Peneliti Unpad: Hasil Riset, Orang Tetap Mudik Walau Dilarang

Kompas.com - 08/04/2021, 20:15 WIB
Ilustrasi Mudik KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGIlustrasi Mudik

BANDUNG, KOMPAS.com - Wakil Ketua Sub Divisi Kebijakan Ekonomi Komite Pemulihan Ekonomi Daerah (KPED) Jabar Yayan Satyakti menyampaikan hasil riset mengenai mudik. Hasilnya, larangan mudik tak akan berpengaruh pada mobilitas masyarakat.

"Jadi, saya membuat estimasi larangan mudik tak akan berpengaruh ke mobilitas Jabar. Orang tetap mudik walaupun dilarang," ujar Yayan dalam acara Forum Diskusi Wartawan Bandung (FDWB) di Bandung, Kamis (8/4/2021).

Dari hasil penelitian, sambung Yayan, koefisien penurunan mobilitasnya hanya 13,6 persen dibanding sebelum Idul Fitri. Sedangkan warga sisanya memilih mudik.

"Pemerintah melarang biar nggak ngabring teuing (tak rombongan)," ucap akademisi Universitas Padjadjaran (Unpad) ini menjelaskan.

Baca juga: Pengamat Transportasi Sarankan Pemerintah Keluarkan Pengendalian ketimbang Larangan Mudik

Yayan menjelaskan, penurunan mobilitas yang cukup signifikan terjadi pada awal pandemi di Maret 2020. Karena saat itu, semua orang tak beraktivitas.

Orang-orang 100 persen mengikuti arahan pemerintah tidak beraktivitas ataupun berkegiatan di luar rumah.

Begitu pun saat WFH diberlakukan. Mobilitas orang hingga Ramadhan menurun hingga 70 persen. Namun, ketika mudik 2020, pergerakan orang turun hanya 13 persen. 

"Artinya orang ingin mudik karena social behavior," imbuhnya.

Yayan menilai, saat ini mobilitas masyarakat masih rentan untuk meningkatkan penularan pandemi. Makanya, pemerintah harus memperketat. 

"Ada 8 juta orang yang mungkin akan mudik. Saat ini, kebijakan pemerintah semakin mintul (tumpul) karena tak efektif lagi," tandasnya.

Belum ada instrumen hukum

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar, Hery Antasari mengatakan, saat ini instrumen hukum larangan mudik belum keluar, karena Kemenhub mempertimbangkan banyak hal.

Hery mengungkapkan, dari kajian Balitbang, jumlah potensi mudik dalam kondisi normal mencapai 83 juta orang. Dari jumlah itu, potensi mudik warga Jabar sekitar 17 juta orang.

Baca juga: 4 Hal soal Larangan Mudik Lebaran 2021, Sanksi Turun Pangkat hingga Diminta Putar Balik

 

Di masa pandemi, warga menahan diri untuk tidak mudik. Namun masih ada warga yang mudik.

"Larangan mudik ini membuat warga yang mudik menurun jadi 11 persen (dari sebelumnya 33 persen jika tanpa larangan mudik)," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dihajar Impor, Jeruk Petani Lembang Dibiarkan Membusuk di Kebun

Dihajar Impor, Jeruk Petani Lembang Dibiarkan Membusuk di Kebun

Regional
Korban Gempa Malang Tidur di Teras Rumah Khawatir Tertimpa Runtuhan

Korban Gempa Malang Tidur di Teras Rumah Khawatir Tertimpa Runtuhan

Regional
Gerebek Kampung Narkoba, Polisi: Kampung Ini Sudah Tidak Bisa Disentuh, Banyak Oknum-oknum yang Membeking Mereka

Gerebek Kampung Narkoba, Polisi: Kampung Ini Sudah Tidak Bisa Disentuh, Banyak Oknum-oknum yang Membeking Mereka

Regional
Budi Daya Ulat Sutra Nunukan, Impian Hasilkan Kain Khas Kalimantan yang Selalu Kandas

Budi Daya Ulat Sutra Nunukan, Impian Hasilkan Kain Khas Kalimantan yang Selalu Kandas

Regional
Gerebek Kampung Narkoba, Polisi Tangkap 65 Orang 1 di Antaranya Istri Bandar Besar, 1,5 Kg Sabu Diamankan

Gerebek Kampung Narkoba, Polisi Tangkap 65 Orang 1 di Antaranya Istri Bandar Besar, 1,5 Kg Sabu Diamankan

Regional
Fakta Lengkap Nasabah BRI Cianjur Jadi Korban Skimming, Berawal dari Uang Tabungan Raib hingga Diganti Bank

Fakta Lengkap Nasabah BRI Cianjur Jadi Korban Skimming, Berawal dari Uang Tabungan Raib hingga Diganti Bank

Regional
Detik-detik Penggerebekan Kampung Narkoba, Polisi Sempat Dihujani Petasan, 65 Orang Ditangkap

Detik-detik Penggerebekan Kampung Narkoba, Polisi Sempat Dihujani Petasan, 65 Orang Ditangkap

Regional
Kampung Narkoba di Palembang Digerebek Polisi, Petugas Dihujani Petasan, 65 Orang Ditangkap, Ini Kronologinya

Kampung Narkoba di Palembang Digerebek Polisi, Petugas Dihujani Petasan, 65 Orang Ditangkap, Ini Kronologinya

Regional
'Ayah Saya Panggil Cello...Cello, Balita Itu Terduduk di Onggokan Kayu Menjawab Opa...'

"Ayah Saya Panggil Cello...Cello, Balita Itu Terduduk di Onggokan Kayu Menjawab Opa..."

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pengakuan Ira Setelah Menikah dengan Pria 58 Tahun | Remaja Tewas Tertabrak Truk Tronton

[POPULER NUSANTARA] Pengakuan Ira Setelah Menikah dengan Pria 58 Tahun | Remaja Tewas Tertabrak Truk Tronton

Regional
Cerita Haru Bocah 2 Tahun Selamat Usai Terseret Banjir di Adonara, Ayah: Ini Mukjizat

Cerita Haru Bocah 2 Tahun Selamat Usai Terseret Banjir di Adonara, Ayah: Ini Mukjizat

Regional
BNPB Siapkan Bantuan Rp 1 Miliar untuk Penanganan Gempa Malang

BNPB Siapkan Bantuan Rp 1 Miliar untuk Penanganan Gempa Malang

Regional
Derita Pujiati, Rumahnya Ambruk Saat Gempa Malang: Lemas, Saya Orang Tidak Punya

Derita Pujiati, Rumahnya Ambruk Saat Gempa Malang: Lemas, Saya Orang Tidak Punya

Regional
Bapak dan Anak Tenggelam di Pantai, Satu Tewas, Satu Belum Ditemukan

Bapak dan Anak Tenggelam di Pantai, Satu Tewas, Satu Belum Ditemukan

Regional
Nasi Kuning Laku Keras Setelah Doddy Disebut Mirip Lee Min Ho, 1 Jam Beras Ludes 15 Kg, Biasanya Sepi

Nasi Kuning Laku Keras Setelah Doddy Disebut Mirip Lee Min Ho, 1 Jam Beras Ludes 15 Kg, Biasanya Sepi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X