Tiba di Flores Timur, Kepala BNPB Akan Berupaya Maksimal Tangani Korban Banjir dan Longsor

Kompas.com - 06/04/2021, 09:19 WIB
Suasana Koramil 1624-02 Adonara yang rusak akibat banjir bandang di Flores Timur, NTT, Senin (5/4/2021). Berdasarkan data BNPB hingga senin siang, korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Flores Timur mencapai 68 jiwa. ANTARA FOTO/Anca Boleng/wpa/wsj. ANTARA FOTO/Anca BolengSuasana Koramil 1624-02 Adonara yang rusak akibat banjir bandang di Flores Timur, NTT, Senin (5/4/2021). Berdasarkan data BNPB hingga senin siang, korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Flores Timur mencapai 68 jiwa. ANTARA FOTO/Anca Boleng/wpa/wsj.

LEMBATA, KOMPAS.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef Nae Soi bersama rombongan tiba di Larantuka, Kabupaten Flores Tiimur, Senin (5/4/2021) sore.

Doni pun langsung menggelar rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Flores Timur membahas perihal bencana banjir dan longsor yang melanda Pulau Adonara.

Kepala BNPB itu mengungkapkan, Presiden Joko Widodo sudah memerintahkan untuk mengambil langkah konkret dalam membantu masyarakat yang terdampak banjir di NTT dan NTB.

Seluruh pihak harus bisa bekerja sama dengan baik membantu evakuasi korban di lapangan. Masyarakat terdampak juga harus diperhatikan secara maksimal.

Baca juga: Bertemu Mendagri di Jayapura, Ini yang Disampaikan Gubernur Papua Lukas Enembe...

"Seandainya malam ini bantuan bisa langsung ke lapangan, maka kami akan langsung dorong. Terutama selimut bagi masyarakat yang terdampak musibah. Termasuk juga dari Kemensos," ungkap Doni dalam rapat koordinasi, Senin sore.

Doni meminta, pemerintah daerah tak enggan menyampaikan kebutuhan di lapangan kepadanya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Apa-apa yang dibutuhkan di lapangan tolong disampaikan agar kami bisa sampaikan ke Jakarta," jelas Doni.

Agar bantuan bisa tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran, Doni meminta pemerintah daerah mendata nama korban sesuai kartu tanda penduduk (KTP).

 

Doni menambahkan, pemerintah akan berusaha agar masyarakat terdampak tak terlalu lama di pengungsian. Sebab, Doni khawatir para pengungsi terpapar corona.

Doni akan melanjutkan perjalanan ke lokasi bencana pada Selasa (6/4/2021). 

"Karena saat ini cuaca masih belum kondusif, hari ini kita pun tidak bisa langsung ke lokasi. Semoga esok cuaca kondusif," tambahnya.

Baca juga: Pesawat Kertas dan Flare di Rumah Dinas Wali Kota Malang, Polisi: Itu Bukan Teror...

Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi menyampaikan terima kasih kepada kepala BNPB karena sudah merespons dengan cepat bencana di provinsi itu.

"Yang paling kita butuhkan di Adonara adalah alat berat untuk manggali tanah dan mengevakuasi korban. Terima kasih karena sudah dengan cepat untuk membantu NTT," ungkap Josef.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebelum Tewas Dibunuh Anaknya, Tetangga Sempat Dengar Korban Minta Tolong

Sebelum Tewas Dibunuh Anaknya, Tetangga Sempat Dengar Korban Minta Tolong

Regional
Harga Tak Wajar di Curug Bidadari, HTM Rp 45.000 dan Titip Barang Bayar Rp 30.000, Ada di Lahan Sengketa

Harga Tak Wajar di Curug Bidadari, HTM Rp 45.000 dan Titip Barang Bayar Rp 30.000, Ada di Lahan Sengketa

Regional
Soal Biaya Tak Wajar di Curug Bidadari, Warganet: Pas Hujan Ikut Berteduh pun Disuruh Bayar

Soal Biaya Tak Wajar di Curug Bidadari, Warganet: Pas Hujan Ikut Berteduh pun Disuruh Bayar

Regional
Tiga Koperasi Bongkar Muat Nunukan Berselisih, KSOP Khawatirkan Banyak Buruh akan Menganggur

Tiga Koperasi Bongkar Muat Nunukan Berselisih, KSOP Khawatirkan Banyak Buruh akan Menganggur

Regional
Kasus Covid-19 di Indramayu, Hampir Tiap Hari Ada yang Meninggal

Kasus Covid-19 di Indramayu, Hampir Tiap Hari Ada yang Meninggal

Regional
Sandiwara Irwansyah yang Temukan Ayahnya Tewas dengan Terikat Lakban, Pelaku Ternyata Anak Korban, Ini Motifnya

Sandiwara Irwansyah yang Temukan Ayahnya Tewas dengan Terikat Lakban, Pelaku Ternyata Anak Korban, Ini Motifnya

Regional
Prabowo Akan Beri Penghargaan Patriot Bela Negara ke 11.485 Eks Pejuang Timtim

Prabowo Akan Beri Penghargaan Patriot Bela Negara ke 11.485 Eks Pejuang Timtim

Regional
Oplos Minuman dengan Disinfektan, Seorang Napi Tewas, 20 Dirawat di RS

Oplos Minuman dengan Disinfektan, Seorang Napi Tewas, 20 Dirawat di RS

Regional
Kisah Sumur Tujuh Bangka Tengah, Dulu Tempat Jepang Produksi Garam, Kini Jadi Wisata Andalan

Kisah Sumur Tujuh Bangka Tengah, Dulu Tempat Jepang Produksi Garam, Kini Jadi Wisata Andalan

Regional
Tidak Sembarangan, Begini Cara Pemindahan 2 Gajah dari Bali ke Lembang

Tidak Sembarangan, Begini Cara Pemindahan 2 Gajah dari Bali ke Lembang

Regional
Kapolda NTT Berantas Premanisme, Razia Preman Pelabuhan hingga Terminal Bus

Kapolda NTT Berantas Premanisme, Razia Preman Pelabuhan hingga Terminal Bus

Regional
Teror Lempar Batu 'Hantui' Warga Semarang, Polisi: Korbannya Para Sopir Truk

Teror Lempar Batu "Hantui" Warga Semarang, Polisi: Korbannya Para Sopir Truk

Regional
Taman Nasional di Indonesia, Sudah Ada Sejak Zaman Sriwijaya

Taman Nasional di Indonesia, Sudah Ada Sejak Zaman Sriwijaya

Regional
Padang Pariaman Zona Merah Covid-19

Padang Pariaman Zona Merah Covid-19

Regional
Buntut Lonjakan Covid-19 di Jabar, Ridwan Kamil Sidak Rumah Sakit Saat Malam Hari

Buntut Lonjakan Covid-19 di Jabar, Ridwan Kamil Sidak Rumah Sakit Saat Malam Hari

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X