Banjir dan Longsor di Lembata, NTT, 34 Warga Meninggal, 35 Orang Belum Ditemukan

Kompas.com - 07/04/2021, 11:06 WIB
Kondisi rumah warga Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur rusak diterjang banjir lahar hujan dari Gunung Ile Lewotolok, Minggu (4/4/2021). (ANTARA/HO-Dinas Kominfo Kabupaten Lembata)Kondisi rumah warga Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur rusak diterjang banjir lahar hujan dari Gunung Ile Lewotolok, Minggu (4/4/2021).

LEWOLEBA, KOMPAS.com - Tim SAR gabungan terus berupaya mencari korban yang hilang akibat banjir dan longsor di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday mengatakan, masih ada puluhan warga yang belum ditemukan.

Baca juga: Kapolda NTT: Jika Ada yang Jual Bahan Bangunan dengan Harga Tidak Wajar, Saya Perintahkan Tangkap

"Hingga saat ini, tercatat 34 warga yang ditemukan meninggal dunia, 35 lainnya dilaporkan masih dalam pencarian," ungkap Thomas dalam rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (7/4/2021).

Thomas memerinci, dari jumlah itu 28 korban berasal dari kecamatan Ile Ape, di antaranya, 15 orang berasal dari Desa Amakaka, enam dari Desa Tanjung Batu, tiga dari Desa Waowala, dua Desa Lamawolo, dan dua Desa Leudanung-Kedang.

Sisanya, enam orang berasal dari Desa Waimatan, Kecamatan Ile Ape Timur.

Sementara jumlah korban yang masih dalam pencarian, yaitu 15 orang di Desa Amakaka dan 20 dari Desa Waimatan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat ini, warga bersama relawan dan TNI-Polri masih berusaha mencari dan mengevakuasi korban bencana.

Baca juga: Kronologi Guru dan Kepsek Menyulut Tangan 10 Siswa dengan Korek Api, Berawal Uang Rp 12.500 Hilang

Sejumlah alat berat diturunkan untuk membantu proses evakuasi.

Thomas berharap warga yang masih hilang bisa segera ditemukan. Sementara, korban yang telah ditemukan bisa dimakamkan dengan baik sesuai tata cara adat dan agama yang dianut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jawab Tantangan Ganjar Pranowo, Mahasiswa Unsoed Ciptakan Yoghurt Jamu untuk Suplemen Peningkat Imun Pasien Covid-19

Jawab Tantangan Ganjar Pranowo, Mahasiswa Unsoed Ciptakan Yoghurt Jamu untuk Suplemen Peningkat Imun Pasien Covid-19

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemprov Banten Minta Masyarakat Mau Divaksin Jenis Apapun

Percepat Herd Immunity, Pemprov Banten Minta Masyarakat Mau Divaksin Jenis Apapun

Regional
Kisah Korik Akbar, Menikahi 2 Perempuan Sekaligus, Salah Satunya Mantan Pacar

Kisah Korik Akbar, Menikahi 2 Perempuan Sekaligus, Salah Satunya Mantan Pacar

Regional
Alasan Sopir Mobil Rescue Kabur Setelah Tabrak Pesepeda di Makassar

Alasan Sopir Mobil Rescue Kabur Setelah Tabrak Pesepeda di Makassar

Regional
Satgas Covid-19 Banten Sebut Masyarakat Mulai Jenuh Pakai Masker

Satgas Covid-19 Banten Sebut Masyarakat Mulai Jenuh Pakai Masker

Regional
Fakta Tewasnya Plt Kepala BPBD Merangin, Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mandi, Ada Linggis di Lokasi

Fakta Tewasnya Plt Kepala BPBD Merangin, Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mandi, Ada Linggis di Lokasi

Regional
Apindo Sebut Warga Batam Meninggal Disebabkan Covid-19, Bukan karena Disuntik 2 Dosis Vaksin Sekaligus

Apindo Sebut Warga Batam Meninggal Disebabkan Covid-19, Bukan karena Disuntik 2 Dosis Vaksin Sekaligus

Regional
5.610 Dosis Vaksin Sinovac Tiba, Warga Banten Siap-siap Vaksinasi Kedua

5.610 Dosis Vaksin Sinovac Tiba, Warga Banten Siap-siap Vaksinasi Kedua

Regional
Cerita 3 Anak di Purwakarta, Yatim Piatu Setelah Ayah Ibunya Meninggal, Kini Tinggal dengan Sang Paman

Cerita 3 Anak di Purwakarta, Yatim Piatu Setelah Ayah Ibunya Meninggal, Kini Tinggal dengan Sang Paman

Regional
Apa yang Akan Terjadi jika Terlambat Vaksin Kedua?

Apa yang Akan Terjadi jika Terlambat Vaksin Kedua?

Regional
3 Kedai Kopi Ini Berikan Kopi Gratis untuk Warga yang Sudah Disuntik Vaksin Covid-19

3 Kedai Kopi Ini Berikan Kopi Gratis untuk Warga yang Sudah Disuntik Vaksin Covid-19

Regional
Kesehatan Hartijo Menurun Usai Disuntik 2 Dosis Vaksin Sekaligus hingga Akhirnya Meninggal

Kesehatan Hartijo Menurun Usai Disuntik 2 Dosis Vaksin Sekaligus hingga Akhirnya Meninggal

Regional
Naik Kapal Pakai Sertifikat Vaksin dan Surat Antigen Palsu, 31 Penumpang Ketahuan, Ini Kata Satgas Covid-19

Naik Kapal Pakai Sertifikat Vaksin dan Surat Antigen Palsu, 31 Penumpang Ketahuan, Ini Kata Satgas Covid-19

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ganjar Pranowo 'Dicuekin' Mendagri Tito | Mantan Petinju Meninggal di Kolong Jembatan

[POPULER NUSANTARA] Ganjar Pranowo "Dicuekin" Mendagri Tito | Mantan Petinju Meninggal di Kolong Jembatan

Regional
Polisi Tangkap Sopir Mobil Penabrak Lari Pesepeda di Makassar

Polisi Tangkap Sopir Mobil Penabrak Lari Pesepeda di Makassar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X