Kebut-kebutan dengan Mobil, PNS Tabrak 3 Kendaraan hingga Tewaskan Ibu dan Anak

Kompas.com - 04/04/2021, 17:14 WIB
Polisi lalu lintas melakukan olah TKP pada kecelakaan Honda Mobilio dengan truk tronton di jalan tol Pekanbaru-Dumai di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau, Kamis (15/10/2020). Dok. Polda RiauPolisi lalu lintas melakukan olah TKP pada kecelakaan Honda Mobilio dengan truk tronton di jalan tol Pekanbaru-Dumai di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau, Kamis (15/10/2020).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Ibu dan anak yang sedang mengendarai sepeda motor tertabrak mobil yang dikendarai seorang PNS hingga kedua korban tewas di Kota Bangkinang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau..

Kecelakaan itu terekam kamera CCTV.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Kampar AKP Angga Wahyu Prihantoro saat dikonfirmasi membenarkan bahwa kedua korban merupakan ibu dan anak.

Korban bernama Nur Asni (37) dan anaknya, Amelia (16). Keduanya tewas setelah tertabrak mobil yang kemudikan seorang PNS bernama Heri Susanto (60).

"Ibu dan anak ini tewas dalam kecelakaan beruntun di Jalan Tuanku Tambusai depan Kantor Dinas Perhubungan Kampar, pada Jumat (2/4/2021), sekitar pukul 14.00 WIB. Kejadian itu terekam kamera CCTV," kata Angga kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApps, Minggu (4/3/2021).

Baca juga: Diduga karena Rem Blong, Truk Tabrak Madrasah di Garut, 3 Orang Tewas

Dijelaskan Angga, kecelakaan beruntun itu berawal saat Heri Susanto bergerak dari arah Jalan Ahmad Yani menuju Jalan Tuanku Tambusai dengan mobil Honda Mobilio.

PNS ini melaju dengan kecepatan tinggi. Sampai di depan Kantor Dinas Perhubungan Kampar, mobil Heri oleng ke kanan jalan hingga menabrak sepeda motor matik yang dikendarai Zukri Efendi (41) yang dibonceng istrinya, Hefniati (41). Kedua korban ini berprofesi sebagai guru.

Tak sampai di situ, mobil Honda Mobilio juga menabrak sebuah mobil Ayla yang dikemudikan Masnidar (51) yang datang dari arah berlawanan.

Baca selanjutnya: Mobil PNS Ngebut Tabrak 2 Motor dan Ayla di Riau, Ibu dan Anak Tewas di TKP, Pasutri Guru Luka Berat

"Setelah itu, mobil Honda Mobilio menabrak lagi sepeda motor yang dikendarai Nur Asni dan anaknya, Amelia. Kedua korban terpental dan sepeda motornya terseret mobil hingga berhenti di tengah jalan," sebut Angga.

Akibat kecelakaan itu, ibu dan anak itu tewas di tempat. Jasad kedua korban lalu dibawa ke RSUD Bangkinang.

"Sementara pengemudi kendaraan lainnya hanya mengalami luka-luka dan dibawa ke RSUD Bangkinang untuk diberikan perawatan medis," sebut Angga.

Baca juga: Kronologi Truk Tabrak Madrasah Saat Santri Sedang Mengaji, 3 Orang Tewas, 1 di Antaranya Sopir

Dia menambahkan, kasus kecelakaan ini masih dalam penyelidikan Satlantas Polres Kampar. Sebab, pengemudi Honda Mobilio belum bisa dimintaui keterangan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemda Izinkan Shalat Id Berjemaah di Bangka Belitung

Pemda Izinkan Shalat Id Berjemaah di Bangka Belitung

Regional
Kasus Covid-19 di Riau Bertambah 628 Orang, 17 Meninggal Dunia

Kasus Covid-19 di Riau Bertambah 628 Orang, 17 Meninggal Dunia

Regional
BBWS Bengawan Solo Langsung Tindak Lanjuti Usulan Nelayan Brondong kepada Presiden Jokowi

BBWS Bengawan Solo Langsung Tindak Lanjuti Usulan Nelayan Brondong kepada Presiden Jokowi

Regional
Meski Diduga Sakit Jiwa, Penampar Imam Masjid di Pekanbaru Tetap Diproses Hukum

Meski Diduga Sakit Jiwa, Penampar Imam Masjid di Pekanbaru Tetap Diproses Hukum

Regional
Ganjar Minta Kapal dari Negara Berbahaya Tak Berlabuh di Jateng

Ganjar Minta Kapal dari Negara Berbahaya Tak Berlabuh di Jateng

Regional
Kemungkinan Bawa Varian Baru Covid-19, Sampel Genome 13 ABK Asing di Cilacap Diperiksa

Kemungkinan Bawa Varian Baru Covid-19, Sampel Genome 13 ABK Asing di Cilacap Diperiksa

Regional
Sebelum Ditangkap, Buronan Teroris Sempat Minta Didoakan karena Punya Masalah

Sebelum Ditangkap, Buronan Teroris Sempat Minta Didoakan karena Punya Masalah

Regional
Sopir yang Ancam Tembak Pengendara Motor di SPBU Ternyata Bukan Polisi, Ini Faktanya

Sopir yang Ancam Tembak Pengendara Motor di SPBU Ternyata Bukan Polisi, Ini Faktanya

Regional
Rumahnya Ludes Terbakar, Seorang Kakek di Pati Tewas

Rumahnya Ludes Terbakar, Seorang Kakek di Pati Tewas

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 7 Mei 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 7 Mei 2021

Regional
Dinkes Nganjuk Siapkan 2.000 Alat Rapid Test Antigen untuk Pos Penyekatan

Dinkes Nganjuk Siapkan 2.000 Alat Rapid Test Antigen untuk Pos Penyekatan

Regional
Cerita Ketua RT Saksi Mata Penangkapan Buronan Teroris di Sukabumi

Cerita Ketua RT Saksi Mata Penangkapan Buronan Teroris di Sukabumi

Regional
Panglima TNI dan Kapolri ke Papua dan Gelar Pertemuan Tertutup, Ada Apa?

Panglima TNI dan Kapolri ke Papua dan Gelar Pertemuan Tertutup, Ada Apa?

Regional
Pemudik Jalan Kaki dari Gombong ke Bandung, Sempat Berjalan hingga 11 Malam gara-gara Tak Temukan Tempat Istirahat

Pemudik Jalan Kaki dari Gombong ke Bandung, Sempat Berjalan hingga 11 Malam gara-gara Tak Temukan Tempat Istirahat

Regional
Dinkes Sambas Bantah Ada Pungli Rapid Test Antigen, Ini Penjelasannya

Dinkes Sambas Bantah Ada Pungli Rapid Test Antigen, Ini Penjelasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X