Ingin Penghasilan Rp 3 Miliar Tak Sampai 2 Tahun? Tanamlah Porang, Ini Caranya

Kompas.com - 07/04/2021, 15:34 WIB
(kiri ke kanan) Yohanes Tampubolon, Edy Effendi dan Idris Tampubolon berfoto di lahan pertanaman porang di Jalan Balai Desa, Pasar 12 Patumbak, Kecamatan Patumbak, Deli Serdang, KOMPAS.COM/DEWANTORO(kiri ke kanan) Yohanes Tampubolon, Edy Effendi dan Idris Tampubolon berfoto di lahan pertanaman porang di Jalan Balai Desa, Pasar 12 Patumbak, Kecamatan Patumbak, Deli Serdang,

Pihaknya sudah bekerja sama dengan Porang Sleman Boy setelah sebelumnya ia berkeliling di Jawa untuk melihat penanaman porang, menemui ahli porang yang memiliki banyak pola pengembangan.

Namun, dia menemukan hal yang berbeda pada Porang Sleman Boy karena Idris Tampubolon bekerja sama dengan peneliti. 

"Penelitian porang ini paling banyak di UGM. Jadi yang dikembangkan Pak Idris ini disuport para peneliti, dan setelah itu hasil dari pengembangannya sangat signifikan sehingga menjanjikan," katanya. 

Dijelaskannya, dengan diterapkannya porang di Sumut, bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat di Sumut.

Dengan modal Rp 12 juta saja dan lahan 400 meter persegi, tanaman porang bisa menghasilkan Rp 120 juta untuk petani profesional. Sementara untuk petani pemula bisa menghasilkan Rp 40 hingga Rp 50 juta. Menurut Idris, hal itu sudah dapat mengubah taraf hidup masyarakat. 

"Dari para pengamat ekonomi, Indonesia, porang adalah bisnis jangkap panjang, bukan musiman karena 80 persen untuk pangan, dan pangan untuk masa depan. Secara kebetulan porang hanya bisa dikembangkan di Asia Tenggara. Jepang, untuk budidaya ini cost-nya tinggi. Begitu juga dengan China. Ini anugerah untuk Indonesia karena bisa tumbuh subur," katanya. 

Bibit masih didatangkan dari Jawa

Dijelaskannya, mengenai ketersediaan bibit porang, untuk saat ini Sumut masih harus mendatangkannya dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Di dua provinsi itu, kata dia, lahan penanaman porang sudah mencapai ribuan hektar. Sedangkan Sumatera Utara masih sekitar 300 hektar dan baru dimulai satu-dua tahun terakhir.

Sumut, kata dia, akan memiliki ketersediaan bibit pada tiga-empat tahun mendatang. 

Menurutnya, saat ini sudah ada lebih dari 3 hektar lahan yang sudah siap ditanami porang, dan 4,9 hektar lagi akan mulai ditanami porang pada September mendatang.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X