Ketakutan dan Bersembunyi dari KKB, Warga: Ada Bayi dan Balita, Stok Makanan Menipis

Kompas.com - 10/04/2021, 14:10 WIB
Lokasi sekolah di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, yang sejumlah bangunannya dibakar oleh KKB pada Kamis (8/4/2021) lalu, Papua, Jumat (9/4/2021) IstimewaLokasi sekolah di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, yang sejumlah bangunannya dibakar oleh KKB pada Kamis (8/4/2021) lalu, Papua, Jumat (9/4/2021)

KOMPAS.com - Suasana di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, mendadak mencekam setelah adanya teror kelompok kriminal bersenjata (KKB).

KKB menembak mati dua orang guru hingga membakar sekolah di wilayah itu.

Warga merasa ketakutan hingga terpaksa memutuskan bersembunyi dari KKB.

Dalam persembunyiannya, warga mengaku semakin kekurangan bahan pangan.

Baca juga: Cerita Warga Dihantui Ketakutan terhadap KKB di Distrik Beoga Papua

Ada bayi dan balita

Ilustrasi bayi.SHUTTERSTOCK Ilustrasi bayi.
Salah satu warga, Eni (nama samaran), menyebut ada 14 warga yang bersembunyi di suatu tempat rahasia.

Tak hanya orang dewasa, ada satu bayi dan dua balita yang berada dalam tempat persembunyian.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka tidak berani kembali ke Beoga karena situasi yang tidak kondusif.

Kini mereka mengalami keterbatasan ketersediaan bahan pangan.

"Makanan hanya seadaanya, tinggal mi instan, biskuit," kata dia saat dihubungi melalui telepon, Sabtu (10/4/2021).

Baca juga: Rentetan Aksi Teror KKB, Bakar Sekolah, Peras Warga, hingga Tembak Mati Seorang Guru

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Covid-19, Ini Kebijakan Pemkot Salatiga di Pasar Tradisional

Cegah Covid-19, Ini Kebijakan Pemkot Salatiga di Pasar Tradisional

Regional
Menteri KKP akan Jadikan Toraja Utara Model Pembudidayaan Ikan Nila di Pedalaman

Menteri KKP akan Jadikan Toraja Utara Model Pembudidayaan Ikan Nila di Pedalaman

Regional
Pulang Bermain Saat Hujan, Bocah 11 Tahun Tewas Tertimpa Pagar Tembok

Pulang Bermain Saat Hujan, Bocah 11 Tahun Tewas Tertimpa Pagar Tembok

Regional
Kisah Harsono, Sukses Jual Cilok hingga Punya 3 Apartemen dan 13 Rumah Kontrakan

Kisah Harsono, Sukses Jual Cilok hingga Punya 3 Apartemen dan 13 Rumah Kontrakan

Regional
Sandiaga Bantah Kembali Terpapar Covid-19, Ini Alasan Pegawai Kemenparekraf 100 Persen WFH

Sandiaga Bantah Kembali Terpapar Covid-19, Ini Alasan Pegawai Kemenparekraf 100 Persen WFH

Regional
[POPULER NUSANTARA] Rektor Unipar Lecehkan Dosen | Uang Deposito Rp 20,1 Miliar Raib

[POPULER NUSANTARA] Rektor Unipar Lecehkan Dosen | Uang Deposito Rp 20,1 Miliar Raib

Regional
Uji Nyali di Gua Rangko

Uji Nyali di Gua Rangko

Regional
Ini Pesan Buya Syafii Maarif untuk Airlangga Hartarto

Ini Pesan Buya Syafii Maarif untuk Airlangga Hartarto

Regional
Langka, 2 Anak Badak Jawa Terekam di Ujung Kulon

Langka, 2 Anak Badak Jawa Terekam di Ujung Kulon

Regional
Perkembangan Covid-19 di Kepri, Kabupaten Bintan Masih Zona Merah

Perkembangan Covid-19 di Kepri, Kabupaten Bintan Masih Zona Merah

Regional
Cerita Fauziah Calon TKW yang Loncat dari Lantai Empat BLK dengan 4 Rekannya, Sempat Telepon Ibu Sebelum Kabur

Cerita Fauziah Calon TKW yang Loncat dari Lantai Empat BLK dengan 4 Rekannya, Sempat Telepon Ibu Sebelum Kabur

Regional
Hubungkan Madura dan Jawa, Ini Sejarah Panjang Jembatan Suramadu, dari Era Soekarno hingga Jokowi

Hubungkan Madura dan Jawa, Ini Sejarah Panjang Jembatan Suramadu, dari Era Soekarno hingga Jokowi

Regional
BOR RS di Jepara 100 Persen dan 350 Nakes Positif Covid-19, Ini Penjelasan Pemkab

BOR RS di Jepara 100 Persen dan 350 Nakes Positif Covid-19, Ini Penjelasan Pemkab

Regional
Ridwan Kamil: Harus Dua Arah, Pemerintah Tak Bisa Tangani Covid-19 Tanpa Ketaatan Warganya

Ridwan Kamil: Harus Dua Arah, Pemerintah Tak Bisa Tangani Covid-19 Tanpa Ketaatan Warganya

Regional
Kronologi Penjaga Pintu Air Hilang Diduga Diseret Buaya yang Sering Diberinya Makan

Kronologi Penjaga Pintu Air Hilang Diduga Diseret Buaya yang Sering Diberinya Makan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X