Modus Sembuhkan Kanker Payudara, Dosen Ini Lecehkan Keponakannya, Sempat Minta Maaf, Ibu Korban Lapor Polisi

Kompas.com - 08/04/2021, 06:07 WIB
. Shutterstock.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Gadis 16 tahun di Jember diduga menjadi korban pelecehan dosen negeri di Jember, Jawa Timur.

Istri pelaku adalah tante kandung korban.

Sejak Juni 2019, korban tinggal bersama tantenya karena ibu dan ayahnya bercerai. Ia tinggal di rumah tersebut atas persetujuan sang ayah walaupun ibunya tak setuju dengan keputusan tersebut.

Pelecehan pertama terjadi pada akhir Februari 2020 di rumah pelaku.

Baca juga: Dosen PTN di Jember Diduga Lecehkan Anak di Bawah Umur, Terungkap Usai Korban Curhat di IG

Saat itu pelaku memberikan jurnal online tentang kanker payudara kepada korban. Ia lalu mengatakan korban terkena kaker payudara dan akan ia terapi.

"'Kayaknya kamu kena kanker payudara, ini loh ada terapi yang bisa om lakukan'," ucap ibu korban menirukan perkataan pelaku.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Korban yang merasa tak memiliki penyakit memlih menghindar dan masuk kamar.

Ia ketakutan dan merasa terancam. Selain itu ia juga merasa khawatir dengan sekolahnya. Korban pun memilih diam dan tak menceritakan kejadian tersebut kepada siapa pun.

Baca juga: Bupati Jember Hibahkan 248 Ambulans untuk Desa, Kades Ini Keberatan, jika...

Pelecahan kedua terjadi pada 26 Maret 2021. Saat itu pelaku memanggil korban yang ada di kamar untuk menuju ke ruang tamu.

Lagi-lagi, pelaku ditanya terkait kanker di payudara sebelah kiri dan ia akan membantu untuk terapi. Korban memilih kembali ke kamar dan diikuti oleh pelaku.

"'Nanti om terapi ya'. Anak saya kembali masuk kamar dan diikuti oleh pelaku," kata dia.

Pelecehan dilakukan di dalam kamar dan baru berhenti ketika istri pelaku pulang dari bekerja.

"Anak saya merekam suara pas kejadian itu dengan jelas," ucap dia.

Baca juga: Akhirnya, DPRD Jember Sepakat Tetapkan Perda APBD 2021

Curhat di Instagram

Ilustrasi Instagram SHUTTERSTOCK Ilustrasi Instagram
Setelah kejadian tersebut, korban menulis status di Instagram. Status tersebut membuat sang ibu bertanya kepada anak gadisnya.

Dia menulis: bagaimana jika dilecehkan? Jangan diam dan takut. Kamu bisa marah, teriak. Yang penting bersikaplah tegas. ketika kita takut, pelaku akan makin senang karena mendapatkan kesempatan lebih.

Jangan dipendam sendiri, kamu adalah korban. Bukan kamu yang seharusnya malu. Tapi pelaku. Jangan menyalahkan dirimu atas peristiwa yang terjadi. Ceritakan pada orang yang kamu percaya. Dengan bercerita, kamu tak hanya melepas beba, namun menolong perempuan lain agar lebih berhati-hati.

Jika tekanan psikologis terasa terlalu berat untukmu, jangan ragu minta bantuan psikolog atau terapis profesional.

Baca juga: Cegah Penularan Covid-19, Bupati Jember: Kami Akan Gerakkan Pejabat OPD untuk Safari Ramadhan

"Saya tanya, 'apa ini kak, ada yang pernah gini ke kakak?' kata ibu korban saat ditemui di rumah aman bersama pendamping Pusat Perlindungan Terpadu (PPT) Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) dan kuasa hukumnya dari LBH Jentera Perempuan Indonesia Rabu (7/4/2021).

Korban menjawab pertanyaan tersebut dengan hanya minta tolong. Setelah itu ibu korban menelepon anaknya dan korban menjelaskan semuanya.

Pelaku dan istrinya minta maaf

Ilustrasi pelecehan seksual. Ilustrasi pelecehan seksual.
Setelah mendengar cerita anak gadisnya, sang ibu langsung menghubungi istri pelaku dan mengatakan jika anaknya dilecehkan.

Istri pelaku sempat tidak percaya dan meminta bukti.

Oleh sang ibu, rekaman tersebut diserahkan kepada istri pelaku.

Ia kemudian melarang anaknya menginap di rumah tantenya dan dibawa ke Lumajang di rumah kerabatnya.

Lalu istri pelaku dan pelaku sempat menemuinya. Mereka mengaku menyesal dan meminta maaf atas kejadian tersebut.

Baca juga: Persiapkan Pembelajaran Tatap Muka, Bupati Jember: Untuk Percontohan Maksimal 25 Sekolah Dulu

Namun sang ibu tak terima dengan kejadian tersebut. Walaupun telah meminta maaf, pelaku yang berprofesi sebagai dosen itu tetap dilaporkan ke polisi.

“Agar ada proses jera,” ucap dia.

Sementara itu Ketua LBH Jentera Perempuan Indonesia Yamini mengatakan, pihaknya bersama PPT akan mendampingi kasus tersebut hingga selesai.

“Visum sudah dilakukan, kemudian menunggu terlapor akan dipanggil polisi,” ucap dia.

Baca juga: Fraksi PDI-P DPRD Jember Tolak Tandatangani Dokumen KUA PPAS, Ada Apa?

