Ponselnya Diperiksa, Pria Ini Terancam 5 Tahun Penjara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X