Wali Kota Mataram: Buka Puasa Dianjurkan di Rumah Masing-masing Bersama Keluarga...

Kompas.com - 12/04/2021, 19:58 WIB
Ilustrasi buka puasa. SHUTTERSTOCK/ZURIJETAIlustrasi buka puasa.

KOMPAS.com - Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), melarang kegiatan berbuka bersama karena diduga bisa menimbulkan kerumunan selama Ramadhan 1442 Hijriah.

Wali Kota Mataram Mohan Roliskana mengatakan, kegiatan seperti sahur dan berbuka dianjurkan digelar di rumah.

Baca juga: Pesan Kadisdik Papua kepada KKB: Guru yang Kalian Bunuh Itu Ingin Menyelamatkan Anak-Anak Kalian...

"Sahur dan buka puasa kita anjurkan dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga inti sebagai upaya pencegahan Covid-19," kata Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana di Mataram, Senin (12/4/2021).

Larang berbuka puasa bersama merupakan satu dari 12 poin yang tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Mataram Nomor 113/Bks-Pol/IV/2021 tentang Panduan Pelaksanaan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriah/2021 Masehi di Masa Pandemi Covid-19.

Meski melarang sahur dan berbuka puasa bersama, Wali Kota mengizinkan masjid dan mushala menggelar shalat lima waktu, tarawih, witir, tadarus, dan iktikaf, selama Ramadhan.

Kegiatan itu dilakukan dengan jumlah peserta sebanyak 50 persen dari kapasitas masjid dan mushala.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ibadah di masjid dan mushala juga dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Jemaah diwajibkan memakai masker, menjaga jarak aman, membawa sajadah dan mukena masing-masing.

"Pengurus masjid atau mushala wajib menunjuk petugas yang memastikan penerapan protokol kesehatan seperti melakukan disinfektan secara teratur, menyediakan sarana cuci tangan di pintu masuk masjid/musala, menggunakan masker, menjaga jarak aman, dan mengumumkan agar setiap jemaah membawa sajadah dan mukena sendiri," katanya.

Selain itu, kegiatan pengajian, ceramah, taushiyah, dan kuliah subuh diizinkan dengan batas maksimal paling lama dengan durasi 15 menit.

"Untuk peringatan Nuzulul Quran di masjid/mushala dilaksanakan dengan pembatasan jumlah jemaah paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat," kata Wali Kota Mataram.

Dalam edaran itu juga disebutkan peniadaan kegiatan pawai takbiran yang dilakukan secara keliling. Masyarakat diizinkan melakukan takbiran di masjid atau mushala dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Baca juga: KKB Tembak Mati 2 Guru di Kabupaten Puncak, Kapolda Papua: Perbuatan Mereka Sangat Biadab

"Begitu juga untuk shalat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/2021 M, dapat dilaksanakan di masjid atau lapangan terbuka dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat," katanya.

Untuk mengoptimalkan penerapan aturan itu, Wali Kota akan mengirimkan surat itu ke seluruh kelurahan agar ditindaklanjuti.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Hari Dirawat, Pelajar Korban Penganiayaan Oknum TNI Pulang dari RS

5 Hari Dirawat, Pelajar Korban Penganiayaan Oknum TNI Pulang dari RS

Regional
Kisah Lurah di Denpasar Tangani Covid-19, Tak Ragu Ambil Keputusan Lockdown di Awal Pandemi

Kisah Lurah di Denpasar Tangani Covid-19, Tak Ragu Ambil Keputusan Lockdown di Awal Pandemi

Regional
Diduga Tersesat, 3 Pendaki Hilang di Gunung Ungaran

Diduga Tersesat, 3 Pendaki Hilang di Gunung Ungaran

Regional
Waktu Tunggu Bongkar Muat di Terminal Teluk Lamong 20 Jam, Dermaga Akan Diperpanjang

Waktu Tunggu Bongkar Muat di Terminal Teluk Lamong 20 Jam, Dermaga Akan Diperpanjang

Regional
Jadi Dokter dari Jualan Nasi, Wahyu Kini Bangun Panti dan Klinik Tanpa Tarif

Jadi Dokter dari Jualan Nasi, Wahyu Kini Bangun Panti dan Klinik Tanpa Tarif

Regional
Polda Jateng Gelar Vaksinasi Merdeka Candi, Setiap Hari Ada 150.000 Dosis Vaksin Covid-19

Polda Jateng Gelar Vaksinasi Merdeka Candi, Setiap Hari Ada 150.000 Dosis Vaksin Covid-19

Regional
3 Mayat Ditemukan di Kebun Sawit dalam 2 Hari, Korban Merupakan Satu Keluarga

3 Mayat Ditemukan di Kebun Sawit dalam 2 Hari, Korban Merupakan Satu Keluarga

Regional
2 Bocah Diduga Dianiaya Anak Pemilik Panti Asuhan, Dititipkan karena Orangtua Bercerai, Ini Ceritanya

2 Bocah Diduga Dianiaya Anak Pemilik Panti Asuhan, Dititipkan karena Orangtua Bercerai, Ini Ceritanya

Regional
Banyak Lansia di Blora Enggan Divaksin Covid-19 karena Termakan Hoaks

Banyak Lansia di Blora Enggan Divaksin Covid-19 karena Termakan Hoaks

Regional
'2 Kali Tes PCR, Pasien yang Meninggal Itu Positif Covid-19, tapi Mereka Tidak Percaya'

"2 Kali Tes PCR, Pasien yang Meninggal Itu Positif Covid-19, tapi Mereka Tidak Percaya"

Regional
Duduk Perkara Kapolda Sumsel Dipercaya untuk Bantuan Rp 2 Triliun Akidi Tio, Berawal dari Kabar Kadinkes

Duduk Perkara Kapolda Sumsel Dipercaya untuk Bantuan Rp 2 Triliun Akidi Tio, Berawal dari Kabar Kadinkes

Regional
Pendiri Sekolah SPI di Batu Jadi Tersangka Kasus Kekerasan Seksual, Terancam 15 Tahun Penjara

Pendiri Sekolah SPI di Batu Jadi Tersangka Kasus Kekerasan Seksual, Terancam 15 Tahun Penjara

Regional
Asal-usul Sumbangan Rp 2 Triliun hingga Permintaan Maaf Kapolda Sumsel

Asal-usul Sumbangan Rp 2 Triliun hingga Permintaan Maaf Kapolda Sumsel

Regional
Segera Beroperasi, KA Bandara YIA Akan Layani 56 Perjalanan Setiap Hari

Segera Beroperasi, KA Bandara YIA Akan Layani 56 Perjalanan Setiap Hari

Regional
Kasus Covid-19 Terus Melonjak, 7 Daerah di Sulut Jadi Zona Merah

Kasus Covid-19 Terus Melonjak, 7 Daerah di Sulut Jadi Zona Merah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X