Panjat Dinding Warung, Bocah Ini Dipukuli Massa dan Memaafkan, Sebut 'Hidup Sudah Ada yang Mengatur'

Kompas.com - 09/04/2021, 08:02 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi saat mendampingi Rh dan keluarganya mencabut laoran polisi di Mapolres Karawang, Kamis (8/4/2021). KOMPAS.COM/FARIDAWakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi saat mendampingi Rh dan keluarganya mencabut laoran polisi di Mapolres Karawang, Kamis (8/4/2021).

KOMPAS.com- Seorang bocah berinisial Rh (13) asal Kotabaru, Karawang, Jawa Barat dipukuli oleh massa setelah ketahuan memanjat dinding sebuah warung.

Namun, Rh akhirnya memaafkan pengeroyok dan pemilik warung hingga meminta pamannya mencabut laporan ke polisi.

Bagaimana perjalanan kisahnya?

Baca juga: Didampingi Dedi Mulyadi, Bocah yang Dihakimi Massa Cabut Laporan ke Polisi

Panjat dinding warung dan dihajar massa

Ilustrasi pemukulanKOMPAS.com/NURWAHIDAH Ilustrasi pemukulan
Rh mulanya kedapatan memanjat pagar sebuah warung milik warga pada dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB.

Oleh warga, Rh diyakini hendak pencuri. Dia pun dipukuli oleh massa.

Ternyata berdasarkan pengakuan Rh, bocah tersebut sempat dijemput oleh dua orang anak jalanan yang baru saja dikenalnya setelah pulang dari masjid.

Rh sendiri diketahui pernah mengenyam pendidikan pesantren di Cikopak, Purwakarta.

Namun, lantaran nakal, Rh dikeluarkan.

Rupanya di balik sikap itu, Rh memiliki cerita pilu. Ibunya telah meninggal dunia. Sedangkan sang ayah mengalami gangguan jiwa.

Baca juga: Ira Menerima Lamaran karena Bora Sudah Tua, Tinggal Sendiri, Ingin Rawat sampai Akhir Hayat

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X