Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Karawang, Warga: Murah Senyum, tetapi...

Kompas.com - 06/04/2021, 07:40 WIB
Rumah yang ditinggali LN, rumah terduga teroris di Desa Klari, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Senin (5/4/2021). KOMPAS.COM/FARIDARumah yang ditinggali LN, rumah terduga teroris di Desa Klari, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Senin (5/4/2021).

KOMPAS.com - LN (35), terduga teroris asal Ciamis, ditangkap Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiterori di Perumahan Klari Regency, Desa Klari, Karawang.

Menurut salah satu tetangga, Edi (47), LN dikenal kurang bergaul di masyarakat.

LN juga diketahui baru tinggal di perumahan itu selama 3 bulan. Sehari-harinya bekerja di depot air minum.

Baca juga: Rumah Terduga Teroris Karawang Digeledah, Densus 88 Amankan Buku, Berkas, Pakaian dan Badik

"Murah senyum, tapi jarang bergaul. Dia meninggali rumah adiknya," ungkap Edi, Senin (5/4/2021).

Hal senada juga diungkapkan oleh salah satu anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Klari Tamrin Felani.

Menurutnya, tidak begitu dikenal oleh warga sekitar. Warga pun kaget saat rumah LN digeledah Densus 88.

"Dia pulang ke Perumahan Klari Regency hanya di waktu malam untuk tidur. Pagi, siang, dan sore di tempat galon (tempat kerja LN) di Johar," ungkapnya.

Baca juga: Tragis, Seorang Bocah Tewas Usai Jatuh ke Sumur Sedalam 30 Meter, Ini Kronologinya

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sopir yang Ancam Tembak Pengendara Motor di SPBU Ternyata Bukan Polisi, Ini Faktanya

Sopir yang Ancam Tembak Pengendara Motor di SPBU Ternyata Bukan Polisi, Ini Faktanya

Regional
Rumahnya Ludes Terbakar, Seorang Kakek di Pati Tewas

Rumahnya Ludes Terbakar, Seorang Kakek di Pati Tewas

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 7 Mei 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 7 Mei 2021

Regional
Dinkes Nganjuk Siapkan 2.000 Alat Rapid Test Antigen untuk Pos Penyekatan

Dinkes Nganjuk Siapkan 2.000 Alat Rapid Test Antigen untuk Pos Penyekatan

Regional
Cerita Ketua RT Saksi Mata Penangkapan Buronan Teroris di Sukabumi

Cerita Ketua RT Saksi Mata Penangkapan Buronan Teroris di Sukabumi

Regional
Panglima TNI dan Kapolri ke Papua dan Gelar Pertemuan Tertutup, Ada Apa?

Panglima TNI dan Kapolri ke Papua dan Gelar Pertemuan Tertutup, Ada Apa?

Regional
Pemudik Jalan Kaki dari Gombong ke Bandung, Sempat Berjalan hingga 11 Malam gara-gara Tak Temukan Tempat Istirahat

Pemudik Jalan Kaki dari Gombong ke Bandung, Sempat Berjalan hingga 11 Malam gara-gara Tak Temukan Tempat Istirahat

Regional
Dinkes Sambas Bantah Ada Pungli Rapid Test Antigen, Ini Penjelasannya

Dinkes Sambas Bantah Ada Pungli Rapid Test Antigen, Ini Penjelasannya

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 7 Mei 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 7 Mei 2021

Regional
2 Lokasi di Sidoarjo serta Bangkalan Ditembak Orang Tak Dikenal, Polda Jatim Lakukan Penyelidikan

2 Lokasi di Sidoarjo serta Bangkalan Ditembak Orang Tak Dikenal, Polda Jatim Lakukan Penyelidikan

Regional
'Saya Dilaporkan Istri ke Ketua RT, Pak. Saya Langsung Dikarantina'

"Saya Dilaporkan Istri ke Ketua RT, Pak. Saya Langsung Dikarantina"

Regional
13 ABK Asal Filipina Berlayar dari India, Diketahui Positif Covid-19 Saat Berlabuh di Cilacap

13 ABK Asal Filipina Berlayar dari India, Diketahui Positif Covid-19 Saat Berlabuh di Cilacap

Regional
Truk Terbalik di Jalan Trans Flores, 1 Tewas di Tempat, 1 Luka-luka

Truk Terbalik di Jalan Trans Flores, 1 Tewas di Tempat, 1 Luka-luka

Regional
Volume Kubah Lava Tengah Gunung Merapi Capai 1,7 Juta Meter Kubik

Volume Kubah Lava Tengah Gunung Merapi Capai 1,7 Juta Meter Kubik

Regional
Kisah Pengungsi Afganistan, Bertahun-tahun Terkatung-katung hingga Depresi

Kisah Pengungsi Afganistan, Bertahun-tahun Terkatung-katung hingga Depresi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X