Bupati Mengaku Tak Punya Kewenangan Tutup Pantai Emas Sumber Uang Warga Maluku Tengah

Kompas.com - 08/04/2021, 05:15 WIB
Ribuan warga mendatangi Pantai Pohon Batu di Desa Tamilow, Kecamatan Amahai, Maluku Tengah untuk.mendulangnemas, Minggu (28/3/2021) Dok.WargaRibuan warga mendatangi Pantai Pohon Batu di Desa Tamilow, Kecamatan Amahai, Maluku Tengah untuk.mendulangnemas, Minggu (28/3/2021)

 

Sesuai undang-undang, kata dia, pemerintah pusat punya kewenangan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Karena kewenangan itu ada di pemerintah pusat maka harus mengambil langkah tegas untuk melakukan tindakan sesuai kewenangan yang ada di undang-undang," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, pakar lingkungan Universitas Pattimura Ambon Agustinus Kastanya meminta pemerintah segera menutup lokasi tambang emas di Pantai Pohon Batu.

Aktivitas penggalian emas itu dinilai berpotensi menimbulkan kerusakan di wilayah itu, seperti abrasi hingga kerusakan biota laut.

Agustinus menyarankan agar pemerintah menutup sementara kegiatan mendulang emas di pantai tersebut. (Penulis Kontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty | Editor Dheri Agriesta)

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Takbir Keliling Ditiadakan di Palembang, Masjid Diizinkan Gelar Shalat Idul Fitri

Takbir Keliling Ditiadakan di Palembang, Masjid Diizinkan Gelar Shalat Idul Fitri

Regional
Gua Mahakarya, Kecantikan di Perut Bumi Timur Madura

Gua Mahakarya, Kecantikan di Perut Bumi Timur Madura

Regional
Palsukan Surat Hasil Swab, Calon Penumpang Pesawat Ini Ditangkap, Begini Kronologinya

Palsukan Surat Hasil Swab, Calon Penumpang Pesawat Ini Ditangkap, Begini Kronologinya

Regional
Pemerintah DIY Izinkan Warga Mudik Lokal, tetapi dengan Syarat

Pemerintah DIY Izinkan Warga Mudik Lokal, tetapi dengan Syarat

Regional
1 Juta Pemudik Berpotensi Tiba di Jateng, Ganjar Minta Pemeriksaan Dilakukan Sampai Tingkat RT

1 Juta Pemudik Berpotensi Tiba di Jateng, Ganjar Minta Pemeriksaan Dilakukan Sampai Tingkat RT

Regional
Detik-detik Suami Tendang dan Bacok Istrinya Saat Masak, Pelaku Ditangkap

Detik-detik Suami Tendang dan Bacok Istrinya Saat Masak, Pelaku Ditangkap

Regional
Pulang Pesta Miras di Rumah Tetangga, Suami Aniaya Istri Pakai Pakai Parang di Dapur

Pulang Pesta Miras di Rumah Tetangga, Suami Aniaya Istri Pakai Pakai Parang di Dapur

Regional
Dinilai Langgar Budaya, WN Kanada Penyelenggara 'Kelas Orgasme' di Bali Dideportasi

Dinilai Langgar Budaya, WN Kanada Penyelenggara "Kelas Orgasme" di Bali Dideportasi

Regional
Buron Korupsi Dana Hibah KONI Bengkulu Diringkus di Jakarta

Buron Korupsi Dana Hibah KONI Bengkulu Diringkus di Jakarta

Regional
Gara-gara Bakar Rumah Mantan Istri, Pria Ini Terancam 12 Tahun Penjara

Gara-gara Bakar Rumah Mantan Istri, Pria Ini Terancam 12 Tahun Penjara

Regional
Mabuk Minuman Beralkohol, Pria Ini Tiba-tiba Tendang dan Bacok Istrinya yang Sedang Masak

Mabuk Minuman Beralkohol, Pria Ini Tiba-tiba Tendang dan Bacok Istrinya yang Sedang Masak

Regional
Diduga Peras Pedagang, 4 Oknum Anggota Ormas di Blora Diamankan, Polisi: Jangan Takut

Diduga Peras Pedagang, 4 Oknum Anggota Ormas di Blora Diamankan, Polisi: Jangan Takut

Regional
Cerita Keluarga Penerima Bantuan Bedah Rumah, Diajak Buka Puasa Bersama Wali Kota Padang

Cerita Keluarga Penerima Bantuan Bedah Rumah, Diajak Buka Puasa Bersama Wali Kota Padang

Regional
Dilanda Hujan Deras dan Angin Kencang, Pos Penyekatan Kepuh Karawang Roboh

Dilanda Hujan Deras dan Angin Kencang, Pos Penyekatan Kepuh Karawang Roboh

Regional
Berkedok Investasi Lahan, Wanita Residivis di Surabaya Tipu Korban hingga Rp 48 Miliar

Berkedok Investasi Lahan, Wanita Residivis di Surabaya Tipu Korban hingga Rp 48 Miliar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X