Survei SSC: Risma Jadi Ancaman Khofifah di Pilkada Jatim 2024

Kompas.com - 13/04/2021, 03:30 WIB
Tri Rismaharini saat menjabat sebagai wali kota Surabaya. (DOK Pemkot Surabaya) Tri Rismaharini saat menjabat sebagai wali kota Surabaya.

SURABAYA, KOMPAS.com - Lembaga survei Surabaya Survei Center (SSC) menggelar survei khusus kepada kalangan milenial di Jatim tentang sosok calon gubernur Jatim yang akan bertarung di Pilkada 2024.

Hasilnya, petahana Khofifah Indar Parawansa masih menjadi calon paling banyak dipilih.

Baca juga: Survei SSC: Prabowo Capres Favorit Milenial, Risma Paling Dipilih, Ganjar Masuk Top of Mind

 

Sementara mantan wali kota Surabaya yang saat ini menjabat Menteri Sosial Tri Rismaharini membayangi di posisi kedua.

Baca juga: Survei Capres 2024: Elektabilitas Susi Pudjiastuti Tertinggi di Antara Tokoh Non-Parpol

Hasil survei elektabilitas calon gubernur Jatim 2024, Khofifah mendapat 26,8 persen, disusul Risma dengan 21,8 persen.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di posisi ketiga, ada nama Emil Elistianto Dardak yang kini menjabat wakil Gubernur Jatim dengan 5,8 persen.

"Nama ketiga figur tersebut juga unggul dalam survei figur favorit atau top of mind," kata peneliti senior SSC Surokim Abdussalam dalam rilis hasil survei di Surabaya, Senin (12/4/2021).

Untuk hasil survei top of mind, Khofifah berada di posisi atas dengan 16.2 persen. Kemudian disusul Risma dan Emil dengan masing-masing 15.5 persen dan 5.2 persen.

Nama-nama lain seperti Saifullah Yusuf, Puti Guntur Soekarno, hingga mantan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas perolehannya tidak sampai 5 persen.

Surokim mengatakan, ceruk di kalangan milenial masih sangat terbuka lebar bagi seluruh nama yang beredar di bursa cagub Jatim.

"Di survei elektabilitas, 33,8 persen masih menjawab tidak tahu atau tidak menjawab. Dengan jumlah sebanyak ini, yang bisa merangkul mereka bisa menyalip di tikungan akhir," ucapnya.

Direktur SSC Edy Marzuki menjelaskan, dengan perolehan elektabilitas 26,8 persen, sebenarnya posisi Khofifah rawan.

 

Ini karena sebagai petahana yang sudah setahun lebih memimpin Jatim, harusnya elektabilitas Khofifah bisa di atas 35 persen.

"Sehingga menurut saya bayang-bayang Risma di posisi kedua cukup mengancam. Jika Risma gagal di panggung nasional, bisa jadi PDI-P akan mendorong Risma ke Jatim," jelasnya.

Survei ini digelar pada 5-25 Maret 2021 yang menyasar kelompol milenial calon pemilih di atas usia 17 tahun sebanyak 1.070 responden yang tersebar di seluruh daerah atau 38 kabupaten dan kota di Jatim.

Responden survei dipilih dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 3 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. 

Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik wawancara tatap muka dengan pedoman kuesioner.

Sedangkan penentuan responden dalam setiap KK dilakukan dengan bantuan kish grid.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Menit Usai Gempa, Terjadi Tsunami Setinggi 0,5 Meter di Tehoru Maluku Utara, BMKG Sebut karena Longsoran Bawah Laut

2 Menit Usai Gempa, Terjadi Tsunami Setinggi 0,5 Meter di Tehoru Maluku Utara, BMKG Sebut karena Longsoran Bawah Laut

Regional
Pinjam Online Rp 900.000, Utang Pegawai Pemkab Boyolali Bengkak Jadi Rp 75 Juta dalam 2 Bulan

Pinjam Online Rp 900.000, Utang Pegawai Pemkab Boyolali Bengkak Jadi Rp 75 Juta dalam 2 Bulan

Regional
Penyekatan Suramadu Dinilai Mendiskriminasi Warga Madura, GAS Jatim Akan Demo Pemkot Surabaya

Penyekatan Suramadu Dinilai Mendiskriminasi Warga Madura, GAS Jatim Akan Demo Pemkot Surabaya

Regional
7 ABK Tercebur ke Laut Saat Latihan Pengoperasian Sekoci, 2 Terluka dan 1 Hilang

7 ABK Tercebur ke Laut Saat Latihan Pengoperasian Sekoci, 2 Terluka dan 1 Hilang

Regional
Screening dan Swab Antigen di Pos Penyekatan Suramadu Difokuskan bagi Pengendara yang Masuk Arah Bangkalan

Screening dan Swab Antigen di Pos Penyekatan Suramadu Difokuskan bagi Pengendara yang Masuk Arah Bangkalan

Regional
Ganjar Cerita Dapat Surat dari Kemenkominfo India, Komplain Soal Varian Covid-19 di Kudus

Ganjar Cerita Dapat Surat dari Kemenkominfo India, Komplain Soal Varian Covid-19 di Kudus

Regional
Helikopter BNPB Mendarat Darurat di Grobogan, Diduga Ada Masalah Navigasi

Helikopter BNPB Mendarat Darurat di Grobogan, Diduga Ada Masalah Navigasi

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 16 Juni 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 16 Juni 2021

Regional
Bupati Maluku Tengah Pastikan Tak Ada Korban Jiwa akibat Gempa

Bupati Maluku Tengah Pastikan Tak Ada Korban Jiwa akibat Gempa

Regional
Awal Mula Pria Buat Sayembara 'Rp 150 Juta' Demi Temukan Istrinya

Awal Mula Pria Buat Sayembara "Rp 150 Juta" Demi Temukan Istrinya

Regional
Dampak Gempa M 6,1 di Maluku Tengah, Talud Pantai 300 Meter Rusak hingga Terjadi Patahan

Dampak Gempa M 6,1 di Maluku Tengah, Talud Pantai 300 Meter Rusak hingga Terjadi Patahan

Regional
Penjelasan Pemkab Grobogan soal Kabar Adanya Lonjakan Kasus Covid-19 2.803 Persen

Penjelasan Pemkab Grobogan soal Kabar Adanya Lonjakan Kasus Covid-19 2.803 Persen

Regional
Blusukan Cek Drainase, Wali Kota Bobby: Airnya 'Galau', Tak Tahu ke Mana akan Mengalir

Blusukan Cek Drainase, Wali Kota Bobby: Airnya "Galau", Tak Tahu ke Mana akan Mengalir

Regional
Sempat Gagal UN, Dosen UGM Ini Lulus dari Harvard dengan 2 Penghargaan

Sempat Gagal UN, Dosen UGM Ini Lulus dari Harvard dengan 2 Penghargaan

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 16 Juni 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 16 Juni 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X