Menolak Vaksin hingga Bawa Paksa Jenazah Covid-19 di Sumsel Terancam Denda Maksimal Rp 5 Juta

Kompas.com - 09/04/2021, 15:30 WIB
Ilustrasi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona

PALEMBANG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2021 dalam pelaksanakaan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyrakat (PPKM) mikro yang dimulai pada 6-19 April 2021.

Dalam BAB XII Pasal 64 tentang sanksi pidana, setiap orang yang menolak untuk dilakukan tes, pemeriksaan, pengebotan dan atau vaksinasi dalam rangka mendeteksi adanya wabah penyakit menular yang diselenggarakan oleh Pemprov diancam denda paling banyak Rp1 juta.

Kemudian, pada Pasal 65, setiap orang dengan sengaja tanpa izin membawa jenazah yang berstatus terdampak atau terpapar wabah penyakit menular yang semestinya harus diselenggarakan oleh petugas khusus, diancam denda Rp 2,5 juta dan paling banyak Rp 5 juta.

Baca juga: Mantan Gubernur Sumsel Mahyuddin Meninggal Dunia akibat Corona

Selain itu, pada Pasal 66 tertulis, setiap orang yang terkonfirmasi positif Covid-19, namun dengan sengaja meninggalkan fasilitas isolasi atau kesehatan tanpa izin, diancam pidana denda Rp 2,5 juta.

Kemudian, pada Pasal 67, kegiatan usaha yang melanggar kewajiban penerapan perilaku disiplin protokol kesehatan diancam penjara selama 3 hari dan denda paling banyak Rp 1 juta.

Sementara untuk penanggung jawab usaha dikenakan denda Rp 25 juta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Gubernur Sumsel: Shalat Tarawih dan Buka Bersama Boleh, yang Penting Prokes

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Sumatera Selatan Aris Saputra mengatakan, sebelum sanksi pidana itu diberikan, para pelanggar protokol kesehatan terlebih dahulu diberikan teguran dan peringatan.

Namun, jika masih tidak menuruti Perda yang dikeluarkan oleh Gubernur Sumsel, maka pelanggar akan dikenakan sanksi pidana.

"Aturannya jelas, kami mengacu pada Perda Nomor 1 Tahun 2021 yang dikeluarkan Gubernur Sumsel untuk penegakan disiplin protokol kesahatan," kata Aris melalui pesan singkat, Jumat (9/4/2021).

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Level 4 Diperpanjang, Penyekatan Jalan di Banyumas Kini Jadi 14 Titik

PPKM Level 4 Diperpanjang, Penyekatan Jalan di Banyumas Kini Jadi 14 Titik

Regional
Saat Warga Madiun Gunakan Tradisi Dongkrek Usir Wabah Covid-19...

Saat Warga Madiun Gunakan Tradisi Dongkrek Usir Wabah Covid-19...

Regional
Kronologi Seorang Mertua Tikam Menantunya di Pasar, Ini Penyebabnya

Kronologi Seorang Mertua Tikam Menantunya di Pasar, Ini Penyebabnya

Regional
Setelah Gratiskan Hotelnya untuk Tempat Isoman, Kini Bob Bee Builder Sumbangkan 100 Peti Mati

Setelah Gratiskan Hotelnya untuk Tempat Isoman, Kini Bob Bee Builder Sumbangkan 100 Peti Mati

Regional
Cerita Mbah Warsi, Pedagang Bubur Sungsum di Wonogiri Tetap Eksis Selama Pandemi Covid-19

Cerita Mbah Warsi, Pedagang Bubur Sungsum di Wonogiri Tetap Eksis Selama Pandemi Covid-19

Regional
Kronologi Video Viral Warga Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19 dari Puskesmas

Kronologi Video Viral Warga Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19 dari Puskesmas

Regional
Kasus Keluarga Pasien Lukai Perawat RSUD Ambarawa Harus Jadi Pelajaran Semua Pihak

Kasus Keluarga Pasien Lukai Perawat RSUD Ambarawa Harus Jadi Pelajaran Semua Pihak

Regional
Nekat Gelar Hajatan Saat PPKM, Anggota DPRD Diperiksa Polisi

Nekat Gelar Hajatan Saat PPKM, Anggota DPRD Diperiksa Polisi

Regional
Penyebaran Covid-19 di Kota Blitar Tinggi, Apa Penyebabnya?

Penyebaran Covid-19 di Kota Blitar Tinggi, Apa Penyebabnya?

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pasien Covid-19 Diduga Dianiaya Warga Saat Isoman | Polisi Usut Kasus Vandalisme di Baliho Puan Maharani

[POPULER NUSANTARA] Pasien Covid-19 Diduga Dianiaya Warga Saat Isoman | Polisi Usut Kasus Vandalisme di Baliho Puan Maharani

Regional
Kemukus, Si Emas Hitam yang Pernah Berjaya di Jalur Rempah Nusantara, Kini Mulai Langka

Kemukus, Si Emas Hitam yang Pernah Berjaya di Jalur Rempah Nusantara, Kini Mulai Langka

Regional
Puluhan Warga Makan Bersama di Jalan hingga Polisi Turun Tangan, Begini Ceritanya

Puluhan Warga Makan Bersama di Jalan hingga Polisi Turun Tangan, Begini Ceritanya

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 25 Juli 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 25 Juli 2021

Regional
Kapolda NTT Ingatkan Anggotanya Tak Arogan Selama PPKM

Kapolda NTT Ingatkan Anggotanya Tak Arogan Selama PPKM

Regional
138 Warga Klaten Isoman di Rumah Dipindahkan ke Asrama Haji Donohudan

138 Warga Klaten Isoman di Rumah Dipindahkan ke Asrama Haji Donohudan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X