Jasad Kesepuluh Korban Banjir Bandang Adonara Ditemukan, Warga Takbir, Evakuasi Butuh 2 Jam

Kompas.com - 07/04/2021, 11:23 WIB
Seorang warga menyaksikan banjir bandang yang merusak permukiman di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Minggu (4/4/2021). Berdasarkan data BPBD Kabupaten Flores Timur sebanyak 23 warga meninggal dunia akibat banjir bandang yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi pada minggu dini hari. ANTARA FOTO/HO/Dok BPBD Flores Timur/wpa/foc. ANTARA FOTO/HUMAS BNPBSeorang warga menyaksikan banjir bandang yang merusak permukiman di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Minggu (4/4/2021). Berdasarkan data BPBD Kabupaten Flores Timur sebanyak 23 warga meninggal dunia akibat banjir bandang yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi pada minggu dini hari. ANTARA FOTO/HO/Dok BPBD Flores Timur/wpa/foc.

KOMPAS.com - Teriakan takbir seketika terdengar saat jenazah Kapitan Korebima ditemukan warga di reruntuhan atap rumah di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Selasa (6/4/2021).

"Allahu Akbar, roikae..., roikae...,"  teriak seorang ibu, seperti dilansir dari Antara.

Setelah itu, warga bersama tim penyelamat segera mengevakuasi jasad pria yang dikenal sosok teladan di desa tersebut.

Meski alat berat telah dikerahkan, butuh waktu dua jam bagi warga untuk mengevakuasi jasad Kapitan Korebima.

Baca juga: BERITA FOTO: Luluh Lantak Diterjang Bencana Alam, Flores Timur Berduka

"Saya minta temukan dulu semua masyarakat yang meninggal di sini sebelum dilakukan pembersihan. Kita harus makamkan jenazahnya," kata Abah Gaus, tokoh masyarakat Waiburak.

Jenazah Kapitan Korebima menjadi korban meninggal kesepuluh dalam bencana banjir bandang di Flores Timur.

Warga lalu memakamkan jenazah pria yang berprofesi sebagai sekuriti itu di Tempat Pemakaman Umum Bele yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi penemuan jenazah.

Baca juga: Banjir Bandang Terjang 2 Desa di Flores Timur, 5 Warga Tewas dan 5 Terluka

Abah mengatakan, Kapitan Korebima merupakan korban meninggal kesepuluh yang ditemukan usai banjir bandang melanda Desa Waiburak.

Penemuan itu sekaligus mengakhiri upaya pencarian korban banjir bandang yang meninggal dunia di desanya. 

Desa bagi para pendatang

Seperti diketahui, Desa Waiburak di Kabupaten Flores Timur merupakan desa yang sebagian besar dihuni para pendatang dari Pulau Jawa.

Desa tersebut luluh lantak diterjang banjir pada Minggu (4/4/2021) lalu. Selain Desa Waiburak, sejumlah desa di Flores Timur juga diterjang banjir.

Salah satunya Waiwerang Kota, desa yang berada sekitar satu kilometer dari Pelabuhan Waiwerang.

Baca juga: Terkendala Cuaca, Rombongan Kepala BNPB Tempuh Jalur Darat dari Maumere ke Flores Timur, NTT

 

Update bencana di NTT

Warga melintas di dekat rumah yang rusak akibat banjir bandang di Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Senin (5/4/2021). Berdasarkan data BNPB hingga senin siang, korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Flores Timur mencapai  68 jiwa. ANTARA FOTO/Pion Ratuloli/wpa/wsj.ANTARA FOTO/PION RATULOLI Warga melintas di dekat rumah yang rusak akibat banjir bandang di Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Senin (5/4/2021). Berdasarkan data BNPB hingga senin siang, korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Flores Timur mencapai 68 jiwa. ANTARA FOTO/Pion Ratuloli/wpa/wsj.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mencatata ada 119 korban jiwa dalam bencana alam di NTT dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Data korban hingga pukul 21.00 WITA, secara keseluruhan, 117 orang meninggal dunia dan 76 orang hilang di NTT. Sementara di Bima, NTB dua orang meninggal. Jadi total 119 orang meninggal dunia," papar Doni Monardo dalam konferensi pers daring yang dipantau dari Jakarta, Selasa malam.

Jumlah tersebut, menurut Doni, terdiri 60 korban meninggal dunia tercatat di Kabupaten Flores Timur, 21 korban meninggal dunia di Kabupaten Alor.

Baca juga: Ratusan Warga Diduga Tertimbun Longsor di Flores Timur, 23 Jenazah Telah Dievakuasi, Ini Penjelasan BPBD

Lalu, tiga korban meninggal di Kabupaten Malaka, dan Kota Kupang serta Kabupaten Kupang masing-masing satu orang meninggal dunia.

