Kronologi Bentrok Antarpendukung di Pilkades Pati, Berawal Merekam Video di TPS

Kompas.com - 11/04/2021, 17:22 WIB
Sebuah video bentrok massa saat pelaksanaan Pilkades di salah satu desa di wilayah Kabupaten Pati, Jawa Tengah viral di jagat maya. Untuk diketahui, sebanyak 215 desa di Kabupaten Pati tercatat menggelar Pilkades serentak pada Sabtu (10/4/2021). Tangkapan Layar Video di FacebookSebuah video bentrok massa saat pelaksanaan Pilkades di salah satu desa di wilayah Kabupaten Pati, Jawa Tengah viral di jagat maya. Untuk diketahui, sebanyak 215 desa di Kabupaten Pati tercatat menggelar Pilkades serentak pada Sabtu (10/4/2021).
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Bentrokan antarpendukung terjadi saat pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) Gadudero, Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Sabtu (10/4/2021).

Kapolsek Sukolilo Iptu Sahlan mengatakan, kasus bentrokan antarpendukung calon itu berawal dari masalah sepele. Yaitu ketika ada salah satu pendukung calon datang ke lokasi tempat pemungutan suara (TPS) dengan merekam video.

Mengetahui hal itu, calon pendukung lain merasa tidak nyaman hingga akhirnya memicu perselisihan dan berakhir bentrok.

Baca juga: Video Viral Bentrok Pilkades Pati, TNI, Polisi hingga Ibu-ibu ikut Melerai

Meski demikian, ia memastikan bentrokan tersebut tak berlangsung lama setelah aparat keamanan dengan dibantu warga melerai mereka yang bertikai.

"Iya itu saat pemungutan suara. Salah paham antarpendukung dan cekcok. Aman tak ada korban. Selanjutnya situasi kembali kondusif setelah dilerai oleh TNI, Polri, Linmas dan warga setempat," kata Sahlan, Minggu (11/4/2021).

Viral di media sosial

Rekaman video yang memperlihatkan aksi bentrokan antarpendukung calon kepala desa tersebut diketahui viral di media sosial.

Dalam video itu, masa yang mayoritas pemuda tersebut terlihat tumpah ruah di jalan hingga terlibat baku pukul.

Baca juga: Dianggap Musyrik dan Dibubarkan Ormas, Ini Sejarah Pertunjukan Kuda Kepang di Indonesia

Tak berselang lama, terlihat aparat keamanan langsung turun tangan untuk melerai keributan.

Bahkan, ada seorang ibu-ibu yang mengenakan jilbab turun ke lokasi untuk ikut meredam tawuran tersebut.

"Wis mulih le.. Ayo," tutur ibu itu sembari merangkul seorang remaja berkaus merah.

Hingga Minggu, postingan berjudul "Geger Geden Pendukung Pilkades Berujung Baku Hantam di Desa Gadudero" tersebut telah dibanjiri like dan komentar.

Penulis : Kontributor Grobogan, Puthut Dwi Putranto Nugroho | Editor : Aprillia Ika



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nekat Mudik Malam Hari, Siap-siap Diisolasi di Tempat Angker Puncak Bogor

Nekat Mudik Malam Hari, Siap-siap Diisolasi di Tempat Angker Puncak Bogor

Regional
Banyak Warga Lebak Kecele di Stasiun Rangkasbitung, Mau ke Jakarta tapi KRL Tak Beroperasi

Banyak Warga Lebak Kecele di Stasiun Rangkasbitung, Mau ke Jakarta tapi KRL Tak Beroperasi

Regional
Hari Ini, Jokowi Akan Melihat Langsung Bagaimana Proses Pengolahan Sampah Menjadi Listrik Bekerja

Hari Ini, Jokowi Akan Melihat Langsung Bagaimana Proses Pengolahan Sampah Menjadi Listrik Bekerja

Regional
[POPULER NUSANTAR] Nani Pengirim Sate Sianida Merantau Sejak Lulus SMP | Memburu Pria yang Bakar Perawat Eva

[POPULER NUSANTAR] Nani Pengirim Sate Sianida Merantau Sejak Lulus SMP | Memburu Pria yang Bakar Perawat Eva

Regional
Pesawat Perintis ke Krayan Tetap Terbang Meski Larangan Mudik, Sekda Nunukan: Orang Teriak Kalau Stop

Pesawat Perintis ke Krayan Tetap Terbang Meski Larangan Mudik, Sekda Nunukan: Orang Teriak Kalau Stop

Regional
Fakta Pengolah Sampah di Surabaya yang Diresmikan Jokowi, Tebesar di Indonesia, Ubah 1.000 Ton Sampah Jadi Energi Listrik

Fakta Pengolah Sampah di Surabaya yang Diresmikan Jokowi, Tebesar di Indonesia, Ubah 1.000 Ton Sampah Jadi Energi Listrik

Regional
Ini Titik-Titik Penyekatan Antarprovinsi dan Antarkabupaten di Jatim

Ini Titik-Titik Penyekatan Antarprovinsi dan Antarkabupaten di Jatim

Regional
Viral Foto Nani Pengirim Sate Sianida Berdaster Dalam Penjara, Diambil Anggota Polsek Bantul, Jadi Status WA Isteri Polisi

Viral Foto Nani Pengirim Sate Sianida Berdaster Dalam Penjara, Diambil Anggota Polsek Bantul, Jadi Status WA Isteri Polisi

Regional
Polisi Bongkar Penjualan Rapid Test Antigen Ilegal di Semarang, Beromzet Miliaran Rupiah

Polisi Bongkar Penjualan Rapid Test Antigen Ilegal di Semarang, Beromzet Miliaran Rupiah

Regional
Kisah Asmara Nani Pengirim Sate Sianida, Menikah Siri dengan Tomy, Anggota Polisi yang Jadi Targetnya hingga Kapolresta Perlu Bukti

Kisah Asmara Nani Pengirim Sate Sianida, Menikah Siri dengan Tomy, Anggota Polisi yang Jadi Targetnya hingga Kapolresta Perlu Bukti

Regional
Loncat Setinggi 7 Meter dari Atap Lantai 2 ke Kebun Salak, Pria Ini Hilang Misterius

Loncat Setinggi 7 Meter dari Atap Lantai 2 ke Kebun Salak, Pria Ini Hilang Misterius

Regional
Kronologi Bocah 10 Tahun Dianiaya hingga Babak Belur, Berawal Antar Makanan untuk Keluarga Ayah Tiri

Kronologi Bocah 10 Tahun Dianiaya hingga Babak Belur, Berawal Antar Makanan untuk Keluarga Ayah Tiri

Regional
Varian Baru Covid-19 dari Kongo Ditemukan di Mojokerto, Pasien Pulang dari Luar Negeri

Varian Baru Covid-19 dari Kongo Ditemukan di Mojokerto, Pasien Pulang dari Luar Negeri

Regional
Wanita Ini Dijual Keperawanannya, Dipaksa Jadi PSK Pakai Ancaman Video Syur

Wanita Ini Dijual Keperawanannya, Dipaksa Jadi PSK Pakai Ancaman Video Syur

Regional
Gempa Mentawai, Ini Penjelasan BPBD soal Sirene Tsunami di Agam Berbunyi

Gempa Mentawai, Ini Penjelasan BPBD soal Sirene Tsunami di Agam Berbunyi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X