Palembang dan 6 Daerah Lain di Sumsel Masuk Zona Oranye, Terapkan PPKM Mikro 6-19 April

Kompas.com - 09/04/2021, 09:41 WIB
Ilustrasi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona

PALEMBANG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro untuk tujuh wilayah Kabupaten/ kota yang masuk dalam zona oranye.

Adapun tujuh daerah tersebut yakni, kota Palembang, Kabupaten Muara Enim, kota Prabumulih, kota Lubuk Linggau, Kabupaten Banyuasin, Ogan Komering Uu (OKU) dan Musi Rawas.

Pelaksana Tugas Asisten I Bidang Pemerintah dan Kesejahteraan Pemprov Sumsel Akhmad Najib mengatakan, penerapan PPKM Mikro tersebut berdasarkan tindak lanjut dari intruksi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) nomor 7 tahun 2021.

Baca juga: Dituntut Hukuman Mati, Sidang Vonis Eks Anggota DPRD Palembang Jadi Bandar Sabu Ditunda, Ini Sebabnya

Sehingga, Gubernur Sumatera Selatan langsung mengeluarkan surat edaran   yang ditangani pada Kamis (8/4/2021) untuk PPKM mikro di tujuh Kabupaten/ kota.

"Dengan adanya surat edaran ini, setiap kepala daerah harus segera membentuk posko penanggulangan Covid-19 dari tingkat kelurahan sampai Rukun Tetangga (RT)," kata Najib kepada wartawan di kantor Pemprov Sumsel, Kamis (08/04/2021). 

Najib menjelaskan, dana dalam pelaksanaan PPKM mikro itu akan dibebankan ke setiap tingkatan baik desa maupun kelurahan.

Selain itu, tracing untuk kasus suspek baru lebih diketatkan dengan melakukan isolasi terhadap orang yang positif terpapar Covid-19.

"PPKM mulai diberlakukan sejak 6 April sampai dengan 19 April 2021," jelasnya.

Baca juga: Kasus Masjid Sriwijaya Mangkrak, Penyidik Panggil Mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie

Selain itu, untuk 10 daerah di Sumatera Selatan yang tak menjalankan PPKM mikro diminta untuk melakukan memberikan edukasi kepada masyrakat tentang bahaya penularan Covid-19. Bahkan, pemerintah setempat diminta membuat perda tentang protokol kesehatan.

"Untuk PPKM Mikro ini gubernur mengeluarkan perda nomor 1 tahun 2021 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Dalam Pencegahan dan Pengendalian Wabah Penyakit Menular Perda penyakit menular,  berupa sanksi pidana dan sanksi administrasi," ungkapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gerebek Kampung Narkoba, Polisi: Kampung Ini Sudah Tidak Bisa Disentuh, Banyak Oknum-oknum yang Membeking Mereka

Gerebek Kampung Narkoba, Polisi: Kampung Ini Sudah Tidak Bisa Disentuh, Banyak Oknum-oknum yang Membeking Mereka

Regional
Budi Daya Ulat Sutra Nunukan, Impian Hasilkan Kain Khas Kalimantan yang Selalu Kandas

Budi Daya Ulat Sutra Nunukan, Impian Hasilkan Kain Khas Kalimantan yang Selalu Kandas

Regional
Gerebek Kampung Narkoba, Polisi Tangkap 65 Orang 1 di Antaranya Istri Bandar Besar, 1,5 Kg Sabu Diamankan

Gerebek Kampung Narkoba, Polisi Tangkap 65 Orang 1 di Antaranya Istri Bandar Besar, 1,5 Kg Sabu Diamankan

Regional
Fakta Lengkap Nasabah BRI Cianjur Jadi Korban Skimming, Berawal dari Uang Tabungan Raib hingga Diganti Bank

Fakta Lengkap Nasabah BRI Cianjur Jadi Korban Skimming, Berawal dari Uang Tabungan Raib hingga Diganti Bank

Regional
Detik-detik Penggerebekan Kampung Narkoba, Polisi Sempat Dihujani Petasan, 65 Orang Ditangkap

Detik-detik Penggerebekan Kampung Narkoba, Polisi Sempat Dihujani Petasan, 65 Orang Ditangkap

Regional
Kampung Narkoba di Palembang Digerebek Polisi, Petugas Dihujani Petasan, 65 Orang Ditangkap, Ini Kronologinya

Kampung Narkoba di Palembang Digerebek Polisi, Petugas Dihujani Petasan, 65 Orang Ditangkap, Ini Kronologinya

Regional
'Ayah Saya Panggil Cello...Cello, Balita Itu Terduduk di Onggokan Kayu Menjawab Opa...'

"Ayah Saya Panggil Cello...Cello, Balita Itu Terduduk di Onggokan Kayu Menjawab Opa..."

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pengakuan Ira Setelah Menikah dengan Pria 58 Tahun | Remaja Tewas Tertabrak Truk Tronton

[POPULER NUSANTARA] Pengakuan Ira Setelah Menikah dengan Pria 58 Tahun | Remaja Tewas Tertabrak Truk Tronton

Regional
Cerita Haru Bocah 2 Tahun Selamat Usai Terseret Banjir di Adonara, Ayah: Ini Mukjizat

Cerita Haru Bocah 2 Tahun Selamat Usai Terseret Banjir di Adonara, Ayah: Ini Mukjizat

Regional
BNPB Siapkan Bantuan Rp 1 Miliar untuk Penanganan Gempa Malang

BNPB Siapkan Bantuan Rp 1 Miliar untuk Penanganan Gempa Malang

Regional
Derita Pujiati, Rumahnya Ambruk Saat Gempa Malang: Lemas, Saya Orang Tidak Punya

Derita Pujiati, Rumahnya Ambruk Saat Gempa Malang: Lemas, Saya Orang Tidak Punya

Regional
Bapak dan Anak Tenggelam di Pantai, Satu Tewas, Satu Belum Ditemukan

Bapak dan Anak Tenggelam di Pantai, Satu Tewas, Satu Belum Ditemukan

Regional
Nasi Kuning Laku Keras Setelah Doddy Disebut Mirip Lee Min Ho, 1 Jam Beras Ludes 15 Kg, Biasanya Sepi

Nasi Kuning Laku Keras Setelah Doddy Disebut Mirip Lee Min Ho, 1 Jam Beras Ludes 15 Kg, Biasanya Sepi

Regional
Kronologi Penggerebekan Kampung Narkoba di Palembang, Polisi Dihujani Petasan dan 65 Orang Ditangkap

Kronologi Penggerebekan Kampung Narkoba di Palembang, Polisi Dihujani Petasan dan 65 Orang Ditangkap

Regional
Si Penjual Nasi Kuning yang Disebut Mirip Lee Min Ho Ingin Bahagiakan Orangtua, Berharap Tak Dibully

Si Penjual Nasi Kuning yang Disebut Mirip Lee Min Ho Ingin Bahagiakan Orangtua, Berharap Tak Dibully

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X