Selanjutnya, 28 korban meninggal dunia di Kabupaten Lembata, dua korban meninggal dunia di Kabupaten Sabu Raijua dan satu korban meninggal pada di Ende.

Terkait upaya pencarian korban masih terkendala karena alat berat yang ada belum bisa dikirim ke tempat sasaran, terutama di tiga wilayah paling terdampak, yakni Adonara Flores Timur, Alor dan Lembata.

(Penulis: Tatang Guritno | Editor: Kristian Erdianto)/ Antara



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kepala Dibenturkan ke Dinding Saat Pengajian, Ini Kronologi Inditimidasi Pembela Korban Kekerasan Seksual di Jombang

Kepala Dibenturkan ke Dinding Saat Pengajian, Ini Kronologi Inditimidasi Pembela Korban Kekerasan Seksual di Jombang

Regional
Waspada Sebaran Covid-19, Wisata Gunung Bromo dan Semeru Ditutup Saat Libur Lebaran

Waspada Sebaran Covid-19, Wisata Gunung Bromo dan Semeru Ditutup Saat Libur Lebaran

Regional
Setelah Kasus OTT, Khofifah Beri Tugas Khusus untuk Plt Bupati Nganjuk, Apa Itu?

Setelah Kasus OTT, Khofifah Beri Tugas Khusus untuk Plt Bupati Nganjuk, Apa Itu?

Regional
Penambang Batu Bara Ilegal yang Pukul Camat Tenggarong Pakai Kayu Ditetapkan Tersangka

Penambang Batu Bara Ilegal yang Pukul Camat Tenggarong Pakai Kayu Ditetapkan Tersangka

Regional
Buronan Kasus Penyalahgunaan BBM Ditangkap Saat Mudik, Belum Sempat Tiba di Rumah Keluarganya

Buronan Kasus Penyalahgunaan BBM Ditangkap Saat Mudik, Belum Sempat Tiba di Rumah Keluarganya

Regional
Mayat Pria Ditemukan di Dasar Sungai yang Jernih di Hulu Waduk Sempor

Mayat Pria Ditemukan di Dasar Sungai yang Jernih di Hulu Waduk Sempor

Regional
4 Karyawan Toko di Solo Grand Mall Positif Covid-19, Berawal dari Tes Acak

4 Karyawan Toko di Solo Grand Mall Positif Covid-19, Berawal dari Tes Acak

Regional
Pelaku Pembakaran Kekasih di Cianjur Residivis Kasus Pembunuhan, Menangis Saat Tahu Korban Meninggal

Pelaku Pembakaran Kekasih di Cianjur Residivis Kasus Pembunuhan, Menangis Saat Tahu Korban Meninggal

Regional
Pekanbaru Zona Merah, Tokoh Muslim Ingatkan 3 Hal Sebelum Lebaran

Pekanbaru Zona Merah, Tokoh Muslim Ingatkan 3 Hal Sebelum Lebaran

Regional
Aktivis Pembela Korban Kekerasan Seksual di Jombang Jadi Korban Intimidasi

Aktivis Pembela Korban Kekerasan Seksual di Jombang Jadi Korban Intimidasi

Regional
Kasus Kredit Fiktif Rp 8,7 Miliar, Mantan Kepala Cabang BJB Tangerang Dituntut 6 Tahun Penjara

Kasus Kredit Fiktif Rp 8,7 Miliar, Mantan Kepala Cabang BJB Tangerang Dituntut 6 Tahun Penjara

Regional
Menangis, Pelaku Pembakaran Kekasih di Cianjur Mengaku Tak Tega Melihat Korban Kepanasan: Saya Peluk Dia

Menangis, Pelaku Pembakaran Kekasih di Cianjur Mengaku Tak Tega Melihat Korban Kepanasan: Saya Peluk Dia

Regional
Tentara Malaysia Bebaskan 8 Nelayan Indonesia yang Ditangkap

Tentara Malaysia Bebaskan 8 Nelayan Indonesia yang Ditangkap

Regional
Kronologi Pria Bakar Kekasihnya Hidup-hidup karena Cemburu, Pelaku Sempat Peluk Tubuh Korban yang Terbakar

Kronologi Pria Bakar Kekasihnya Hidup-hidup karena Cemburu, Pelaku Sempat Peluk Tubuh Korban yang Terbakar

Regional
Ditemukan di Rumah Kosong, Dua Bocah Ini Diduga Ditelantarkan, Ada Luka Lebam di Tubuh Si Kakak

Ditemukan di Rumah Kosong, Dua Bocah Ini Diduga Ditelantarkan, Ada Luka Lebam di Tubuh Si Kakak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X