"Selama Hidup, Ini Badai Paling Dahsyat, Atap Rumah Saya Terbang Sejauh 40 Meter"

Kompas.com - 07/04/2021, 18:15 WIB
Perahu nelayan di Oesapa, Kota Kupang, NTT yang rusak terkena Badai Seroja KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BEREPerahu nelayan di Oesapa, Kota Kupang, NTT yang rusak terkena Badai Seroja

 

Hingga saat ini, Ani belum memperbaiki rumahnya karena tak memiliki biaya. Bantuan dari pemerintah pun belum diterima Ani.

Hal senada juga disampaikan warga lainnya Jefry Amabi. Jefry sedang tidur bersama istri dan anaknya saat angin kencang menghantam rumahnya.

Mereka terbangun karena angin begitu kencang. Sekitar pukul 03.00 Wita, atap rumah bagian kiri dan teras rumah Jefry roboh. Tembok rumah bagian depan juga ambruk.

Jefry masih bersyukur tak ada korban jiwa saat peristiwa itu. Saat kejadian, Jefry bersama istri dan anaknya tidur di kamar belakang.

Setelah angin mulai mereda, mereka mengungsi ke rumah mertuanya di Naikoten, Kecamatan Kota Raja.

Baca juga: Kapolda NTT: Jika Ada yang Jual Bahan Bangunan dengan Harga Tidak Wajar, Saya Perintahkan Tangkap

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Rumah saya hancur jadi tidak bisa ditempati," kata dia.

Jefry mengaku, ada puluhan rumah di wilayahnya yang rusak diterjang badai. Jefry berharap pemerintah bisa segera membantu memperbaiki rumahnya dan juga warga lainnya.

1.264 rumah rusak berat

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang Jemmi Didoek mengatakan, badai siklon tropis Seroja yang menerjang Kota Kupang menyebabkan 1.264 rumah warga rusak berat.

Akibat badai, seorang warga Kota Kupang tewas dan tujuh orang mengalami luka.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Bocah 5 Tahun Tewas Tertembak Senapan Angin Saat Bercanda dengan Temannya

Detik-detik Bocah 5 Tahun Tewas Tertembak Senapan Angin Saat Bercanda dengan Temannya

Regional
Kamis Malam, Gunung Merapi Luncurkan 2 Kali Awan Panas Guguran

Kamis Malam, Gunung Merapi Luncurkan 2 Kali Awan Panas Guguran

Regional
Situs Web PPDB Banten Eror, Anggota DPRD: Kesalahan Setiap Tahun

Situs Web PPDB Banten Eror, Anggota DPRD: Kesalahan Setiap Tahun

Regional
Puluhan Santri di Bantul Positif Covid-19, Seratusan Lainnya Dikarantina dan Kekurangan Logistik

Puluhan Santri di Bantul Positif Covid-19, Seratusan Lainnya Dikarantina dan Kekurangan Logistik

Regional
Kasus Covid-19 di Ende Meningkat, Wisata Danau Kelimutu Ditutup Sementara

Kasus Covid-19 di Ende Meningkat, Wisata Danau Kelimutu Ditutup Sementara

Regional
Soal Video Viral Perawat Dianiaya Keluarga Pasien, Ini Penjelasan Kepala Puskesmas

Soal Video Viral Perawat Dianiaya Keluarga Pasien, Ini Penjelasan Kepala Puskesmas

Regional
Kerap Berpergian ke Luar Kota, 7 ASN Cianjur Positif Covid-19

Kerap Berpergian ke Luar Kota, 7 ASN Cianjur Positif Covid-19

Regional
Bikin Video Menghina Polisi dan Banser, Seorang Pemuda Ditangkap

Bikin Video Menghina Polisi dan Banser, Seorang Pemuda Ditangkap

Regional
Work From Bali Disebut Jadi Pemicu Lonjakan Kasus Covid-19, Ini Kata Sandiaga Uno

Work From Bali Disebut Jadi Pemicu Lonjakan Kasus Covid-19, Ini Kata Sandiaga Uno

Regional
Perawat yang Dipukul Keluarga Pasien Covid-19 Alami Luka Memar, Wabup Garut: Tak Boleh Terulang Lagi

Perawat yang Dipukul Keluarga Pasien Covid-19 Alami Luka Memar, Wabup Garut: Tak Boleh Terulang Lagi

Regional
Sebuah Yayasan Pendidikan di Bandung Diduga Lakukan Penistaan Agama, Ini Kata Polisi

Sebuah Yayasan Pendidikan di Bandung Diduga Lakukan Penistaan Agama, Ini Kata Polisi

Regional
19 Warga di Satu Perumahan Positif Covid-19 Setelah Arisan, 2 di Antaranya Meninggal

19 Warga di Satu Perumahan Positif Covid-19 Setelah Arisan, 2 di Antaranya Meninggal

Regional
Usai 3 Hajatan Pernikahan dan Dangdutan, 60 Warga di Kulon Progo Positif Covid-19

Usai 3 Hajatan Pernikahan dan Dangdutan, 60 Warga di Kulon Progo Positif Covid-19

Regional
147 Orang Jalani Tes Swab Jelang Yadnya Kasada 2021, Akses Menuju Bromo Ditutup

147 Orang Jalani Tes Swab Jelang Yadnya Kasada 2021, Akses Menuju Bromo Ditutup

Regional
Kronologi Santri Tewas Dikeroyok 4 Rekannya, Berawal Mengaku Curi Uang Rp 100.000

Kronologi Santri Tewas Dikeroyok 4 Rekannya, Berawal Mengaku Curi Uang Rp 100.000

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X