Kompas.com - 07/04/2021, 19:15 WIB
Kajati Banten Asep Nana Mulyana saat memperlihatkan tersangka mantan kepala cabang Bank BJB Tangerang sebelum di bawa ke Rutan Pandeglang, dalam kasus kredit fiktif Rp 8,7 miliar, Selasa (5/1/2021). KOMPAS.com/RASYIS RIDHOKajati Banten Asep Nana Mulyana saat memperlihatkan tersangka mantan kepala cabang Bank BJB Tangerang sebelum di bawa ke Rutan Pandeglang, dalam kasus kredit fiktif Rp 8,7 miliar, Selasa (5/1/2021).

SERANG, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 menyebabkan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten kesulitan untuk menitipkan tahanan selama menjalani penanganan perkara.

Kepala Kejati Banten Asep Nana Mulyan mengatakan, selama ini para tahanan dititipkan ke berbagai rumah tahanan seperti di Rangkasbitung, Pandeglang, bahkan di Tangerang.

"Penitipan tahanan seperti itu agak tidak efektif, karena saat melakukan pemeriksaan kami harus panggil lagi. Transportasi, keamanan yang berisiko," ujar Asep kepada wartawan, Rabu (7/4/2021).

Baca juga: Sandiaga Sebut Banten Diuntungkan dengan Kebijakan Larangan Mudik

Asep menyampaikan, selama ini memang tidak ada penolakan dari pihak Rutan maupun Lapas. Namun, sejak pandemi Covid-19, ada syarat ketat yang harus dipenuhi serta ketersediaan ruang tahanan ketika Kejati hendak menitipkan tahanan.

"Jadi kami mau menitipkan tahanan tentu dengan syarat ketat. Kami memahami betul kondisi rutan yang sangat terbatas. Ini kelemahan kami, sehingga ketika mau melakukan penahanan kami harus mencari-cari di rutan mana yang kosong," jelas Asep.

Dikatakan Asep, pihaknya sudah berkordinasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Banten untuk menitipkan sementara para tahanan hingga adanya putusan di pengadilan.

"Kami punya SOP maksimal 3 bulan penanganan perkara. Hanya saja dalam praktek di lapangan tergantung besar kecilnya kerumitan perkara. Kadang kami terbentur dengan masalah koordinasi dengan BPK terkait korupsi," jelasnya.

Baca juga: ASN di Banten yang Nekat Mudik Akan Kena Sanksi Penurunan Pangkat

Untuk mengatasinya, saat ini Kejati Banten melalui CSR PT Krakatau Steel sedang membangun rumah tahanan dengan kapasitas 10 orang tahanan, termasuk ruang tahanan anak dan perempuan.

"Dengan adanya ini (pembangunan rumah tahanan), kesulitan di Kejati akan tertangani," tandasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumah Peracik Petasan Meledak, 3 Orang Tewas, 5 Luka-luka

Rumah Peracik Petasan Meledak, 3 Orang Tewas, 5 Luka-luka

Regional
Pura-pura Jadi Ojol hingga Pakai Celana Pendek, Modus Pemudik Kelabui Petugas

Pura-pura Jadi Ojol hingga Pakai Celana Pendek, Modus Pemudik Kelabui Petugas

Regional
Dibuka Terbatas, Ratusan Pemudik Melenggang Menuju Madura Via Pos Penyekatan Suramadu

Dibuka Terbatas, Ratusan Pemudik Melenggang Menuju Madura Via Pos Penyekatan Suramadu

Regional
Kisah Briptu Reza, Anggota Polda Lampung yang Tetap Bertugas di Malam Takbiran

Kisah Briptu Reza, Anggota Polda Lampung yang Tetap Bertugas di Malam Takbiran

Regional
Ribuan Sepeda Motor Melintas Suramadu H-1 Lebaran, Begini Kata Polisi

Ribuan Sepeda Motor Melintas Suramadu H-1 Lebaran, Begini Kata Polisi

Regional
Ganjar Ajak Warga Ikut Silaturahmi Virtual Besok, Ini Cara Bergabungnya

Ganjar Ajak Warga Ikut Silaturahmi Virtual Besok, Ini Cara Bergabungnya

Regional
Amankan Idul FItri di Kota Kupang, Polisi Siapkan 8 Pos Pengamanan

Amankan Idul FItri di Kota Kupang, Polisi Siapkan 8 Pos Pengamanan

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 12 Mei 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 12 Mei 2021

Regional
Aksi Brutal Debt Collector di Kediri, Tabrak Pakai Motor dan Keroyok Warga saat Tagih Utang, Ini Kata Polisi

Aksi Brutal Debt Collector di Kediri, Tabrak Pakai Motor dan Keroyok Warga saat Tagih Utang, Ini Kata Polisi

Regional
Polisi Sebut Kelompok MIT yang Bunuh 4 Petani di Poso Pimpinan Qatar

Polisi Sebut Kelompok MIT yang Bunuh 4 Petani di Poso Pimpinan Qatar

Regional
Kawanan Debt Collector Ini Tabrak dan Keroyok Debitur yang Menunggak

Kawanan Debt Collector Ini Tabrak dan Keroyok Debitur yang Menunggak

Regional
Dihajar OTK di Jalan, Editor Detik.com Beberkan Kronologi, Polisi: Kita Dalami

Dihajar OTK di Jalan, Editor Detik.com Beberkan Kronologi, Polisi: Kita Dalami

Regional
Ketua MUI Medan Serukan Umat Islam Gelar Takbiran di Masjid

Ketua MUI Medan Serukan Umat Islam Gelar Takbiran di Masjid

Regional
Editor Detik.com Dikeroyok Orang Tak Dikenal Saat Mencari Makanan, Begini Kondisinya

Editor Detik.com Dikeroyok Orang Tak Dikenal Saat Mencari Makanan, Begini Kondisinya

Regional
Anjang-anjangan, Budaya Lebaran Tanah Sunda yang Hampir Punah

Anjang-anjangan, Budaya Lebaran Tanah Sunda yang Hampir Punah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X