Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta Dibuka untuk Shalat Tarawih, Maksimal 600 Jemaah

Kompas.com - 12/04/2021, 14:14 WIB
Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta shutterstockMasjid Gedhe Kauman Yogyakarta

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dibuka untuk ibadah shalat tarawih tahun ini.

Ketua Takmir Masjid Gede Kauman Azman Latif mengatakan, ibadah shalat tarawih hanya diikuti warga sekitar masjid.

"Imbauan kami tidak usahlah datang dari jauh-jauh ke Masjid Gede. Makmurkan masjid sendiri-sendiri," jelas Azman saat dihubungi, Senin (12/4/2021).

Baca juga: Wali Kota Pontianak Izinkan Masjid Gelar Shalat Tarawih Berjemaah

Kendati demikian, pihaknya menyiapkan tempat tersendiri bila ada warga dari luar Kauman yang melakukan shalat tarawih.

"Umpayanya ada kita nanti pilahkan, sudah kita sediakan tempat khusus. Kapasitas kami full itu sekitar 600 dan sudah berjarak," katanya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia menambahkan, shalat tarawih pada bulan Ramadhan tahun ini hanya digelar sebanyak satu kali. 

"Sebenarnya seperti perintah dari Pak Menko itu jelas, masjid itu hanya untuk lingkungan yang sudah dikenal saja," ujarnya.

Sebelum pandemi Covid-19, shalat Tarawih di Masjid Gedhe Kauman digelar dua kali.

"Kalau dulu biasanya dua kali, habis isya dan kedua dini hari. Tahun ini sudah cukup sekali saja yang sore sehabis isya itu," ujarnya.

Baca juga: Dewan Masjid DIY Sarankan Shalat Tarawih Berjemaah Digelar Dua Shift

Untuk durasi shalat tarawih akan dipercepat agar jemaah tidak berkumpul terlalu lama di masjid.

"Intinya kita selenggarakan salat tarawih dengan protokol kesehatan yang ketat penerapannya, kemudian tarawih dan kegiatan yang lain itu kita selenggarakan secara singkat-singkat," katanya.

"Jadi kalau dulukan kita pernah selenggarakan shalat tarawih satu juz lama gitu. Ini tidak, nanti surat yang dibaca pendek-pendek. Kemudian ceramah shalat tarawih juga pendek-pendek saja tidak lebih dari 10 menit gitu," paparnya.

Jemaah diminta mengenakan masker dan membawa peralatan shalat sendiri jika ingin melaksanakan shalat tarawih di Masjid Gedhe Kauman.

"Harus bermasker, cek suhu tubuh, wudhu juga kita sarankan di rumah. Kami tidak menyediakan karpet, sarung, mukena karena itu menjadi sumber (penularan) kalau dipakai bergantian," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Covid-19 di Sumbar Rendah, Dinkes: Masyarakat Masih Termakan Hoaks

Vaksinasi Covid-19 di Sumbar Rendah, Dinkes: Masyarakat Masih Termakan Hoaks

Regional
Soal Wacana Yogyakarta “Lockdown”, Ditentukan Beberapa Hal Ini

Soal Wacana Yogyakarta “Lockdown”, Ditentukan Beberapa Hal Ini

Regional
Pengakuan 2 Korban Kekerasan Seksual SMA di Batu: Diajak Training di Rumah Pribadi yang Mewah

Pengakuan 2 Korban Kekerasan Seksual SMA di Batu: Diajak Training di Rumah Pribadi yang Mewah

Regional
140 Preman di Lampung Ditangkap Polisi, Ini Caranya 'Peras' Perusahaan

140 Preman di Lampung Ditangkap Polisi, Ini Caranya "Peras" Perusahaan

Regional
Ridwan Kamil Minta Bupati Bandung Gunakan RS Otista untuk Rawat Pasien Covid-19

Ridwan Kamil Minta Bupati Bandung Gunakan RS Otista untuk Rawat Pasien Covid-19

Regional
50 Warga Mojokerto Positif Covid-19, Satgas Duga 2 Kegiatan Ini Jadi Penyebabnya

50 Warga Mojokerto Positif Covid-19, Satgas Duga 2 Kegiatan Ini Jadi Penyebabnya

Regional
Belum Sepekan, Angka Covid-19 di DIY Kembali Pecah Rekor, Sehari 638 Kasus

Belum Sepekan, Angka Covid-19 di DIY Kembali Pecah Rekor, Sehari 638 Kasus

Regional
Ini Alasan Bupati Banjarnegara Izinkan Warganya Gelar Hajatan

Ini Alasan Bupati Banjarnegara Izinkan Warganya Gelar Hajatan

Regional
Angka Kematian Covid-19 di Palembang Lewati Standar WHO, Ini Penyebabnya

Angka Kematian Covid-19 di Palembang Lewati Standar WHO, Ini Penyebabnya

Regional
Fakta Resto Abal-abal di Lapak Online, Catut Nama Restoran Terkenal di Surabaya, Miliki 30 Usaha Fiktif

Fakta Resto Abal-abal di Lapak Online, Catut Nama Restoran Terkenal di Surabaya, Miliki 30 Usaha Fiktif

Regional
Soal Video Viral Bupati Alor Marah-marah, Ini Tanggapan Gubernur NTT

Soal Video Viral Bupati Alor Marah-marah, Ini Tanggapan Gubernur NTT

Regional
Ridwan Kamil Siapkan Strategi Jika Rumah Sakit di Jabar Tak Mampu Tampung Pasien Covid-19

Ridwan Kamil Siapkan Strategi Jika Rumah Sakit di Jabar Tak Mampu Tampung Pasien Covid-19

Regional
Sultan HB X Buka Opsi Lockdown, Wawali Yogyakarta: Masyarakat Jangan Panic Buying

Sultan HB X Buka Opsi Lockdown, Wawali Yogyakarta: Masyarakat Jangan Panic Buying

Regional
Kisah Tragis Sejoli Tewas Usai Terseret Ombak Saat Berenang di Pantai

Kisah Tragis Sejoli Tewas Usai Terseret Ombak Saat Berenang di Pantai

Regional
Angka Covid-19 di Bandung Melonjak, Polisi Tak Akan Sekat Pintu Tol, Ini Alasannya

Angka Covid-19 di Bandung Melonjak, Polisi Tak Akan Sekat Pintu Tol, Ini Alasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X