Diminta Memijat Malah Raba Dada Siswi SMK, Tukang Pijat Keliling: Tangan Saya Kepleset, Pak...

Kompas.com - 07/04/2021, 10:59 WIB
Polisi meringkus AD (43), seorang tukang pijat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang mencabuli seorang siswi SMK KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMANPolisi meringkus AD (43), seorang tukang pijat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang mencabuli seorang siswi SMK

CIANJUR, KOMPAS.com - AD (43) hanya bisa tertunduk lesu dengan tangan terborgol saat dihadirkan di halaman Polres Cianjur, Selasa (6/4/2021).

Pria paruh baya itu diringkus polisi karena diduga telah mencabuli seorang siswi SMK.

Saat ditanya wartawan, AD mengaku tidak berniat melecehkan korban secara seksual.

"Tangan saya kepleset, pak," ucap AD dihadapan polisi, Selasa.

Baca juga: Raba Dada Siswi SMK dan Memaksa Mencium, Tukang Pijat Keliling di Cianjur Ditangkap Polisi

Namun, polisi bergeming dan telah menjadikan pria yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang pijat keliling itu sebagai tersangka.

"Dijadikan tersangka tindak pidana pencabulan anak," kata Kepala Satreskrim Polres Cianjur AKP Anton, Selasa.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ancaman pidananya maksimal 15 tahun penjara," katanya lagi.

Baca juga: Dimintai Tolong Memijat Malah Meraba Dada, Tukang Pijat Keliling Terancam 15 Tahun Penjara

Anton menyebut, kasus ini bermula saat tersangka diminta ayah korban untuk memijat korban yang sering mengalami sakit kepala.

"Oleh tersangka ini korban kemudian dipijat. Namun, saat ayah korban pamit ke kamar mandi, AD malah meraba payudara korban sebanyak tiga kali," tutur Anton.

Dikemukakan Anton, tersangka bahkan hendak mencoba mencium korban. Namun, korban memberontak.

"Karena tak terima dengan perlakuannya, korban dan orangtuanya kemudian melapor ke polisi. Saat itu juga pelaku kita amankan," kata Anton.

Baca juga: Senggolan di Jalan Sempit, Pemuda Ini Tembak Mobil Anggota DPRD, Polisi: Tak Mau Gantian Lewat

Polisi meringkus AD (43), seorang tukang pijat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang mencabuli seorang siswi SMKKOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Polisi meringkus AD (43), seorang tukang pijat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang mencabuli seorang siswi SMK

Sebelumnya, seorang pria paruh baya di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berinisial AD (43) digelandang ke kantor polisi karena diduga telah mencabuli seorang siswi SMK.

Korban yang masih di bawah umur itu digerayangi bagian dadanya sebanyak tiga kali saat sedang dipijat pelaku.

Pelaku telah ditahan di Polres Cianjur untuk mempertanggung jawabkan perbuatan tak senonohnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendak Ditangkap, Pengedar Sabu Ini Ajak Duel Polisi, Pelaku Ditembak, Begini Kronologinya

Hendak Ditangkap, Pengedar Sabu Ini Ajak Duel Polisi, Pelaku Ditembak, Begini Kronologinya

Regional
Motor Anak Oleng Saat Lewati Puncak Bogor, Ayah Tewas Terpental ke Kebun Teh

Motor Anak Oleng Saat Lewati Puncak Bogor, Ayah Tewas Terpental ke Kebun Teh

Regional
Baby Lobster Senilai Rp 18,4 Miliar Diselundupkan Layaknya Narkoba, 1 Pelaku Berhasil Kabur

Baby Lobster Senilai Rp 18,4 Miliar Diselundupkan Layaknya Narkoba, 1 Pelaku Berhasil Kabur

Regional
Unhas Terima 4.623 Mahasiswa Baru lewat Jalur SBMPTN 2021

Unhas Terima 4.623 Mahasiswa Baru lewat Jalur SBMPTN 2021

Regional
KPU Kalsel Harap Tak Ada Lagi Gugatan Hasil Pilkada Setelah PSU

KPU Kalsel Harap Tak Ada Lagi Gugatan Hasil Pilkada Setelah PSU

Regional
Kadinkes Jateng: 87 Persen Pasien Covid-19 Meninggal Belum Divaksin

Kadinkes Jateng: 87 Persen Pasien Covid-19 Meninggal Belum Divaksin

Regional
Kronologi Ibu Kandung Buang Bayinya, Sempat Ketuk Pintu Puskesmas

Kronologi Ibu Kandung Buang Bayinya, Sempat Ketuk Pintu Puskesmas

Regional
3 Tahun Tinggal Bersama Pacar di NTT Tanpa Izin, WNA Perempuan Asal Filipina Dideportasi

3 Tahun Tinggal Bersama Pacar di NTT Tanpa Izin, WNA Perempuan Asal Filipina Dideportasi

Regional
Dinkes Jateng Sudah Periksa Sampel Pasien Covid-19 Solo, Belum Ditemukan Varian India

Dinkes Jateng Sudah Periksa Sampel Pasien Covid-19 Solo, Belum Ditemukan Varian India

Regional
Driver Ojol Ditangkap Polisi karena Antar Miras Pelanggan, Kapolresta Solo: Saya Sudah Klarifikasi

Driver Ojol Ditangkap Polisi karena Antar Miras Pelanggan, Kapolresta Solo: Saya Sudah Klarifikasi

Regional
Ikatan Keluarga Madura Siap Bantu Jaga Pos Penyekatan di Suramadu

Ikatan Keluarga Madura Siap Bantu Jaga Pos Penyekatan di Suramadu

Regional
Kasus Naik Pasca Lebaran, Ridwan Kamil Minta Tambah Tempat Tidur Khusus Pasien Covid-19

Kasus Naik Pasca Lebaran, Ridwan Kamil Minta Tambah Tempat Tidur Khusus Pasien Covid-19

Regional
Video Viral Dugaan Penipuan Berkedok Restoran Terkenal di Aplikasi Ojol, Polisi Turun Tangan

Video Viral Dugaan Penipuan Berkedok Restoran Terkenal di Aplikasi Ojol, Polisi Turun Tangan

Regional
Pejabat DLH Pemkot Cilegon Gadaikan 2 Mobil Dinas, Kini Menghilang 6 Bulan Bolos Kerja

Pejabat DLH Pemkot Cilegon Gadaikan 2 Mobil Dinas, Kini Menghilang 6 Bulan Bolos Kerja

Regional
Positivity Rate Covid-19 di Surabaya Naik Jadi 9 Persen, Eri: Alarm Buat Kita

Positivity Rate Covid-19 di Surabaya Naik Jadi 9 Persen, Eri: Alarm Buat Kita

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X