Penjelasan Ridwan Kamil soal Larangan Mudik Jadi Pilihan Terbaik

Kompas.com - 09/04/2021, 13:28 WIB


BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan sepakat dengan pemerintah pusat soal kebijakan larangan mudik Lebaran.

"Saya sepakat mudik ditahan dulu sehingga angka Covid-19 bisa dikendalikan," ujar Ridwan Kamil di sela Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) Jabar 2021 di Garut, Jumat (9/4/2021).

Pria yang akrab disapa Emil ini menjelaskan, larangan ini diambil setelah mempertimbangkan pengalaman libur Natal dan Tahun Baru.

Baca juga: Ridwan Kamil Larang ASN Mudik Lebaran, Pemudik yang Datang Dikarantina 5 Hari

Saat itu, angka Covid-19 meningkat. Bahkan, angka keterisian rumah sakit mencapai 80 persen.

Sekarang, tren Covid-19 tengah turun, sehingga ia setuju dengan pemerintah pusat untuk melarang mudik.

Mengenai surat dari Organda yang meminta pelonggaran kebijakan mudik, Emil mengatakan, ia akan melihatnya dulu.

"Kalau perspektifnya dari kepentingan masing-masing, negera ini kayak main bola, bergerak ingin diperhatikan tapi tidak meraih kemenangan," ucap dia.

Baca juga: Surat Wasiat Ungkap Alasan Seorang Ibu Bunuh Diri Bersama 2 Anaknya

Untuk mengawasi kebijakan tersebut, pihaknya akan memberlakukan penyekatan di jalan tol, mengoptimalkan tes antigen, GeNose C19, dan yang lainnya.


Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jabar Herawanto menyampaikan, kebijakan tersebut memang berdampak bagi perekonomian di Jabar.

Namun, menurut Herawanto, setiap kebijakan pemerintah memiliki dampak alternatif.

Apabila mudik diizinkan, kemungkinan transaksi akan meningkat.

Namun, yang perlu diperhatikan adalah dampak ikutannya, yakni kasus Covid-19 bisa kembali meningkat.

"Belajar dari pengalaman lalu (libur Natal dan Tahun Baru), kasus meningkat, akibatnya malah lebih parah bagi perekonomian," ucap dia.

Menurut Herawanto, kebijakan pemerintah memang tidak boleh hanya mempertimbangkan jangka pendek.

Untuk itu, BI mendukung Gubernur Jabar mengambil keputusan dari perhitungan yang matang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelaku Pembunuhan Murid SD di Ruang Kelas Diringkus Polisi, Motif Diduga karena Dendam

Pelaku Pembunuhan Murid SD di Ruang Kelas Diringkus Polisi, Motif Diduga karena Dendam

Regional
Tak Langsung Menepi Saat Hujan Deras, Buruh Tani Tewas Tersambar Petir di Probolinggo

Tak Langsung Menepi Saat Hujan Deras, Buruh Tani Tewas Tersambar Petir di Probolinggo

Regional
Jelang Tahun Politik, KPU Jabar Lakukan Sosialisasi Kepemiluan untuk Para Pelajar

Jelang Tahun Politik, KPU Jabar Lakukan Sosialisasi Kepemiluan untuk Para Pelajar

Regional
Rem Blong, Fuso Masuk Jurang Sedalam 20 Meter di Bengkulu, Evakuasi Korban Terkendala Medan

Rem Blong, Fuso Masuk Jurang Sedalam 20 Meter di Bengkulu, Evakuasi Korban Terkendala Medan

Regional
Tangkap Ikan Pakai Bom Rakitan, 4 Warga Sumba Barat Daya Ditangkap Anggota TNI

Tangkap Ikan Pakai Bom Rakitan, 4 Warga Sumba Barat Daya Ditangkap Anggota TNI

Regional
Cerita Warga di Mamuju Tandu Jenazah 13 Km karena Puskesmas Tolak Pinjami Ambulans

Cerita Warga di Mamuju Tandu Jenazah 13 Km karena Puskesmas Tolak Pinjami Ambulans

Regional
Seorang Pria di Kendal Ditemukan Tewas dengan Luka Sabetan, Warga Dengar Teriakan Minta Tolong

Seorang Pria di Kendal Ditemukan Tewas dengan Luka Sabetan, Warga Dengar Teriakan Minta Tolong

Regional
Tak Konsentrasi, Pemotor di Sukabumi Tewas Tabrak Pikap, Sopir Mobil Kabur

Tak Konsentrasi, Pemotor di Sukabumi Tewas Tabrak Pikap, Sopir Mobil Kabur

Regional
4 Tingkatan Pramuka Berdasar Usia

4 Tingkatan Pramuka Berdasar Usia

Regional
Nakhoda 'Tugboat' Hilang di Laut Jawa, Tim SAR Lakukan Pencarian

Nakhoda "Tugboat" Hilang di Laut Jawa, Tim SAR Lakukan Pencarian

Regional
Pria ODGJ Berkeliaran di Pusat Kota Lhokseumawe, Kejar Warga Pakai Kayu

Pria ODGJ Berkeliaran di Pusat Kota Lhokseumawe, Kejar Warga Pakai Kayu

Regional
Lompat ke Laut Kejar Perahu yang Hanyut, Nelayan di Maluku Tengah Ditemukan Tewas

Lompat ke Laut Kejar Perahu yang Hanyut, Nelayan di Maluku Tengah Ditemukan Tewas

Regional
Sambut HUT RI, Warga Cilacap Gelar 'Kroya Fashion Week'

Sambut HUT RI, Warga Cilacap Gelar "Kroya Fashion Week"

Regional
Mengenal Serabi Ngampin, Makanan Ritual Syaban untuk Permudah Cari Jodoh

Mengenal Serabi Ngampin, Makanan Ritual Syaban untuk Permudah Cari Jodoh

Regional
Raih Medali Emas di World Pencak Silat Championship Malaysia, Serda Jeni: Terima Kasih

Raih Medali Emas di World Pencak Silat Championship Malaysia, Serda Jeni: Terima Kasih

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.