Masyarakat Sleman Boleh Shalat Tarawih di Masjid, asal...

Kompas.com - 06/04/2021, 19:53 WIB
Warga menggunakan masker saat melaksanakan shalat tarawih di Masjid Agung Al-Araf, Lebak,  Banten, Rabu (23/4/2020). Warga setempat tetap menjalankan ibadah shalat tarawih berjamaah di masjid dengan mengikuti protokol kesehatan meski Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau masyarakat tidak melaksanakan shalat berjamaah di masjid selama ramadhan. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/aww. ANTARA FOTO/MUHAMMAD BAGUS KHOIRUNASWarga menggunakan masker saat melaksanakan shalat tarawih di Masjid Agung Al-Araf, Lebak, Banten, Rabu (23/4/2020). Warga setempat tetap menjalankan ibadah shalat tarawih berjamaah di masjid dengan mengikuti protokol kesehatan meski Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau masyarakat tidak melaksanakan shalat berjamaah di masjid selama ramadhan. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/aww.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Masyarakat Sleman diperbolehkan menggelar ibadah shalat tarawih di masjid dengan kapasitas 50 persen dan protokol kesehatan (prokes) ketat.

"Jadi sesuai Surat Edaran Menteri Agama Nomor 3/2021, pada dasarnya secara umum memang diperbolehkan melaksanakan ibadah tarawih di masjid atau mushola," ujar Kasubag Tata Usaha Kanwil Kemenag Sleman Tulus Dumadi dalam jumpa pers, Selasa (6/4/2021).

Meski diperbolehkan menggelar ibadah shalat tarawih di masjid, namun tetap memperhatikan kategori zona yang diterbitkan.

Baca juga: Dewan Masjid DIY Sarankan Shalat Tarawih Berjemaah Digelar Dua Shift

Hal tersebut untuk melihat kondisi dan situasi Covid-19 di wilayah tersebut.

"Masyarakat dihimbau agar lebih arif untuk melaksanakan ibadah tersebut melihat situasi dan kondisinya. Diharapkan tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan, agar jangan sampai muncul klaster baru," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo menuturkan pada intinya menyesuaikan dengan instruksi Bupati Sleman Nomor 8 Tahun 2021.

"Secara umum boleh, tapi diinstruksi Bupati Nomor 8 kalau di RT tersebut masuk zona oranye atau merah tempat ibadah tidak boleh dibuka," ujarnya.

Baca juga: Sultan HB X Persilakan Warga Shalat Tarawih di Masjid Selama Ramadhan

Menurutnya, di instruksi Bupati Sleman nomor 8 Tahun 2021 untuk kategori zona oranye dan merah diperketat.

"Tiga sampai lima (kasus positif) oranye, lebih dari lima kasus positif merah. Berarti kalau di satu RT ada lebih dari dua rumah yang dihuni oleh kasus positif berarti masuk oranye, berarti (tempat ibadah) tidak boleh dibuka," tegasnya.

Di instruksi Bupati Sleman Nomor 7 Tahun 2021, yang masuk kategori oranye jika terdapat enam sampai 10 kasus positif.

Sedangkan jika ada lebih dari 10 kasus positif maka masuk zona merah.

"Itu merah memang tidak ada, tapi nanti menerapkan instruksi bupati yang baru perkiraan kami akan ada yang merah atau oranye," bebernya.

Dijelaskannya, penerbitan zonasi tingkat RT di wilayah Kabupaten Sleman sudah diterbitkan setidaknya sebelum awal puasa.

"Puasa hari pertama tanggal 13, nanti kita akan terbit pada tanggal 12 April zonasi tingkat RT. Nanti kita menyesuaikan dengan zonasi itu, apakah tempat ibadah di RT tersebut bisa dibuka atau tidak, kemudian tujuh hari kemudian harus ada pembaharuan zonasi," urainya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Kali Warganya Tertabrak Kereta di Perlintasan Tanpa Palang, Ini Permintaan Kepala Desa pada Pemda

4 Kali Warganya Tertabrak Kereta di Perlintasan Tanpa Palang, Ini Permintaan Kepala Desa pada Pemda

Regional
Heboh soal Bipang, Khofifah Dan Gus Ipul Pamer Bipang Jangkar Khas Kota Pasuruan

Heboh soal Bipang, Khofifah Dan Gus Ipul Pamer Bipang Jangkar Khas Kota Pasuruan

Regional
Gus Yasin soal Warga Telanjur Mudik: Kalau Sudah Karantina, Monggo Shalat Id

Gus Yasin soal Warga Telanjur Mudik: Kalau Sudah Karantina, Monggo Shalat Id

Regional
Bupati Nganjuk Terjaring OTT, Pejabat Lainnya Bungkam

Bupati Nganjuk Terjaring OTT, Pejabat Lainnya Bungkam

Regional
Bupati Nganjuk Dikabarkan Terjaring OTT, Ruang Sub Bidang Mutasi Pemkab Disegel Dit Tipidkor Bareskrim Polri

Bupati Nganjuk Dikabarkan Terjaring OTT, Ruang Sub Bidang Mutasi Pemkab Disegel Dit Tipidkor Bareskrim Polri

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Palangkaraya Hari Ini, 10 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Palangkaraya Hari Ini, 10 Mei 2021

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bengkulu Hari Ini, 10 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bengkulu Hari Ini, 10 Mei 2021

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Yogyakarta Hari Ini, 10 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Yogyakarta Hari Ini, 10 Mei 2021

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Pangkalpinang Hari Ini, 10 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Pangkalpinang Hari Ini, 10 Mei 2021

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Palembang Hari Ini, 10 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Palembang Hari Ini, 10 Mei 2021

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Semarang Hari Ini, 10 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Semarang Hari Ini, 10 Mei 2021

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Pontianak Hari Ini, 10 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Pontianak Hari Ini, 10 Mei 2021

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bandung Hari Ini, 10 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bandung Hari Ini, 10 Mei 2021

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Surabaya Hari Ini, 10 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Surabaya Hari Ini, 10 Mei 2021

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Jambi Hari Ini, 10 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Jambi Hari Ini, 10 Mei 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X