KKB Pimpinan Sabinus Waker Menuju Kabupaten Puncak, Begini Penjelasan Kapolda Papua...

Kompas.com - 08/04/2021, 17:34 WIB
Kapolda Papua Irjen MathiusFakhiri (tengah), Wakapolda Papua Brigjen Eko Rudi Sudarto (kiri) dan Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDIKapolda Papua Irjen MathiusFakhiri (tengah), Wakapolda Papua Brigjen Eko Rudi Sudarto (kiri) dan Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal

JAYAPURA, KOMPAS.com - Kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Sabinus Waker yang biasa beroperasi di Intan Jaya sedang dalam perjalanan menuju Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua.

Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri mengatakan, kelompok Sabinus Waker diundang KKB pimpinan Lakagak Telenggen yang biasa beroperasi di Kabupaten Puncak.

"Kemungkinan ini dalam rangka penyelesaian perang suku," kata Kapolda Papua di Jayapura, Kamis (8/4/2021).

Fakhir menilai, kehadiran KKB Intan Jaya di Kabupaten Puncak bukan sebagai masalah baru. Selama kelompok itu tak melakukan aksi kriminal.

Baca juga: Detik-detik Guru Oktovianus Tewas Diduga Ditembak KKB Saat Jaga Kios di Rumah

Namun, ia meminta Pemerintah Kabupaten Puncak segera menyiapkan langkah antisipasi agar kehadiran kelompok Sabinus Waker tak mempengaruhi situasi keamanan.

"Mudah-mudahan ini bisa selesai dan saya juga berharap nanti ada intervensi dari pemerintah daerah agar orang-orang yang tidak berkepentingan yang bukan warga Ilaga bisa keluar dari Ilaga sehingga tidak membuat kekacauan di Ilaga," kata dia.

Dalam perjalanan menuju Ilaga, KKB pimpinan Sabinus Waker diduga berulah.

Mereka diduga menembak seorang guru bernama Oktovianus Rayo di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, Kamis.

 

Guru itu diduga ditembak saat menjaga kios di rumahnya sekitar pukul 09.50 WIT.

Fakhiri menegaskan, polisi akan segera mengejar pelaku penembakan di Distrik Beoga tersebut.

Baca juga: WN Belanda yang Palsukan Identitas Bisa Punya KTP dan Berstatus WNI, Ini Penjelasan Disdukcapil Ambon

Ia mengutuk aksi yang menewaskan seorang guru tersebut.

"Kami akan mengambil langkah-langkah penindakan untuk penegakan hukum. Kami akan menyusun kekuatan untuk naik ke Ilaga guna melakukan penindakan," kata Fakhiri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Pasutri di Muba Disekap Perampok, Perkosa Istri Korban, Pelaku Ditangkap

Kronologi Pasutri di Muba Disekap Perampok, Perkosa Istri Korban, Pelaku Ditangkap

Regional
Kasus Pria Hina Palestina di TikTok, Pakar Hukum Unram Minta Polisi Lebih Bijak Terapkan UU ITE

Kasus Pria Hina Palestina di TikTok, Pakar Hukum Unram Minta Polisi Lebih Bijak Terapkan UU ITE

Regional
Bagian Klaster Sangon, Satu RT di Kulon Progo 'Lockdown', 47 Warganya Kena Covid-19 gara-gara Aktivitas Padat di Mushala

Bagian Klaster Sangon, Satu RT di Kulon Progo "Lockdown", 47 Warganya Kena Covid-19 gara-gara Aktivitas Padat di Mushala

Regional
[POPULER NUSANTARA] Wanita Marahi Petugas saat Diminta Putar Balik | Pria Hina Palestina Ditangkap

[POPULER NUSANTARA] Wanita Marahi Petugas saat Diminta Putar Balik | Pria Hina Palestina Ditangkap

Regional
Operasi Ketupat Berakhir 17 Mei, Pengamanan Arus Balik Pemudik Tetap Dilakukan hingga 24 Mei

Operasi Ketupat Berakhir 17 Mei, Pengamanan Arus Balik Pemudik Tetap Dilakukan hingga 24 Mei

Regional
13 Pos Penyekatan di Surabaya, Ragam Cara Pemudik Akali Petugas, Mulai Takbir hingga Jalan Kaki

13 Pos Penyekatan di Surabaya, Ragam Cara Pemudik Akali Petugas, Mulai Takbir hingga Jalan Kaki

Regional
Pengakuan Cleaning Service yang Hina Palestina di TikTok: Maaf, Cuma Salah Sebut

Pengakuan Cleaning Service yang Hina Palestina di TikTok: Maaf, Cuma Salah Sebut

Regional
Operasi Ketupat Toba 2021, 8.333 Kendaraan Diputar Balik dan 2 Pemudik Ditemukan Positif Covid-19

Operasi Ketupat Toba 2021, 8.333 Kendaraan Diputar Balik dan 2 Pemudik Ditemukan Positif Covid-19

Regional
Perampok Sekap Pasutri di Muba, Perkosa Istri Korban, lalu Bawa Kabur Ponsel

Perampok Sekap Pasutri di Muba, Perkosa Istri Korban, lalu Bawa Kabur Ponsel

Regional
Pemerintah Provinsi Jambi Tambah Ruangan Isolasi Covid-19

Pemerintah Provinsi Jambi Tambah Ruangan Isolasi Covid-19

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 16 Mei 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 16 Mei 2021

Regional
Penyekatan Mudik di Kabupaten Bogor, Polisi Sebut 20.112 Kendaraan Diputar Balik

Penyekatan Mudik di Kabupaten Bogor, Polisi Sebut 20.112 Kendaraan Diputar Balik

Regional
Longsor, Jalan Penghubung Gayo Lues-Aceh Tenggara Putus

Longsor, Jalan Penghubung Gayo Lues-Aceh Tenggara Putus

Regional
6 Pemudik Reaktif Berdasarkan Tes Antigen di Pos Balonggandu Karawang

6 Pemudik Reaktif Berdasarkan Tes Antigen di Pos Balonggandu Karawang

Regional
Video Viral Warga Demo di Laut, Minta Petugas Kembalikan Banana Boat yang Disita

Video Viral Warga Demo di Laut, Minta Petugas Kembalikan Banana Boat yang Disita

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X