Wanita Ini Batal Dicambuk 100 Kali karena Baru Melahirkan, Akan Dieksekusi 3 Bulan Lagi

Kompas.com - 06/04/2021, 18:56 WIB
Terpidana cambuk warga Kota Lhokseumawe di Stadion Tunas bangsa, Desa Mon Geudong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Selasa (6/4/2021). KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBOTerpidana cambuk warga Kota Lhokseumawe di Stadion Tunas bangsa, Desa Mon Geudong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Selasa (6/4/2021).

KOMPAS.com - Seorang wanita asal Lhokseumawe berinisial RS batal dicambuk karena baru saja melahirkan. Rencanannya, ia dicambuk setelah 120 hari atau tiga bulan setelah melahirkan.

Hal itu diungkapkan Kasubsi Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Lhokseumawe Muhammad Doni Siddik, dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Selasa (6/4/2021).

“RS atas surat dokter baru bisa dicambuk 120 hari setelah melahirkan. Pada 1 April 2021 lalu dia baru melahirkan,” Doni.

Baca juga: 3 Warga Lhokseumawe Dicambuk 100 Kali, 1 Batal karena Baru Melahirkan

Menurut Doni, RS akan dijadwalkan tersendiri untuk mendapat ekskusi cambuk. Wanita ini dinyatakan sah dan meyakinkan melakukan perbuatan jarimah zina.

Sebelumnya, tiga terpidana kasus perzinahan, ZU, RIM dan LT, masing-masing dihukum cambuk oleh Kejaksaan Negeri Lhokseumawe di Stadion Tunas Bangsa, Desa Mon Geudong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Selasa (6/4/2021). Mereka dicambuk karena melakukan perbuatan zina berdasarkan vonis yang dibacakan Mahkamah Syariah Lhokseumawe.

“Mereka divonis 100 kali oleh Mahkamah Syariah Lhokseumawe karena diyakini secara sah dan menyakinkan melakukan perbuatan jarimah zina,” kata Muhammad Doni.

Baca juga: Pasangan Bukan Muhrim Dicambuk Masing-masing 100 Kali, Menangis dan Minta Berhenti

Dia menyebutkan, sebenarnya hari ini dijadwalkan empat terhukum cambuk. Namun satu lainnya berinisial RS belum bisa dicambuk karena baru saja melahirkan.

“RS atas surat dokter baru bisa dicambuk 120 hari setelah melahirkan. Pada 1 April 2021 lalu dia baru melahirkan,” katanya.
Dengan demikian, kata Doni, hari ini hanya tiga terhukum cambuk yang dieksekusi.

Baca juga: PN Cibadak Sukabumi Cetak Rekor, Vonis Mati 13 Terdakwa Kasus Narkoba dalam Sehari

(Penulis: Masriadi)

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua Ormas yang Anggotanya Terlibat Aksi Premanisme di Blora Ancam Tuntut Balik

Ketua Ormas yang Anggotanya Terlibat Aksi Premanisme di Blora Ancam Tuntut Balik

Regional
Video Pemudik Motor Terobos Pos Penyekatan di Karawang Viral, Ini Penjelasan Polisi

Video Pemudik Motor Terobos Pos Penyekatan di Karawang Viral, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Sopir yang Mengaku Anggota Polda Banten dan Ancam Tembak Warga di SPBU Terancam 3 Bulan Penjara

Sopir yang Mengaku Anggota Polda Banten dan Ancam Tembak Warga di SPBU Terancam 3 Bulan Penjara

Regional
Buruh Tani Ini Perkosa Gadis Berusia 15 Tahun Tetangganya Sendiri

Buruh Tani Ini Perkosa Gadis Berusia 15 Tahun Tetangganya Sendiri

Regional
Jalan Lintas Riau-Sumbar Bisa Dilalui Kembali Setelah Lumpuh Total karena Longsor

Jalan Lintas Riau-Sumbar Bisa Dilalui Kembali Setelah Lumpuh Total karena Longsor

Regional
Soal Ujian Akhir SMP di Jember Bocor, Ini Hasil Investigasi DPRD

Soal Ujian Akhir SMP di Jember Bocor, Ini Hasil Investigasi DPRD

Regional
Cerita Dokter yang Kliniknya Dijadikan Tempat COD Alat Rapid Test Antigen Ilegal

Cerita Dokter yang Kliniknya Dijadikan Tempat COD Alat Rapid Test Antigen Ilegal

Regional
Kronologi 3 Orang Tewas di Dalam Septic Tank, Berawal dari Membersihkan Rumput

Kronologi 3 Orang Tewas di Dalam Septic Tank, Berawal dari Membersihkan Rumput

Regional
Magelang Zona Oranye, Semua Obyek Wisata Tutup Selama Lebaran 2021

Magelang Zona Oranye, Semua Obyek Wisata Tutup Selama Lebaran 2021

Regional
Terjatuh ke Septic Tank, Pasangan Suami Istri dan Penolongnya Tewas

Terjatuh ke Septic Tank, Pasangan Suami Istri dan Penolongnya Tewas

Regional
Bantah Wilayahnya Berstatus Zona Merah, Bupati: Semarang Itu Zona Oranye

Bantah Wilayahnya Berstatus Zona Merah, Bupati: Semarang Itu Zona Oranye

Regional
Usut Kasus Teror Penembakan di Toko dan Rumah Warga, Polda Jatim Turun Tangan

Usut Kasus Teror Penembakan di Toko dan Rumah Warga, Polda Jatim Turun Tangan

Regional
Inovasi Tauco Cianjur, Kini Tak Sekadar Sambal, Bisa Jadi Kue Kering

Inovasi Tauco Cianjur, Kini Tak Sekadar Sambal, Bisa Jadi Kue Kering

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pemerasan Bermodus Sebar Foto Porno | Mudik Jalan Kaki dari Gombong ke Bandung

[POPULER NUSANTARA] Pemerasan Bermodus Sebar Foto Porno | Mudik Jalan Kaki dari Gombong ke Bandung

Regional
Orang Tak Dikenal Tembak Toko dan Rumah Warga, Peristiwa Terjadi Berurutan, Ini Kata Polisi

Orang Tak Dikenal Tembak Toko dan Rumah Warga, Peristiwa Terjadi Berurutan, Ini Kata Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X