Soal Penutupan Tambang Emas di Pantai Maluku Tengah, Bupati: Itu Kewenangan Pemerintah Pusat

Kompas.com - 07/04/2021, 16:33 WIB
Ribuan warga mendatangi Pantai Pohon Batu di Desa Tamilow, Kecamatan Amahai, Maluku Tengah untuk.mendulangnemas, Minggu (28/3/2021) Dok.WargaRibuan warga mendatangi Pantai Pohon Batu di Desa Tamilow, Kecamatan Amahai, Maluku Tengah untuk.mendulangnemas, Minggu (28/3/2021)

AMBON, KOMPAS.com - Bupati Kabupaten Maluku Tengah, Tuasikal Abua prihatin dengan kondisi tambang emas di Pantai Pohon Batu, Desa Tamilow, Kecamatan Amahai.

Sampai saat ini, lokasi tambang itu didatangi ribuan warga yang mencari peruntungan

Namun, Abua mengaku, pemerintah kabupaten tidak dapat berbuat banyak menertibkan lokasi tambang yang didatangi ribuan warga yang mencoba peruntungan mendapatkan butiran emas.

Kewenangan yang dimiliki Pemkab Maluku Tengah terbatas.

"Kita punya keterbatasan kewenangan sehingga kita tidak bisa berbuat lebih banyak, kewenangan (penutupan tambang) itu ada di pemerintah pusat," kata Abua kepada Kompas.com saat dihubungi dari Ambon, Rabu (7/4/2021).

Baca juga: Palsukan Identitas, Seorang WN Belanda Tinggal di Indonesia Sejak 2013, Punya KTP dan SIM

Butiran emas di Pantai Pohon Batu ditemukan pada 22 Maret. Sejak saat itu, ribuan warga terus mendantangi lokasi untuk mendulang emas.

Sebagian besar warga menggali kolam besar di sepanjang pesisir pantai tersebut. Padahal, bibir pantai hanya berjarak belasan meter dari jalan raya.

Abuba mengakui tahu tentang aktivitas penggalian di kawasan Pantai Pohon Batu itu.

Menurutnya, pemerintah kabupaten dan desa terus mengimbau warga agar tidak mencari emas dengan cara merusak lingkungan.

 

Sebab, dampaknya akan sangat berbahaya bagi masyarakat.

"Itu yang saya bilang waktu itu kita selalu datang ke masyarakat untuk mengimbau mereka agar tidak melakukan hal-hal yang dapat membahayakan lingkungan. Kita hanya bisa mengimbau karena kita tidak punya kewenangan itu," jelasnya.

Minta bantuan pemerintah pusat

Abua meminta pemerintah pusat mengambil langkah untuk mengatasi ancaman kerusakan lingkungan yang berpotensi terjadi di Pantai Pohon Batu.

Baca juga: Aktivitas Mendulang Emas di Pantai Tamilow Dikhawatirkan Merusak Lingkungan, Ini Kata Ahli

Sesuai undang-undang, kata dia, pemerintah pusat punya kewenangan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Karena kewenangan itu ada di pemerintah pusat maka harus mengambil langkah tegas untuk melakukan tindakan sesuai kewenangan yang ada di undang-undang," jelasnya.

Sebelumnya, pakar lingkungan Universitas Pattimura Ambon Agustinus Kastanya meminta pemerintah segera menutup lokasi tambang emas di Pantai Pohon Batu.

Aktivitas penggalian emas itu dinilai berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan di wilayah tersebut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Mau Diceraikan, Syawal Tusuk Istri lalu Bunuh Diri

Tak Mau Diceraikan, Syawal Tusuk Istri lalu Bunuh Diri

Regional
Tengku Zulkarnain Meninggal Dunia akibat Covid-19, Satgas Sebut Ada Penyakit Bawaan

Tengku Zulkarnain Meninggal Dunia akibat Covid-19, Satgas Sebut Ada Penyakit Bawaan

Regional
Jember Perbolehkan Shalat Idul Fitri Berjemaah, Ini Syaratnya

Jember Perbolehkan Shalat Idul Fitri Berjemaah, Ini Syaratnya

Regional
Kisah Pengemis yang Raup Rp 18 Juta Per Bulan, Bisa Bangun Rumah dan Beli Sepeda Motor

Kisah Pengemis yang Raup Rp 18 Juta Per Bulan, Bisa Bangun Rumah dan Beli Sepeda Motor

Regional
5 Tersangka Aksi Premanisme di Pasar Jepon Blora Terancam Penjara 9 Tahun

5 Tersangka Aksi Premanisme di Pasar Jepon Blora Terancam Penjara 9 Tahun

Regional
Tim Medis Telusuri Kaitan Kelumpuhan Juru Kunci Makam Bung Karno dengan Vaksin Covid-19

Tim Medis Telusuri Kaitan Kelumpuhan Juru Kunci Makam Bung Karno dengan Vaksin Covid-19

Regional
Polisi Tangkap Pembuat Video Provokatif Tolak Larangan Mudik

Polisi Tangkap Pembuat Video Provokatif Tolak Larangan Mudik

Regional
225 Pemudik yang Tercatat Masuk Kota Yogyakarta Akan Diisolasi

225 Pemudik yang Tercatat Masuk Kota Yogyakarta Akan Diisolasi

Regional
Otak Kerusuhan Papua Ditangkap, Kapolda Ungkap Kaitannya dengan Veronica Koman

Otak Kerusuhan Papua Ditangkap, Kapolda Ungkap Kaitannya dengan Veronica Koman

Regional
Gubernur Papua Lukas Enembe Jalani Pengobatan Lanjutan di Singapura

Gubernur Papua Lukas Enembe Jalani Pengobatan Lanjutan di Singapura

Regional
Bukan Mudik Jalan Kaki, Dani dan Istrinya Ternyata Sudah Setahun Hidup di Jalanan, Ini Alasannya

Bukan Mudik Jalan Kaki, Dani dan Istrinya Ternyata Sudah Setahun Hidup di Jalanan, Ini Alasannya

Regional
Ustaz Tengku Zulkarnain Sempat Ucap Takbir 2 Kali Saat Kondisi Mulai Menurun

Ustaz Tengku Zulkarnain Sempat Ucap Takbir 2 Kali Saat Kondisi Mulai Menurun

Regional
Lonjakan Kasus di Sumsel Diduga akibat Virus Corona Jenis Baru

Lonjakan Kasus di Sumsel Diduga akibat Virus Corona Jenis Baru

Regional
9 Kg Daging Ayam dan Sapi Busuk Ditemukan Dijual di Pasar Magelang

9 Kg Daging Ayam dan Sapi Busuk Ditemukan Dijual di Pasar Magelang

Regional
Derita Arif, 7 Tahun Alami Hidrosefalus dan Ditinggalkan Orangtuanya

Derita Arif, 7 Tahun Alami Hidrosefalus dan Ditinggalkan Orangtuanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X