Gubernur Papua kepada Kepala Daerah Klaster PON: Diharapkan Mengamankan Situasi, Jangan Ada Keributan

Kompas.com - 07/04/2021, 23:34 WIB
Gubernur Papua Lukas Enembe KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDIGubernur Papua Lukas Enembe

KOMPAS.com - Para kepala daerah di Papua yang masuk dalam empat klaster penyelenggara Pekan Olahraga Nasional (PON) XX diminta menjaga keamanan di wilayah kejuaraan olahraga terbesar di Tanah Air itu.

"Bupati dan Wali Kota diharapkan mengamankan situasi dan jangan ada keributan," kata Gubernur Papua Lukas Enembe dalam pembukaan CdM meeting II PON XX Papua pada salah satu hotel di Sentani, Kabupaten Jayapura, seperti dilansir dari Antara, Rabu (7/4/2021).

Lukas menuturkan, Papua siap menjadi tuan rumah PON XX pada Oktober nanti.

Baca juga: Percepat Vaksinasi, Pemprov Papua Gelar Gebyar Vaksin

Para delegasi dari masing-masing kontingen dipersilahkan untuk datang dengan kekuatan atlet terbaiknya.

"Silahkan datang, kami siap untuk menerima para delegasi di Tanah Papua," ujar Lukas.

Lukas menuturkan, kesempatan menjadi tuan rumah harus dimaksimalkan demi sukses prestasi dan pelaksanaan kejuaraan yang seharusnya digelar 2020 itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Masyarakat Papua merasa bangga menjadi tuan rumah sehingga tidak ada gangguan dan ancaman apapun, Papua aman," kata dia.

Baca juga: Tidak Batasi 50 Persen Kapasitas, Kota Blitar Terapkan Jarak Antar Jemaah Tarawih

Ia juga mengajak masyarakat Bumi Cenderawasih menunjukkan jika wilayahnya aman untuk didatangi para delegasi atlet dari seluruh Indonesia.

"Buktinya adalah CdM Meeting II. Ini adalah ajang untuk mempresentasikan apa yang telah dilaksanakan oleh PB PON, dan apa saja yang belum," pungkas Lukas Enembe.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gara-gara Tersinggung Ditegur, Pria Ini Aniaya 4 Orang, 1 Tewas, 3 Luka-luka

Gara-gara Tersinggung Ditegur, Pria Ini Aniaya 4 Orang, 1 Tewas, 3 Luka-luka

Regional
Jawab Tantangan Ganjar Pranowo, Mahasiswa Unsoed Ciptakan Yoghurt Jamu untuk Suplemen Peningkat Imun Pasien Covid-19

Jawab Tantangan Ganjar Pranowo, Mahasiswa Unsoed Ciptakan Yoghurt Jamu untuk Suplemen Peningkat Imun Pasien Covid-19

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemprov Banten Minta Masyarakat Mau Divaksin Jenis Apapun

Percepat Herd Immunity, Pemprov Banten Minta Masyarakat Mau Divaksin Jenis Apapun

Regional
Kisah Korik Akbar, Menikahi 2 Perempuan Sekaligus, Salah Satunya Mantan Pacar

Kisah Korik Akbar, Menikahi 2 Perempuan Sekaligus, Salah Satunya Mantan Pacar

Regional
Alasan Sopir Mobil Rescue Kabur Setelah Tabrak Pesepeda di Makassar

Alasan Sopir Mobil Rescue Kabur Setelah Tabrak Pesepeda di Makassar

Regional
Satgas Covid-19 Banten Sebut Masyarakat Mulai Jenuh Pakai Masker

Satgas Covid-19 Banten Sebut Masyarakat Mulai Jenuh Pakai Masker

Regional
Fakta Tewasnya Plt Kepala BPBD Merangin, Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mandi, Ada Linggis di Lokasi

Fakta Tewasnya Plt Kepala BPBD Merangin, Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mandi, Ada Linggis di Lokasi

Regional
Apindo Sebut Warga Batam Meninggal Disebabkan Covid-19, Bukan karena Disuntik 2 Dosis Vaksin Sekaligus

Apindo Sebut Warga Batam Meninggal Disebabkan Covid-19, Bukan karena Disuntik 2 Dosis Vaksin Sekaligus

Regional
5.610 Dosis Vaksin Sinovac Tiba, Warga Banten Siap-siap Vaksinasi Kedua

5.610 Dosis Vaksin Sinovac Tiba, Warga Banten Siap-siap Vaksinasi Kedua

Regional
Cerita 3 Anak di Purwakarta, Yatim Piatu Setelah Ayah Ibunya Meninggal, Kini Tinggal dengan Sang Paman

Cerita 3 Anak di Purwakarta, Yatim Piatu Setelah Ayah Ibunya Meninggal, Kini Tinggal dengan Sang Paman

Regional
Apa yang Akan Terjadi jika Terlambat Vaksin Kedua?

Apa yang Akan Terjadi jika Terlambat Vaksin Kedua?

Regional
3 Kedai Kopi Ini Berikan Kopi Gratis untuk Warga yang Sudah Disuntik Vaksin Covid-19

3 Kedai Kopi Ini Berikan Kopi Gratis untuk Warga yang Sudah Disuntik Vaksin Covid-19

Regional
Kesehatan Hartijo Menurun Usai Disuntik 2 Dosis Vaksin Sekaligus hingga Akhirnya Meninggal

Kesehatan Hartijo Menurun Usai Disuntik 2 Dosis Vaksin Sekaligus hingga Akhirnya Meninggal

Regional
Naik Kapal Pakai Sertifikat Vaksin dan Surat Antigen Palsu, 31 Penumpang Ketahuan, Ini Kata Satgas Covid-19

Naik Kapal Pakai Sertifikat Vaksin dan Surat Antigen Palsu, 31 Penumpang Ketahuan, Ini Kata Satgas Covid-19

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ganjar Pranowo 'Dicuekin' Mendagri Tito | Mantan Petinju Meninggal di Kolong Jembatan

[POPULER NUSANTARA] Ganjar Pranowo "Dicuekin" Mendagri Tito | Mantan Petinju Meninggal di Kolong Jembatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X