Pagi Hari KKB Tembak Mati Guru SD, Sorenya Bakar 3 Sekolah dan Rumah, Warga Juga Diperas

Kompas.com - 09/04/2021, 05:15 WIB
Ilustrasi penembakan ShutterstockIlustrasi penembakan

KOMPAS.com - Anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Sabinus Waker menembak mati guru SD bernama Oktovianus Rayo (42) di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, Kamis (8/4/2021).

Baca juga: Tak Hanya Tembak Mati Guru Oktovianus, KKB Bakar 3 Sekolah di Papua

Korban ditembak dua kali dengan senjata laras pendek di bagian rusuk oleh KKB yang tiba-tiba masuk ke dalam kios milik korban.

Baca juga: KKB Tembak Mati Guru SD Saat Sedang Menjaga Kios, Ini Kronologinya

"Tadi pagi sekitar 09.30 WIT ada kejadian penembakan di Beoga, Puncak, yang dilakukan terhadap seorang guru yang sedang menjaga kios di rumah. Korban meninggal dunia," ujar Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri di Jayapura, Kamis.

Baca juga: Detik-detik Guru Oktovianus Tewas Diduga Ditembak KKB Saat Jaga Kios di Rumah

Saat kejadian, ada tiga tetangga korban yang mendengar suara tembakan dan langsung melarikan diri.

Semua tetangga sudah ditemukan oleh masyarakat dalam keadaan selamat.

Fakhiri meyakini pelaku penembakan merupakan KKB pimpinan Sabinus Waker yang sedang dalam perjalanan dari Intan Jaya menuju Puncak.

 

"Sabinus Waker tengah menuju Ilaga atas undangan Lekagak Telenggen. Kita mendapat informasi bahwa dalam perjalanan menuju Ilaga ini, dia melakukan penembakan," kata Kapolda.

 

Bakar 3 sekolah

KKB kembali berulah di hari yang sama pada sore hari.

Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi, Kombes Pol M Iqbal Alqudussy mengatakan, KKB dari kelompok Nau Waker membakar sekolah di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, yaitu SD Jambul, SMP N 1, dan SMA 1 Beoga.

KKB juga membakar rumah guru.

"Kejadian sekira jam 18.15 WIT," kata Iqbal, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Aksi ini dilakukan KKB dari kelompok Nau Waker setelah diburu pasukan gabungan TNI-Polri dalam Operasi Nemangkawi di Intan Jaya.

Menurut dia, diduga kuat saat ini Nau Waker dan kelompoknya sedang menuju Ilaga, ibu kota Kabupaten Puncak.

Nau Waker merupakan bawahan dari KKB pimpinan Guspi Waker.

 

Kelompok Nau Waker diduga lari ke daerah Beoga karena posisinya terdesak oleh aparat TNI-Polri.

Selain melakukan pembakaran tiga sekolah, kelompok Nau Waker juga melakukan pemerasan terhadap warga Beoga.

Nau Waker telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Mimika karena sederet kasus kejahatan yang telah dilakukannya.

"Pada 2018, Guspi Waker memberi perintah kepada Nau Waker untuk melakukan penembakan di Mile 69 PT Freeport Indonesia di Tembagapura, dengan kerugian barang satu buah kendaraan WLP. Polri telah melakukan uji laboratorium balistik terhadap senjata jenis steyer yang digunakan oleh Nau Waker," ujar Iqbal. (Kontributor Kompas TV Timika, Irsul Panca Aditra, Kontributor Jayapura, Dhias Suwandi |Editor Robertus Belarminus, Dheri Agriesta)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria yang Bakar Kekasih Pakai Bensin Ditangkap, Sembunyi di Tengah Hutan

Pria yang Bakar Kekasih Pakai Bensin Ditangkap, Sembunyi di Tengah Hutan

Regional
Gadis Cianjur yang Dibakar Kekasih Akhirnya Meninggal, Dokter: Korban Alami Luka Bakar 60 Persen dan Trauma Pernapasan

Gadis Cianjur yang Dibakar Kekasih Akhirnya Meninggal, Dokter: Korban Alami Luka Bakar 60 Persen dan Trauma Pernapasan

Regional
Tiga Kabupaten di Lampung Diizinkan Shalat Id di Masjid dan Lapangan

Tiga Kabupaten di Lampung Diizinkan Shalat Id di Masjid dan Lapangan

Regional
Aturan Idul Fitri di Jabar: Takbir Keliling Dilarang, Shalat Id Berjemaah Hanya untuk Zona Hijau dan Kuning

Aturan Idul Fitri di Jabar: Takbir Keliling Dilarang, Shalat Id Berjemaah Hanya untuk Zona Hijau dan Kuning

Regional
20 Petasan Meledak Tewaskan 2 Orang, Polisi Amankan Barang Bukti 4 Kilogram Bubuk Mesiu

20 Petasan Meledak Tewaskan 2 Orang, Polisi Amankan Barang Bukti 4 Kilogram Bubuk Mesiu

Regional
Dua RT Zona Oranye di Gunungkidul Dilarang Gelar Shalat Id Berjemaah

Dua RT Zona Oranye di Gunungkidul Dilarang Gelar Shalat Id Berjemaah

Regional
Malam Lebaran di Kebumen, Takbir Keliling Dilarang, Alun-alun Gelap Gulita

Malam Lebaran di Kebumen, Takbir Keliling Dilarang, Alun-alun Gelap Gulita

Regional
Mujahidin Indonesia Timur Serang Desa di Poso, 2 Warga Tewas

Mujahidin Indonesia Timur Serang Desa di Poso, 2 Warga Tewas

Regional
5 Nelayan NTT Hilang Saat Cari Ikan di Perairan Indonesia-Australia, Kini Ditemukan Selamat

5 Nelayan NTT Hilang Saat Cari Ikan di Perairan Indonesia-Australia, Kini Ditemukan Selamat

Regional
'Update' 10 Hari Kasus Sate Bersianida, Sosok R Si Pemberi Ide Belum Juga Ketemu, Polisi Bantah Tomy dan Nani Nikah Siri

"Update" 10 Hari Kasus Sate Bersianida, Sosok R Si Pemberi Ide Belum Juga Ketemu, Polisi Bantah Tomy dan Nani Nikah Siri

Regional
Bacok Mahasiswa di Jambi, 2 Anggota Geng Motor Ditangkap

Bacok Mahasiswa di Jambi, 2 Anggota Geng Motor Ditangkap

Regional
Penuh Haru, Polisi Peluk Pemudik yang Lama Tak Jumpa Anak: Suaranya Bergetar, Saya Tahu Rasanya

Penuh Haru, Polisi Peluk Pemudik yang Lama Tak Jumpa Anak: Suaranya Bergetar, Saya Tahu Rasanya

Regional
Kenang Sosok Tengku Zulkarnain, Gubernur Edy: Orangnya Tak Bisa Dibendung

Kenang Sosok Tengku Zulkarnain, Gubernur Edy: Orangnya Tak Bisa Dibendung

Regional
Mobil Rombongan Kapolres Maybrat Ditembaki OTK Usai Bagi Sembako, Petugas Sempat Balas Tembakan

Mobil Rombongan Kapolres Maybrat Ditembaki OTK Usai Bagi Sembako, Petugas Sempat Balas Tembakan

Regional
Rukyatul Hilal Penentuan 1 Syawal Dilakukan di Gedung Tertinggi di Kota Surabaya

Rukyatul Hilal Penentuan 1 Syawal Dilakukan di Gedung Tertinggi di Kota Surabaya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X