Puluhan Perahu Nelayan di Kota Kupang, NTT Rusak Diterjang Badai Seroja

Kompas.com - 06/04/2021, 21:58 WIB
Perahu nelayan di Oesapa, Kota Kupang, NTT yang rusak terkena Badai Seroja KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BEREPerahu nelayan di Oesapa, Kota Kupang, NTT yang rusak terkena Badai Seroja


KUPANG, KOMPAS.com - Sebanyak 22 perahu milik nelayan di Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), rusak diterjang badai siklon tropis Seroja.

Moses Ngelu, seorang nelayan mengaku, dari 38 perahu nelayan yang ditambat di pesisir Pantai Oesapa, hanya 16 yang baik. Sisanya rusak berat dan tak bisa digunakan.

"Yang kami data ini masih di Oesapa. Ini belum dihitung perahu nelayan di Pantai Oeba dan Pantai Namosain," ungkap Moses kepada Kompas.com, Selasa (6/4/2021).

Menurut Moses, kerugian material akibat perahu yang rusak itu mencapai miliaran rupiah.

Baca juga: Diterjang Badai Siklon Tropis Seroja, Kantor Bupati dan Rumah Sakit di Sabu Raijua Rusak

Moses dan sejumlah nelayan lainnya, sampai saat ini masih memperbaiki perahu yang kerusakan tidak terlalu parah.

Untuk biaya perbaikannya, kata Moses, mencapai puluhan juta rupiah.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal senada juga disampai nelayan lainnya Ferdy Fallo.

Menurut Ferdy, selain perahu yang rusak, peralatan tangkap juga ikut rusak.

"Saat ini kami tidak bisa melaut karena perahu rusak berat. Meski cuaca saat ini mulai membaik," kata dia.

Ferdy dan Moses berharap, pemerintah setempat bisa membantu memenuhi kebutuhan pokok para nelayan berupa makan dan minum untuk beberapa hari ke depan.

"Sambil kami masih menunggu memperbaiki perahu yang rusak, semoga pemerintah bisa membantu kami," ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, Badai siklon tropis Seroja menerjang Kota Kupang, Senin (5/4/2021) dini hari, menyebabkan 1.264 rumah warga rusak berat.

Baca juga: Usai Diterjang Badai Siklon Tropis Seroja, Perairan Wilayah NTT Diterjang Gelombang 6 Meter

Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, Jemmi Didok, kepada sejumlah wartawan di Kupang, Selasa (6/4) 2021) petang.

Selain rumah warga rusak, lanjut Jemmi, badai tersebut juga menyebabkan seorang warga meninggal dan tujuh orang menderita luka berat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Bogor Dapat Perintah Langsung dari Jokowi, Ini Isinya

Bupati Bogor Dapat Perintah Langsung dari Jokowi, Ini Isinya

Regional
Sehari Usai Disuntik Vaksin, Seorang Warga Demam lalu Meninggal, Ini Penjelasan Satgas Covid-19 Bali

Sehari Usai Disuntik Vaksin, Seorang Warga Demam lalu Meninggal, Ini Penjelasan Satgas Covid-19 Bali

Regional
Pasien Covid-19 yang Miliki Miliaran Kandungan Virus Ditemukan di Kalbar

Pasien Covid-19 yang Miliki Miliaran Kandungan Virus Ditemukan di Kalbar

Regional
2.000 Vial Vaksin Tambahan untuk Batam Tertahan

2.000 Vial Vaksin Tambahan untuk Batam Tertahan

Regional
Guru SMP Pelaku Pencabulan Malah Menyalahkan Setan, Mengaku Punya 2 Kepribadian

Guru SMP Pelaku Pencabulan Malah Menyalahkan Setan, Mengaku Punya 2 Kepribadian

Regional
Viral Video Kerumunan Berjoget di Mal di Sleman di Tengah Pandemi, Ini Kata Satpol PP DIY

Viral Video Kerumunan Berjoget di Mal di Sleman di Tengah Pandemi, Ini Kata Satpol PP DIY

Regional
Ultah ke-94 Persebaya, Lagu 'Song For Pride' Akan Bergema di 10 Lampu Lalu Lintas Surabaya

Ultah ke-94 Persebaya, Lagu "Song For Pride" Akan Bergema di 10 Lampu Lalu Lintas Surabaya

Regional
Keluhan Pengungsi Gempa Maluku Tengah: Tak Ada MCK hingga Kesulitan Air Bersih

Keluhan Pengungsi Gempa Maluku Tengah: Tak Ada MCK hingga Kesulitan Air Bersih

Regional
Modus Pintu Goyang, Sopir Angkot Ini Curi Uang Pensiun Para Lansia

Modus Pintu Goyang, Sopir Angkot Ini Curi Uang Pensiun Para Lansia

Regional
Wali Kota Pontianak Positif Covid-19 Walau Sudah Divaksin, Ini Penjelasan Gubernur Kalbar

Wali Kota Pontianak Positif Covid-19 Walau Sudah Divaksin, Ini Penjelasan Gubernur Kalbar

Regional
Pimpinan Puskesmas Dimutasi ke Pelosok gara-gara UGD Tutup Sore, Bupati Solok: Sebagai Efek Jera

Pimpinan Puskesmas Dimutasi ke Pelosok gara-gara UGD Tutup Sore, Bupati Solok: Sebagai Efek Jera

Regional
Dianggap Sukses Selenggarakan PSU, Kantor KPU Kalsel Dipenuhi Karangan Bunga

Dianggap Sukses Selenggarakan PSU, Kantor KPU Kalsel Dipenuhi Karangan Bunga

Regional
Kasus Baru Covid-19 di Salatiga Melonjak, Jadi Zona Merah dan Langkah Pemkot

Kasus Baru Covid-19 di Salatiga Melonjak, Jadi Zona Merah dan Langkah Pemkot

Regional
21 Orang di Lingkungan Kampus Unsika Positif Covid-19

21 Orang di Lingkungan Kampus Unsika Positif Covid-19

Regional
Ada Patahan Saat Gempa, Warga 2 Desa di Maluku Tengah Bakal Direlokasi

Ada Patahan Saat Gempa, Warga 2 Desa di Maluku Tengah Bakal Direlokasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X