Banjir di Bima Belum Sepenuhnya Surut, Aktivitas Warga Lumpuh

Kompas.com - 07/04/2021, 21:07 WIB
Salah satu Sekolah Dasar di Desa Naru, Kecamatan Woha Kabupaten Bima, terlihat masih terendam banjir. KOMPAS.COM/SYARIFUDINSalah satu Sekolah Dasar di Desa Naru, Kecamatan Woha Kabupaten Bima, terlihat masih terendam banjir.

 

Sedangkan Bahtiar dan warga lain masih bertahan di lokasi pengungsian mengingat ketinggian air di rumah mereka masih cukup tinggi.

Bahtiar mengku sudah lima hari menempati pengungsian di masjid dekat rumahnya bersama 5 kepala keluarga lain.

"Ini sudah lima hari kami bermalam di masjid. Kami tidak tahu sampai kapan bertahan di sini, karena rumah masih terendam meski banjir perlahan berangsur surut," ucap Bahtiar.

Salah satu faktor yang membuat banjir tak kunjung surut total, kata dia, karena curah hujan di sekitar kawasan bendungan Pela Parado masih tinggi.

Sehingga, volume air yang masuk dari hulu sungai ke Kecamatan Woha dan sekitarnya saat ini masih tinggi.

"Banjir ini akan surut tergantung dari sungai. Kalau debit air sungai naik, ya air di kampung juga ikut naik. Satu-satunya harapan kami, ya cuaca segera membaik agar banjir ini segera surut," tutur dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Warga setempat berharap pemerintah segera mencarikan solusi agar sungai yang melintasi kawasan setempat tak lagi membanjiri desanya.

Pemkab Bima sendiri mulai menyalurkan bantuan untuk warga yang terdampak bencana banjir bandang. Namun, bantuan kepada para korban banjir belum menyeluruh.

Baca juga: Kunjungi Korban Banjir di Bima, Mensos Risma Ajak Masyarakat Menjaga Lingkungan

Abubakar, salah satu pengungsi mengungkapkan, warga di sekitar lokasi banyak belum mendapat bantuan makanan sama sekali dari pemerintah terkait.

Padahal, saat ini kondisi mereka sangat menghawatirkan. Sementara stok makanan sudah menipis.

"Bantuan pemerintah belum ada, cuman bantuan makanan alakadar dari relawan aja. Kebanyakan bantuan datang dari Kota Bima," kata Abubakar.

Sementara itu, Sekretaris Camat Woha, Amiruddin mengungkapkan, banjir yang turut menerjang wilayah Kecamatan Woha beberapa hari lalu sempat membuat warga mengungsi.

"Untuk Desa Naru sendiri, ada sekitar 600 jiwa yang terdampak banjir. Bahkan, mereka sampai saat ini masih mengungsi karena air belum surut. Ada yang mengungsi di masjid dan juga di rumah-rumah kerabat yang tidak terdampak," kata Amiruddin.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Misteri Mayat dalam Plastik di Hutan, Korban Kenal Pelaku di Medsos Setahun Lalu

Misteri Mayat dalam Plastik di Hutan, Korban Kenal Pelaku di Medsos Setahun Lalu

Regional
Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi Anggaran Pembayaran Tenaga Harian Lepas PDAM Kota Madiun

Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi Anggaran Pembayaran Tenaga Harian Lepas PDAM Kota Madiun

Regional
Warga Minta Pemkot Serang Bayar Rp 2,5 Miliar Kompensasi Sampah Tangsel, Wali Kota: Kirimnya Baru 3 Bulan, Diminta Bayar Setahun

Warga Minta Pemkot Serang Bayar Rp 2,5 Miliar Kompensasi Sampah Tangsel, Wali Kota: Kirimnya Baru 3 Bulan, Diminta Bayar Setahun

Regional
Kronologi Pembunuhan Perempuan dalam Plastik di Hutan, Pelaku Hendak Dikenalkan pada Orangtua Korban

Kronologi Pembunuhan Perempuan dalam Plastik di Hutan, Pelaku Hendak Dikenalkan pada Orangtua Korban

Regional
BEM SV UNS Minta Kampus dan Menwa Transparan Soal Meninggalnya Gilang Saat Diklatsar

BEM SV UNS Minta Kampus dan Menwa Transparan Soal Meninggalnya Gilang Saat Diklatsar

Regional
Pemuda yang Tenggelam di Kali Kunto Kediri Ditemukan Tewas

Pemuda yang Tenggelam di Kali Kunto Kediri Ditemukan Tewas

Regional
Calon Kepala Desa Ini Menang Telak, Padahal Meninggal 12 Hari Sebelum Pilkades

Calon Kepala Desa Ini Menang Telak, Padahal Meninggal 12 Hari Sebelum Pilkades

Regional
Tak Pakai Masker, Pengantin yang Akan ke KUA Terjaring Razia Protokol Kesehatan

Tak Pakai Masker, Pengantin yang Akan ke KUA Terjaring Razia Protokol Kesehatan

Regional
Potensi Bencana Alam di Jatim Tinggi, Gubernur Khofifah Minta Daerah Tingkatkan Kesiapsiagaan

Potensi Bencana Alam di Jatim Tinggi, Gubernur Khofifah Minta Daerah Tingkatkan Kesiapsiagaan

Regional
Kasus Mayat Terbungkus Plastik di Grobogan Terungkap, Korban Dibunuh Pacarnya karena Cemburu

Kasus Mayat Terbungkus Plastik di Grobogan Terungkap, Korban Dibunuh Pacarnya karena Cemburu

Regional
Brigadir Kansep, Polisi Penembak Mati Buronan di Depan Anak dan Istri Korban Divonis 7 Tahun Penjara

Brigadir Kansep, Polisi Penembak Mati Buronan di Depan Anak dan Istri Korban Divonis 7 Tahun Penjara

Regional
Saksi Ahli Pastikan Ada Sianida di Sate Kiriman Nani

Saksi Ahli Pastikan Ada Sianida di Sate Kiriman Nani

Regional
Kelompok Zikir di Sumedang Diduga Melenceng dari Islam, Istri Disuruh Cerai dari Suami, Ini Duduk Perkaranya

Kelompok Zikir di Sumedang Diduga Melenceng dari Islam, Istri Disuruh Cerai dari Suami, Ini Duduk Perkaranya

Regional
2 LRT Jabodebek Rusak akibat Tabrakan, Dirut INKA: Setelah Investigasi Selesai, Kereta Itu Diperbaiki

2 LRT Jabodebek Rusak akibat Tabrakan, Dirut INKA: Setelah Investigasi Selesai, Kereta Itu Diperbaiki

Regional
Pura-pura ke ATM, Kopassus Gadungan Bawa Kabur Motor Warga di Semarang

Pura-pura ke ATM, Kopassus Gadungan Bawa Kabur Motor Warga di Semarang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.