Volume Kubah Lava Gunung Merapi Capai 1 Juta Meter Kubik

Kompas.com - 06/04/2021, 12:55 WIB
Awan Panas Guguran terjadi pada Kamis (1/4/2021) pukul 13.36 Dokumentasi BPPTKGAwan Panas Guguran terjadi pada Kamis (1/4/2021) pukul 13.36

YOGYAKARTA, KOMPAS.com- Kubah lava di sektor barat daya Gunung Merapi terus mengalami pertumbuhan.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida mengatakan, hingga kini volume kubah lava itu sudah mencapai 1.060.000 meter kubik.

"Volume kubah lava di sektor barat daya sebesar 1.060.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan 13.400 meter kubik per hari," kata Hanik dalam laporan tertulisnya, Selasa (6/4/2021).

Baca juga: Awan Panas Guguran Merapi Sabtu Siang Meluncur Sejauh 1.100 Meter, ke Arah Barat Daya

Berdasaran hasil analisis morfologi puncak Gunung Merapi dari perbandingan foto pada 1 April 2021 dan 25 Maret 2021, disimpulkan ada perubahan karena aktivitas guguran dan pertumbuhan.

Sedangkan di puncak sektor tenggara, kubah lava sudah setinggi 70 meter.

Hanik juga menyebut, berdasarkan pemantauan sejak 25 Maret 2021 hingga 1 April 2021, ada 14 kali guguran awan panas dan 158 guguran lava.

Selain itu, ada tiga kali gempa vulkanik dangkal, 61 kali gempa fase banyak, 1.074 kali gempa guguran, 16 kali gempa embusan, dan enam kali gempa tektonik.

Baca juga: Gunung Merapi Keluarkan 2 Awan Panas Guguran dan 5 Lava Pijar

"Intensitas kegempaan pada minggu ini lebih rendah dibandingkan minggu lalu. Deformasi Gunung Merapi pada minggu ini tidak menunjukkan adanya perubahan yang signifikan urainya," tuturnya.

"Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat Siaga," sambung Hanik.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan–barat daya meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 kilometer dan pada sektor tenggara yaitu Sungai Gendol sejauh 3 kilometer.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Ambulans Bawa Pasien Covid-19 Disuruh Putar Balik

Kronologi Ambulans Bawa Pasien Covid-19 Disuruh Putar Balik

Regional
Diduga Bawa Pemudik, Ambulans Diminta Putar Balik, Ini yang Bikin Petugas Curiga

Diduga Bawa Pemudik, Ambulans Diminta Putar Balik, Ini yang Bikin Petugas Curiga

Regional
Pelaku Spesialis Pembobol Ruko di Lombok Barat Ditangkap, Beraksi di Beberapa Lokasi

Pelaku Spesialis Pembobol Ruko di Lombok Barat Ditangkap, Beraksi di Beberapa Lokasi

Regional
Tercebur ke Septic Tank Sedalam 6 Meter, 3 Orang Tewas, Ini Kronologinya

Tercebur ke Septic Tank Sedalam 6 Meter, 3 Orang Tewas, Ini Kronologinya

Regional
Sehari Bertambah 26 Orang yang Meninggal akibat Covid-19 di Riau

Sehari Bertambah 26 Orang yang Meninggal akibat Covid-19 di Riau

Regional
Merawat Toleransi di Bulan Ramadhan, Umat Konghucu Bagikan 568 Paket Beras dan Angpau ke Warga Kurang Mampu

Merawat Toleransi di Bulan Ramadhan, Umat Konghucu Bagikan 568 Paket Beras dan Angpau ke Warga Kurang Mampu

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pemudik Menangis Minta Diloloskan | Klaster Tarawih di Pati, 56 Orang Positif Covid-19

[POPULER NUSANTARA] Pemudik Menangis Minta Diloloskan | Klaster Tarawih di Pati, 56 Orang Positif Covid-19

Regional
Selamatkan Seorang Warga dari Amuk Massa, Polisi Ini Sampai Terluka

Selamatkan Seorang Warga dari Amuk Massa, Polisi Ini Sampai Terluka

Regional
Kronologi Kernet Tewas Terlindas Truk Saat Tertidur di Aspal, Sopir Lupa Cek Kolong Truk

Kronologi Kernet Tewas Terlindas Truk Saat Tertidur di Aspal, Sopir Lupa Cek Kolong Truk

Regional
Terdesak Kebutuhan Lebaran, Suami Istri di Magetan Nekat Mencuri Kotak Amal di Warung.

Terdesak Kebutuhan Lebaran, Suami Istri di Magetan Nekat Mencuri Kotak Amal di Warung.

Regional
Cerita Belasan Anak Yatim Dibawa Belanja Baju Lebaran, Malu-malu hingga Buat Pramuniaga Menangis

Cerita Belasan Anak Yatim Dibawa Belanja Baju Lebaran, Malu-malu hingga Buat Pramuniaga Menangis

Regional
4 Kali Warganya Tertabrak Kereta di Perlintasan Tanpa Palang, Ini Permintaan Kepala Desa pada Pemda

4 Kali Warganya Tertabrak Kereta di Perlintasan Tanpa Palang, Ini Permintaan Kepala Desa pada Pemda

Regional
Heboh soal Bipang, Khofifah Dan Gus Ipul Pamer Bipang Jangkar Khas Kota Pasuruan

Heboh soal Bipang, Khofifah Dan Gus Ipul Pamer Bipang Jangkar Khas Kota Pasuruan

Regional
Gus Yasin soal Warga Telanjur Mudik: Kalau Sudah Karantina, Monggo Shalat Id

Gus Yasin soal Warga Telanjur Mudik: Kalau Sudah Karantina, Monggo Shalat Id

Regional
Bupati Nganjuk Terjaring OTT, Pejabat Lainnya Bungkam

Bupati Nganjuk Terjaring OTT, Pejabat Lainnya Bungkam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X