Video Viral Seorang Turis Asing Mengais Sisa Makanan dari Sesajen di Bali

Kompas.com - 07/04/2021, 13:37 WIB
Video pria warga negara asing (WNA) mengais-ngais makanan dari banten atau sesajen sarana upacara umat Hindu di Bali, viral di media sosial, Rabu (7/4/2021). Instagram/@jurnalisrakyatVideo pria warga negara asing (WNA) mengais-ngais makanan dari banten atau sesajen sarana upacara umat Hindu di Bali, viral di media sosial, Rabu (7/4/2021).

DENPASAR, KOMPAS.com - Sebuah video yang memperlihatkan warga negara asing (WNA) mengais banten atau sesajen sarana upacara umat Hindu di Bali, viral di media sosial, Rabu (7/4/2021).

Video itu diunggah akun Instagram @jurnalisrakyat. Dalam video itu terlihat seorang WNA membawa kantong plastik dan mengambil sejumlah makanan.

Ia terlihat mengambil buah dan makanan dari banten. Makanan itu dimasukkan ke kantong plastik yang dibawanya.

"Seorang WNA mengais-ngais makanan dari sisa sajen," tulis akun Instagram tersebut.

Baca juga: Video Viral Seorang Ibu Beri Makan Anjing yang Hampiri Warungnya, Ternyata Sudah Dilakukan Setahun

Video itu diduga diambil di Kawasan Pantai Kuta, Badung, Bali.

Kepala Satpol PP Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara mengatakan, telah menerjunkan petugas untuk menelusuri WNA dalam video tersebut.

"Masih ditelusuri, saya enggak tau lokasi WNA tersebut," kata Suryanegara melalui pesan WhatsApp, Rabu (7/4/2021).

Ia menduga, pelaku dalam video itu sama dengan WNA yang sempat mengemis di kawasan Pecatu, Kabupaten Badung, Bali.

"Sepertinya orang yang sama dengan yang dulu minta-minta di Pecatu," kata dia.

 

Seorang warga negara asing (WNA) asal Rusia diamankan perangkat desa dan polisi karena mengemis di kawasan Pecatu, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (30/3/2021) pukul 12.00 Wita.

Turis asing itu telah dilepaskan setelah diberi edukasi agar tak mengulangi perbuatannya.

Turis asing itu diduga mengemis karena kehabisan bekal saat di Bali.

Baca juga: Banjir dan Longsor di Lembata, NTT, 34 Warga Meninggal, 35 Orang Belum Ditemukan

Saat itu, Satpol PP Badung tak sempat bertemu dengan WNA tersebut. Sebab, petugas desa dan polisi telah melepaskannya sebelum Satpol PP datang.

"Telanjur dilepas tanpa koordinasi dengan Satpol PP, padahal orang tersebut bisa kita deportasi. Kan ada datanya juga pada imigrasi, saat mau perpanjangan visa bisa dipanggil atau proses orang tersebut," kata Suryanegara saat dihubungi, Selasa (30/3/2021).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sopir yang Mengaku Anggota Polda Banten dan Ancam Tembak Warga di SPBU Ditangkap, Polisi: Hanya Masyarakat Sipil Biasa

Sopir yang Mengaku Anggota Polda Banten dan Ancam Tembak Warga di SPBU Ditangkap, Polisi: Hanya Masyarakat Sipil Biasa

Regional
Ketua Ormas yang Anggotanya Terlibat Aksi Premanisme di Blora Ancam Tuntut Balik

Ketua Ormas yang Anggotanya Terlibat Aksi Premanisme di Blora Ancam Tuntut Balik

Regional
Video Pemudik Motor Terobos Pos Penyekatan di Karawang Viral, Ini Penjelasan Polisi

Video Pemudik Motor Terobos Pos Penyekatan di Karawang Viral, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Sopir yang Mengaku Anggota Polda Banten dan Ancam Tembak Warga di SPBU Terancam 3 Bulan Penjara

Sopir yang Mengaku Anggota Polda Banten dan Ancam Tembak Warga di SPBU Terancam 3 Bulan Penjara

Regional
Buruh Tani Ini Perkosa Gadis Berusia 15 Tahun Tetangganya Sendiri

Buruh Tani Ini Perkosa Gadis Berusia 15 Tahun Tetangganya Sendiri

Regional
Jalan Lintas Riau-Sumbar Bisa Dilalui Kembali Setelah Lumpuh Total karena Longsor

Jalan Lintas Riau-Sumbar Bisa Dilalui Kembali Setelah Lumpuh Total karena Longsor

Regional
Soal Ujian Akhir SMP di Jember Bocor, Ini Hasil Investigasi DPRD

Soal Ujian Akhir SMP di Jember Bocor, Ini Hasil Investigasi DPRD

Regional
Cerita Dokter yang Kliniknya Dijadikan Tempat COD Alat Rapid Test Antigen Ilegal

Cerita Dokter yang Kliniknya Dijadikan Tempat COD Alat Rapid Test Antigen Ilegal

Regional
Kronologi 3 Orang Tewas di Dalam Septic Tank, Berawal dari Membersihkan Rumput

Kronologi 3 Orang Tewas di Dalam Septic Tank, Berawal dari Membersihkan Rumput

Regional
Magelang Zona Oranye, Semua Obyek Wisata Tutup Selama Lebaran 2021

Magelang Zona Oranye, Semua Obyek Wisata Tutup Selama Lebaran 2021

Regional
Terjatuh ke Septic Tank, Pasangan Suami Istri dan Penolongnya Tewas

Terjatuh ke Septic Tank, Pasangan Suami Istri dan Penolongnya Tewas

Regional
Bantah Wilayahnya Berstatus Zona Merah, Bupati: Semarang Itu Zona Oranye

Bantah Wilayahnya Berstatus Zona Merah, Bupati: Semarang Itu Zona Oranye

Regional
Usut Kasus Teror Penembakan di Toko dan Rumah Warga, Polda Jatim Turun Tangan

Usut Kasus Teror Penembakan di Toko dan Rumah Warga, Polda Jatim Turun Tangan

Regional
Inovasi Tauco Cianjur, Kini Tak Sekadar Sambal, Bisa Jadi Kue Kering

Inovasi Tauco Cianjur, Kini Tak Sekadar Sambal, Bisa Jadi Kue Kering

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pemerasan Bermodus Sebar Foto Porno | Mudik Jalan Kaki dari Gombong ke Bandung

[POPULER NUSANTARA] Pemerasan Bermodus Sebar Foto Porno | Mudik Jalan Kaki dari Gombong ke Bandung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X