Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tambang Emas Ilegal di Kalbar Longsor, 5 Penambang Tewas Tertimbun

Kompas.com - 08/04/2021, 12:13 WIB

KOMPAS.com- Penambangan emas ilegal di perbatasan antara Kota Singkawang dan Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, menelan korban jiwa.

Sebanyak lima pekerja tewas tertimbun longsor. Peristiwa naas ini terjadi pada Kamis (1/4/2021).

Kelima korban tersebut merupakan pekerja yang berasal dari Sanggau, Pontianak, Sambas, serta Singkawang.

Baca juga: Dua Penambang Emas di Minahasa Selatan Ditemukan Tewas, Tim SAR Pindahkan Timbunan Batu Besar

Lurah Sagatani, Muhammad Naziri, mengatakan seluruh korban sudah berhasil ditemukan dan sudah dikembalikan ke keluarga masing-masing.

"Info yang didapat, semua korban sudah diambil keluarga mereka dan semua bukan warga kita (Sagatani,-red)," terang Naziri saat dikonfirmasi, Rabu (7/4/2021).

Naziri menerangkan, selalu memberikan imbauan dan sosialisasi terkait penambangan emas ilegal.

Hal tersebut dipertegas dengan lampiran imbauan yang dicap dan ditandatanganinya.

Baca juga: Detik-detik Penyelamatan 4 Penambang Emas yang Tertimbun Longsor

Dalam lampiran itu berisikan larangan yang ditujukan kepada masyarakat dan bertuliskan 'Tidak Melakukan Aktivitas Pertambangan Ilegal Tanpa Izin (PETI)' dan 'Tidak melakukan Pertambangan Bahan Galian Golongan C tanpa Izin'.

"Tiap tahun kita imbau dan sosialisasikan PETI," katanya.

Naziri menerangkan, kejadian ini berada di wilayah abu-abu, lantaran patok batas belum ditentukan.

"Belum pernah ada penentuan batas wilayah di daerah itu," katanya.

Baca juga: 2 Pekerja Tambang Emas Ilegal di Singkawang Ditangkap, 4 Orang Buron

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Bengkayang AKP Antonius Trias Kuncorojati mengatakan, masih terdapat polemik terkait lokasi kejadian.

"Karena dari provinsi sendiri belum mengeluarkan batas-batasnya," terangnya.

 

Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dengan judul Lima Penambang Emas Tanpa Izin Meninggal Dunia Tertimbun Longsor di Perbatasan Singkawang-Bengkayang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasien Anak Gangguan Ginjal Dirawat di RS Moewardi, Direktur Pastikan Bukan Akut

Pasien Anak Gangguan Ginjal Dirawat di RS Moewardi, Direktur Pastikan Bukan Akut

Regional
Berduel gara-gara Tak Terima Pacar Dirayu, Pelajar SMK di Lombok Tengah Ditusuk

Berduel gara-gara Tak Terima Pacar Dirayu, Pelajar SMK di Lombok Tengah Ditusuk

Regional
Membandel, 4 Lokasi Tambang Liar di Pati Ditutup Paksa ESDM dan Petugas Gabungan

Membandel, 4 Lokasi Tambang Liar di Pati Ditutup Paksa ESDM dan Petugas Gabungan

Regional
Dipilih Ikut Olimpiade Sains dan Matematika Asia, Nono Bertemu Gubernur NTT

Dipilih Ikut Olimpiade Sains dan Matematika Asia, Nono Bertemu Gubernur NTT

Regional
Kejati Kaltim Tahan 2 Mantan Dirut Perusahaan Migas Terkait Dugaan Korupsi Penyertaan Modal Pemprov Kaltim

Kejati Kaltim Tahan 2 Mantan Dirut Perusahaan Migas Terkait Dugaan Korupsi Penyertaan Modal Pemprov Kaltim

Regional
Pedagang Lato-lato Tewas Dibunuh Temannya Sendiri, Berawal dari Cekcok

Pedagang Lato-lato Tewas Dibunuh Temannya Sendiri, Berawal dari Cekcok

Regional
Penyebab Kebakaran SPBU di Toraja Masih Diselidiki, Polisi Sebut Ada Mobil Pikap dan Sopir Ikut Terbakar

Penyebab Kebakaran SPBU di Toraja Masih Diselidiki, Polisi Sebut Ada Mobil Pikap dan Sopir Ikut Terbakar

Regional
Guru Honorer di Minahasa Selatan Cabuli 16 Siswa Laki-laki

Guru Honorer di Minahasa Selatan Cabuli 16 Siswa Laki-laki

Regional
Jelang Tahun Politik, ASN Pemkot Ambon Diingatkan Tidak Terlibat Politik Praktis

Jelang Tahun Politik, ASN Pemkot Ambon Diingatkan Tidak Terlibat Politik Praktis

Regional
Viral Indomie Rp 41.000 di Semarang, Pemilik Klarifikasi, Klaim Warung Tetap Ramai

Viral Indomie Rp 41.000 di Semarang, Pemilik Klarifikasi, Klaim Warung Tetap Ramai

Regional
Ungkap Penyeludupan Terumbu Karang di Bima, Polisi: Sengaja Ditutup Pakai Jerami

Ungkap Penyeludupan Terumbu Karang di Bima, Polisi: Sengaja Ditutup Pakai Jerami

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 7 Februari 2023

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 7 Februari 2023

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 7 Februari 2023

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 7 Februari 2023

Regional
'Separuh Usiaku Mengabdi sebagai Honorer di Papua Barat'

"Separuh Usiaku Mengabdi sebagai Honorer di Papua Barat"

Regional
Kapolda Papua: Pilot Susi Air dan 15 Pekerja Dibawa Keluar dari Distrik Paro, Nduga

Kapolda Papua: Pilot Susi Air dan 15 Pekerja Dibawa Keluar dari Distrik Paro, Nduga

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.