Dengan Suara Bergetar, Pelaku Teror Bom Panci Lepas Baiat ISIS dan Memilih Kembali ke NKRI

Kompas.com - 07/04/2021, 06:07 WIB
Ilustrasi KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIlustrasi
Editor Rachmawati

Agung mengatakan GL dan AN (Nana) serta kelima terduga teroris lainnya itu berasal dari kelompok yang sama, yaitu jaringan Jemaah Ansharut Daulah (JAD).

Baca juga: Dua Terduga Teroris Serang Polres Indramayu, Lempar Panci Diduga Bom

"Para terduga teroris yang melakukan aksi penyerangan dan aksi bom bunuh diri di Mako Polres Indramayu adalah kelompok JAD Haurgeulis Kabupaten Indramayu, Jawa Barat," ujar Agung.

Dari tangan mereka, polisi mengamankan barang bukti berupa dua buah panci, bahan peledak, celurit, belati, dan ponsel dari tangan para pelaku.

Agung juga mengatakan, sejak Juni 2018 hingga Juli 2018, Polda Jawa Barat telah menangkap 25 terduga teroris dan beberapa di antaranya ditembak mati karena melakukan perlawanan saat ditangkap petugas.

Baca juga: Ditemukan, Panci Diduga Bom hingga Atribut ISIS di Rumah Penyerang Polisi Banyumas

Terpapar dari suami dan ingin bertemu anak

Sementara itu Kepala Lapas Perempuan Bandar Lampung Putranti Rahayu mengatakan, Nurhasanah yang mengucapkan ikrar kembali ke NKRI sudah mengikuti program deradikalisasi pada 2020 lalu.

Program tersebut dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Lapas Perempuan Bandar Lampung.

"Sudah ada keinginan dan tanda-tanda untuk setia (kepada NKRI) saat itu. Sekarang kita pastikan dan sepakati lagi," kata Rahayu.

Sementara itu Staf Sub Seksi Bimbingan Lapas Perempuan Bandar Lampung Lenny mengatakan Nurhasanah terpapar radikalisme dari sang suami.

Baca juga: Kapolri Sebut Ledakan di Gereja Katedral Makassar Jenis Bom Panci

"Paham selama ini dia dapat dari suaminya, dasar pengetahuan agama dia sebelumnya minim, jadi dapat paham dari suaminya sehingga cepat masuk (terdoktrin)," kata Lenny.

Sejak masuk Lapas, Nurhasanah dibina untuk mengikis paham radikal yang dianutnya.

"Di sini dikuatkan kembali dan direedukasi terkait paham keagamaan," kata Lenny

Salah satu motivasi Nurhasanah untuk meninggalkan paham radikal adalah karena ingin bertemu dengan sang anak yang kini telah berusia 3 tahun dan dirawat keluarganya.

"Nana pendiam orangnya, tapi dia rajin konseling sama saya. Jika pengin curhat bisa langsung empat mata. Motivasinya mau segera ketemu sama anaknya," kata Lenny.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis : Tri Purna Jaya, Yoga Sukmana, Fadlyanto Sugiono | Editor : Sandro Gatra, Caroline Damanik, Abba Gabrillin)

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria yang Bakar Kekasih Pakai Bensin Ditangkap, Sembunyi di Tengah Hutan

Pria yang Bakar Kekasih Pakai Bensin Ditangkap, Sembunyi di Tengah Hutan

Regional
Gadis Cianjur yang Dibakar Kekasih Akhirnya Meninggal, Dokter: Korban Alami Luka Bakar 60 Persen dan Trauma Pernapasan

Gadis Cianjur yang Dibakar Kekasih Akhirnya Meninggal, Dokter: Korban Alami Luka Bakar 60 Persen dan Trauma Pernapasan

Regional
Tiga Kabupaten di Lampung Diizinkan Shalat Id di Masjid dan Lapangan

Tiga Kabupaten di Lampung Diizinkan Shalat Id di Masjid dan Lapangan

Regional
Aturan Idul Fitri di Jabar: Takbir Keliling Dilarang, Shalat Id Berjemaah Hanya untuk Zona Hijau dan Kuning

Aturan Idul Fitri di Jabar: Takbir Keliling Dilarang, Shalat Id Berjemaah Hanya untuk Zona Hijau dan Kuning

Regional
20 Petasan Meledak Tewaskan 2 Orang, Polisi Amankan Barang Bukti 4 Kilogram Bubuk Mesiu

20 Petasan Meledak Tewaskan 2 Orang, Polisi Amankan Barang Bukti 4 Kilogram Bubuk Mesiu

Regional
Dua RT Zona Oranye di Gunungkidul Dilarang Gelar Shalat Id Berjemaah

Dua RT Zona Oranye di Gunungkidul Dilarang Gelar Shalat Id Berjemaah

Regional
Malam Lebaran di Kebumen, Takbir Keliling Dilarang, Alun-alun Gelap Gulita

Malam Lebaran di Kebumen, Takbir Keliling Dilarang, Alun-alun Gelap Gulita

Regional
Mujahidin Indonesia Timur Serang Desa di Poso, 2 Warga Tewas

Mujahidin Indonesia Timur Serang Desa di Poso, 2 Warga Tewas

Regional
5 Nelayan NTT Hilang Saat Cari Ikan di Perairan Indonesia-Australia, Kini Ditemukan Selamat

5 Nelayan NTT Hilang Saat Cari Ikan di Perairan Indonesia-Australia, Kini Ditemukan Selamat

Regional
'Update' 10 Hari Kasus Sate Bersianida, Sosok R Si Pemberi Ide Belum Juga Ketemu, Polisi Bantah Tomy dan Nani Nikah Siri

"Update" 10 Hari Kasus Sate Bersianida, Sosok R Si Pemberi Ide Belum Juga Ketemu, Polisi Bantah Tomy dan Nani Nikah Siri

Regional
Bacok Mahasiswa di Jambi, 2 Anggota Geng Motor Ditangkap

Bacok Mahasiswa di Jambi, 2 Anggota Geng Motor Ditangkap

Regional
Penuh Haru, Polisi Peluk Pemudik yang Lama Tak Jumpa Anak: Suaranya Bergetar, Saya Tahu Rasanya

Penuh Haru, Polisi Peluk Pemudik yang Lama Tak Jumpa Anak: Suaranya Bergetar, Saya Tahu Rasanya

Regional
Kenang Sosok Tengku Zulkarnain, Gubernur Edy: Orangnya Tak Bisa Dibendung

Kenang Sosok Tengku Zulkarnain, Gubernur Edy: Orangnya Tak Bisa Dibendung

Regional
Mobil Rombongan Kapolres Maybrat Ditembaki OTK Usai Bagi Sembako, Petugas Sempat Balas Tembakan

Mobil Rombongan Kapolres Maybrat Ditembaki OTK Usai Bagi Sembako, Petugas Sempat Balas Tembakan

Regional
Rukyatul Hilal Penentuan 1 Syawal Dilakukan di Gedung Tertinggi di Kota Surabaya

Rukyatul Hilal Penentuan 1 Syawal Dilakukan di Gedung Tertinggi di Kota Surabaya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X