Pemkot Padang Tidak Membuka Pasar Pabukoan, Ini Alasannya

Kompas.com - 09/04/2021, 10:27 WIB
Sajian warung khas Kapau di Pasar Pabukoan, Nagari Kapau, Agam, Sumatera Barat, Rabu (10/7/2013). Nagari Kapau menjadi asal muasal warga pengusaha Warung Kapau yang tersebar luas di pelosok Indonesia. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHOSajian warung khas Kapau di Pasar Pabukoan, Nagari Kapau, Agam, Sumatera Barat, Rabu (10/7/2013). Nagari Kapau menjadi asal muasal warga pengusaha Warung Kapau yang tersebar luas di pelosok Indonesia.

PADANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat, kembali tidak membuka Pasar Pabukoan pada Ramadhan tahun ini.

Hal ini tidak terlepas dari kondisi Kota Padang yang masih mengalami pandemi Covid-19.

"Sama seperti tahun lalu, kami tidak membuka Pasar Pabukoan," ujar Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Andree Algamar saat dihubungi, Jumat (9/4/2021).

Baca juga: ASN Padang Dilarang Keluyuran dan Makan di Tempat Umum Selama Bulan Puasa, Warga Diminta Ikut Memantau

Andree mengatakan, pembukaan Pasar Pabukoan dikhawatirkan menimbulkan klaster penyebaran Covid-19.

Saat ini, Kota Padang berada di zona oranye daalm tingkat penyebaran Covid-19.

"Jika Pasar Pabukoan dibuka, tentu akan terjadi penumpukan orang. Hal itu akan mempermudah penyebaran Covid-19. Kami tidak ingin terjadi klaster baru," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, pihak Dinas Perdagangan Kota Padang sendiri tidak akan melarang masyarakat untuk menjual makanan untuk berbuka puasa.

"Kita akan melakukan pengawasan kepada pedagang yang menjual makanan untuk berbuka. Kita akan mengingatkan para pedagang maupun pembeli untuk menerapkan protokol kesehatan," ujar Andree.

Baca juga: Disambut Antusias, Vaksinasi Pedagang di Padang Melampaui Target

Andree mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Dinas Perdagangan Kota Padang adalah dengan melakukan vaksinasi massal untuk penghuni pasar.

"Untuk vaksinasi kepada warga pasar sendiri sudah melampaui target yang ditetapkan. Antusias warga pasar untuk divaksin sangat tinggi," kata Andree.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perawat Korban Penganiayaan Langsung Cabut Laporan Saat Melihat Pelaku, Ternyata Ini Penyebabnya

Perawat Korban Penganiayaan Langsung Cabut Laporan Saat Melihat Pelaku, Ternyata Ini Penyebabnya

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Juni 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Juni 2021

Regional
Jadwal Vaksinasi Massal di Lebak, Ini Lokasi dan Syaratnya

Jadwal Vaksinasi Massal di Lebak, Ini Lokasi dan Syaratnya

Regional
Satgas Covid-19 Jatim: Pekan Lalu Hanya Bangkalan, Kini Tambah Ponorogo dan Ngawi Jadi Zona Merah

Satgas Covid-19 Jatim: Pekan Lalu Hanya Bangkalan, Kini Tambah Ponorogo dan Ngawi Jadi Zona Merah

Regional
Diusung PKS di Pilpres 2024, Gubernur NTB: Wajar karena Saya Gubernur, tapi Bukan Berarti GR Pasti Jadi Capres

Diusung PKS di Pilpres 2024, Gubernur NTB: Wajar karena Saya Gubernur, tapi Bukan Berarti GR Pasti Jadi Capres

Regional
Penjelasan Gibran soal Tinggalkan Mobil Dinas di Lokasi Perusakan Makam

Penjelasan Gibran soal Tinggalkan Mobil Dinas di Lokasi Perusakan Makam

Regional
Fakta KKB Serang Pekerja Bangunan di Yahukimo, 5 Orang Tewas dan 4 Warga Disandera

Fakta KKB Serang Pekerja Bangunan di Yahukimo, 5 Orang Tewas dan 4 Warga Disandera

Regional
Kasus Covid-19 Meningkat, Wisata Keraton Yogyakarta Ditutup Sementara

Kasus Covid-19 Meningkat, Wisata Keraton Yogyakarta Ditutup Sementara

Regional
92 Siswa TNI AL di Makassar Terkonfirmasi Covid-19, Semua Isolasi Mandiri

92 Siswa TNI AL di Makassar Terkonfirmasi Covid-19, Semua Isolasi Mandiri

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 25 Juni 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 25 Juni 2021

Regional
Cegah Lonjakan Kasus, Asrama Haji Palembang Akan Disiapkan untuk Pasien Covid-19

Cegah Lonjakan Kasus, Asrama Haji Palembang Akan Disiapkan untuk Pasien Covid-19

Regional
Uang Nasabah Hilang Rp 3,2 Miliar, Ternyata Dicuri Mantan Manajer Bank, Begini Modusnya

Uang Nasabah Hilang Rp 3,2 Miliar, Ternyata Dicuri Mantan Manajer Bank, Begini Modusnya

Regional
Kapal Pengangkut Sembako dan Elpiji Terbakar di Pelabuhan Bajoe Bone, 2 ABK Kritis

Kapal Pengangkut Sembako dan Elpiji Terbakar di Pelabuhan Bajoe Bone, 2 ABK Kritis

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Juni 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Juni 2021

Regional
BOR RS Rujukan Covid-19 di Kota Malang Hampir Penuh, 4 Hari Lalu Masih Tersisa Separuh

BOR RS Rujukan Covid-19 di Kota Malang Hampir Penuh, 4 Hari Lalu Masih Tersisa Separuh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X