Polisi akan periksa terlapor

Sementara itu Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jember Iptu Diyah Vitasari mengatakan, petugas sedang menindaklanjuti dugaan kasus pencabulan yang melibatkan dosen.

“Terkait kasus pencabulan oleh oknum dosen, saat ini kami masih dalam penyelidikan,” kata Diyah via telepon. Polisi telah memeriksa pelapor, yakni ibu korban, korban, dan sejumlah saksi.

Diyah mengatakan, ada kesesuaian dari keterangan para saksi dan korban sehingga bisa dijadikan alat bukti yang sah.

Baca juga: Masuk Musim Tanam, Pemkab Jember Pastikan Ketersediaan Pupuk Subsidi Aman

Selain itu juga juga petugas sudah mendapatkan hasil visum obgyn dari Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soebandi dan psikiater.

“Alat bukti sudah kami terima dan cukup memenuhi,” tutur dia.

Rencananya polisi akan memanggil terlapor untuk diminta keterangan pada Kamis (8/7/2021)

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Bagus Supriadi | Editor : David Oliver Purba)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Rihan, Atlet Disabilitas Peraih 2 Perunggu Porda Jabar, Hidup dari Honor Sopir, Utang ke Tetangga karena Pandemi, hingga Dianiaya Preman

Cerita Rihan, Atlet Disabilitas Peraih 2 Perunggu Porda Jabar, Hidup dari Honor Sopir, Utang ke Tetangga karena Pandemi, hingga Dianiaya Preman

Regional
Kronologi Kantor Adira Finance Diserang Sekelompok Orang Bersenjata, Sekuriti Terluka

Kronologi Kantor Adira Finance Diserang Sekelompok Orang Bersenjata, Sekuriti Terluka

Regional
Warga Satu Kampung di Lebak Bingung, Akses Utama Diblokade Pemilik Tanah, Buat Jalan Alternatif Malah Dilarang KPK

Warga Satu Kampung di Lebak Bingung, Akses Utama Diblokade Pemilik Tanah, Buat Jalan Alternatif Malah Dilarang KPK

Regional
Selebgram di Bali Live Konten Seks Selama 9 Bulan di Medsos, Ditangkap Polisi

Selebgram di Bali Live Konten Seks Selama 9 Bulan di Medsos, Ditangkap Polisi

Regional
Detik-detik TNI-Polri Evakuasi Jenazah Suster Gabriela dari Jurang, KKB Terus Tembaki Lokasi

Detik-detik TNI-Polri Evakuasi Jenazah Suster Gabriela dari Jurang, KKB Terus Tembaki Lokasi

Regional
7 Orang Ditemukan, Pencarian Korban Kapal Pengayoman IV yang Tenggelam di Cilacap Dihentikan

7 Orang Ditemukan, Pencarian Korban Kapal Pengayoman IV yang Tenggelam di Cilacap Dihentikan

Regional
Jatim Kini Berstatus PPKM Level 1, Khofifah: Tempat Wisata Dibuka, tapi Terbatas dan Bertahap

Jatim Kini Berstatus PPKM Level 1, Khofifah: Tempat Wisata Dibuka, tapi Terbatas dan Bertahap

Regional
APBD Nias Mengendap Rp 465 Miliar di Bank hingga Ditegur Presiden, Bupati Nias: karena Dana Desa Lambat Serapannya

APBD Nias Mengendap Rp 465 Miliar di Bank hingga Ditegur Presiden, Bupati Nias: karena Dana Desa Lambat Serapannya

Regional
Duduk Perkara Ibu Rumah Tangga Harus Bayar Utang Alamrhum Suaminya Rp 224 Juta, Bank Sebut Istri Sebagai Ahli Waris

Duduk Perkara Ibu Rumah Tangga Harus Bayar Utang Alamrhum Suaminya Rp 224 Juta, Bank Sebut Istri Sebagai Ahli Waris

Regional
Lokasi, Daftar dan Syarat Masuk Tempat Wisata Berstandar CHSE di Jabar

Lokasi, Daftar dan Syarat Masuk Tempat Wisata Berstandar CHSE di Jabar

Regional
Macan Tutul Diduga Berkeliaran di Gunung Lasem Rembang, KLHK Pasang Kamera Pengintai

Macan Tutul Diduga Berkeliaran di Gunung Lasem Rembang, KLHK Pasang Kamera Pengintai

Regional
Mabes Polri Turun Tangan Selidiki Dugaan Penyalahgunaan Bansos E-Warong, Bupati Blora: Ini Upaya Terakhir

Mabes Polri Turun Tangan Selidiki Dugaan Penyalahgunaan Bansos E-Warong, Bupati Blora: Ini Upaya Terakhir

Regional
Menanti Klarifikasi Gubernur Koster di Tengah Gaduh MC Perempuan Dilarang Tampil di Bali

Menanti Klarifikasi Gubernur Koster di Tengah Gaduh MC Perempuan Dilarang Tampil di Bali

Regional
Cerita Bripka Jansen Kawal Vaksinasi Warga Pedalaman Suku Talang Mamak: Nakes Duduk di Bak Mobil, Jalannya Licin, Kanan Kiri Jurang

Cerita Bripka Jansen Kawal Vaksinasi Warga Pedalaman Suku Talang Mamak: Nakes Duduk di Bak Mobil, Jalannya Licin, Kanan Kiri Jurang

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pembentang Poster Bertemu Jokowi di Istana | Nakes Diserang KKB

[POPULER NUSANTARA] Pembentang Poster Bertemu Jokowi di Istana | Nakes Diserang KKB

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.