Hari Ini, Vonis untuk Ardi Pratama, Terdakwa Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta

Kompas.com - 12/04/2021, 11:55 WIB
Ardi Pratama, terdakwa kasus salah transfer Bank BCA KOMPAS.COM/ACHMAD FAIZALArdi Pratama, terdakwa kasus salah transfer Bank BCA

SURABAYA, KOMPAS.com - Majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya dijadwal akan membacakan vonis atau putusan untuk Ardi Pratama, warga Surabaya terdakwa kasus salah transfer Bank BCA, Senin (12/4/2021) siang.

Jadwal tersebut dibenarkan Jaksa Penuntut Umum dalam perkara ini, I Gede Willy Pramana.

"Jadwal sidang vonis perkara salah transfer BCA akan digelar hari ini," kata Willy, saat dikonfirmasi, Senin.

Terpisah, kuasa hukum terdakwa Hendrix Kurniawan juga mengatakan hal yang sama.

"Rencananya putusan hari ini," kata Hendrix melalui pesan elektronik.

Baca juga: Kuasa Hukum Minta Ardi Dibebaskan dari Kasus Salah Transfer Uang Rp 51 Juta, Ini Pembelaannya

Dia belum bisa menuturkan rencana upaya hukum karena masih menunggu materi putusan hakim.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami masih menunggu materi putusan hakim," ujar dia.

Pada 24 Maret 2021 lalu, terdakwa kasus salah transfer Bank BCA Ardi Pratama dituntut 2 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum.

Ardi Pratama dinilai Jaksa terbukti bersalah melanggar Pasal 85 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana.

"Menuntut agar majelis hakim menghukum terdakwa Ardi Pratama dengan pidana 2 tahun penjara," kata jaksa Zulfikar dalam membacakan tuntutannya saat itu.

Zulfikar mengatakan, dana hasil salah transfer sebesar Rp 51 juta itu digunakan terdakwa untuk membeli keperluan sehari-hari dan membayar utang.

"Pertimbangan yang memberatkan, terdakwa sudah menikmati uang kesalahan transfer tersebut dan terdakwa berbelit-belit selama persidangan. Sementara hal yang meringankan, terdakwa masih berusia muda dan belum pernah dihukum," terang Zulfikar.

Ardi yang berprofesi sebagai makelar jual beli mobil itu ditahan sejak 26 November 2020. Ia mendekam di penjara setelah dilaporkan karena memakai uang salah transfer dari BCA sebesar Rp 51 juta.

Ardi mengira uang itu adalah komisi penjualan dua unit mobil dari usahanya.

Ternyata uang itu masuk ke rekening Ardi karena pegawai bank salah memasukkan nomor rekening.

Pegawai itu lalu melaporkan Ardi ke polisi karena dinilai tidak memiliki niat baik untuk mengembalikan uang.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 Juli 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 Juli 2021

Regional
Wasiat Akidi Tio kepada Anaknya Sebelum Meninggal pada 2009

Wasiat Akidi Tio kepada Anaknya Sebelum Meninggal pada 2009

Regional
Terpidana Mati Kasus Pembunuhan di Nusakambangan Meninggal karena Covid-19

Terpidana Mati Kasus Pembunuhan di Nusakambangan Meninggal karena Covid-19

Regional
Kasus Covid-19 di Jatim Diklaim Melandai, Khofifah: tapi Jangan Anggap Covid-19 Sudah Selesai

Kasus Covid-19 di Jatim Diklaim Melandai, Khofifah: tapi Jangan Anggap Covid-19 Sudah Selesai

Regional
Serangan Jantung, Priska Meninggal Saat Lapaknya Digusur, Jenazahnya Dibawa ke Kantor Wali Kota Batam

Serangan Jantung, Priska Meninggal Saat Lapaknya Digusur, Jenazahnya Dibawa ke Kantor Wali Kota Batam

Regional
Terungkap, Uang Rp 2 Triliun Ternyata Tabungan Akidi Tio Semasa Hidup

Terungkap, Uang Rp 2 Triliun Ternyata Tabungan Akidi Tio Semasa Hidup

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 28 Juli 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 28 Juli 2021

Regional
Ketua MUI Labura Ternyata Dibunuh Pekerjanya, Pelaku Sakit Hati Dinasihati Korban agar Tak Mencuri

Ketua MUI Labura Ternyata Dibunuh Pekerjanya, Pelaku Sakit Hati Dinasihati Korban agar Tak Mencuri

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 Juli 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 Juli 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Juli 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Juli 2021

Regional
Warga Sorong Geruduk Dinsos gara-gara 7 Bulan Belum Terima Bantuan PKH

Warga Sorong Geruduk Dinsos gara-gara 7 Bulan Belum Terima Bantuan PKH

Regional
Keluarga Temukan Dugaan Kejanggalan Hasil Positif Covid-19 pada Christina

Keluarga Temukan Dugaan Kejanggalan Hasil Positif Covid-19 pada Christina

Regional
Dinkes Sulbar Tak Tahu Varian Delta Plus Terdeteksi di Mamuju

Dinkes Sulbar Tak Tahu Varian Delta Plus Terdeteksi di Mamuju

Regional
Bisnis Terpuruk, 600 Restoran dan 500 Hotel di Jabar Kibarkan Bendera Putih

Bisnis Terpuruk, 600 Restoran dan 500 Hotel di Jabar Kibarkan Bendera Putih

Regional
Sidang Korupsi Pengadaan Masker, Pejabat Dinkes Banten Diduga Memanipulasi Data Harga

Sidang Korupsi Pengadaan Masker, Pejabat Dinkes Banten Diduga Memanipulasi Data Harga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X