Dikira Diculik, Ternyata Kepala SMPN 1 Beoga Sembunyi di Semak-semak Saat Ditembaki KKB

Kompas.com - 11/04/2021, 10:44 WIB
Kepala SMP Negeri 1 Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, Junedi Arung Sulele. IRSUL PANCA ADITRAKepala SMP Negeri 1 Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, Junedi Arung Sulele.

KOMPAS.com - Kepala SMP Negeri 1 Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, Junedi Arung Sulele, berhasil lolos dari rentetan tembakan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Junedi berhasil lolos setelah sembunyi di semak-semak dekat rumah penduduk kurang lebih dua jam.

Namun sayang, saat peristiwa itu terjadi rekannya Yonatan Rendan (28) tewas terkena tembakan dari KKB.

Baca juga: Kronologi Remaja Tewas Saat Mengadang Truk Tronton, Viral di Medsos

Peristiwa penembakan itu terjadi saat Junedi dan Yonatan pulang dari mengambil terpal untuk jenazah Oktavianus Rayo (40), salah satu guru yang tewas ditembak KKB pada Kamis (8/4/2021) di Kampung Julugoma.

"Setelah kami pulang, ternyata di depan rumah kami dapat tembakan. Ini (Yonatan) kasian kena. Puji Tuhan saya masih bisa lolos. Saya lari ke sebelah kanan, dan korban ini ke sebelah kiri," kata Junedi kepada wartawan di halaman kamar jenazah RSUD Mimika, Sabtu (10/4/2021).

Saat peristiwa itu terjadi, Junedi mengaku tidak melihat pelaku yang menembakinya, yang ada dipikirannya hanya menyelamatkan diri.

Baca juga: Cerita Kepala SMPN 1 Beoga Lolos dari Penembakan KKB

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update Evakuasi KRI Nanggala 402, Ini Bagian Kapal yang Berhasil Diangkat

Update Evakuasi KRI Nanggala 402, Ini Bagian Kapal yang Berhasil Diangkat

Regional
Cerita Trianto Jual Rumahnya di Banyuwangi Rp 750 Juta untuk Bantu Rakyat Palestina: Murni Kemanusiaan

Cerita Trianto Jual Rumahnya di Banyuwangi Rp 750 Juta untuk Bantu Rakyat Palestina: Murni Kemanusiaan

Regional
Guru TK di Malang Terjerat Utang di 24 Aplikasi Pinjol, 19 di Antaranya Ilegal

Guru TK di Malang Terjerat Utang di 24 Aplikasi Pinjol, 19 di Antaranya Ilegal

Regional
UPDATE KRI NANGGALA-402: Bagian Anjungan, Haluan, dan Buritan Ditemukan, Ini Penampakannya

UPDATE KRI NANGGALA-402: Bagian Anjungan, Haluan, dan Buritan Ditemukan, Ini Penampakannya

Regional
Usai Melantik Bupati Cianjur, Ridwan Kamil Minta 2 Hal Ini

Usai Melantik Bupati Cianjur, Ridwan Kamil Minta 2 Hal Ini

Regional
Terjerat 24 Pinjol, Guru TK Ini Dipecat, Begini Ceritanya

Terjerat 24 Pinjol, Guru TK Ini Dipecat, Begini Ceritanya

Regional
Setelah Ambulans, Warga dan PNS Kota Padang Kirim Donasi Rp 100 Juta ke Palestina

Setelah Ambulans, Warga dan PNS Kota Padang Kirim Donasi Rp 100 Juta ke Palestina

Regional
Hanya 4 Kasus Positif Covid-19 Tercatat di Sulsel Selama Ramadhan, Plt Gubernur: Ini Pencapaian...

Hanya 4 Kasus Positif Covid-19 Tercatat di Sulsel Selama Ramadhan, Plt Gubernur: Ini Pencapaian...

Regional
Menimbulkan Kerumunan, Pengelola Waterpark di Bogor Denda Rp 25 Juta

Menimbulkan Kerumunan, Pengelola Waterpark di Bogor Denda Rp 25 Juta

Regional
Tak Pernah Dikunjungi Keluarga, Nani Pengirim Sate Beracun Dapat Pakaian dari Polisi Saat Lebaran

Tak Pernah Dikunjungi Keluarga, Nani Pengirim Sate Beracun Dapat Pakaian dari Polisi Saat Lebaran

Regional
Video Viral di TikTok Anggota DPRD Wisata ke Pantai Anyer, Berkata Mewakili Warga Banten Berlibur

Video Viral di TikTok Anggota DPRD Wisata ke Pantai Anyer, Berkata Mewakili Warga Banten Berlibur

Regional
Update 17 Mei 2021, Tidak Ada Zona Merah di Jabar

Update 17 Mei 2021, Tidak Ada Zona Merah di Jabar

Regional
Terperosok di Selokan Saat Main Hujan, Balita Ditemukan Tewas Sejauh 6 Km dari TKP

Terperosok di Selokan Saat Main Hujan, Balita Ditemukan Tewas Sejauh 6 Km dari TKP

Regional
Bahasa Asli di Asia Rawan Punah, Butuh Dukungan Pemerintah

Bahasa Asli di Asia Rawan Punah, Butuh Dukungan Pemerintah

Regional
Berbeda dengan Daerah Lain, Kota Bandung Tidak Menutup Tempat Wisata

Berbeda dengan Daerah Lain, Kota Bandung Tidak Menutup Tempat Wisata

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X