Fenomena Semburan Api di Tengah Persawahan Indramayu, Warga Dengar Suara Seperti Jet hingga Tercium Bau Gas

Kompas.com - 04/04/2021, 06:00 WIB
Warga saat melihat semburan api di Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Sabtu (3/4/2021). (Tribun Jabar/ Handhika Rahman)
Warga saat melihat semburan api di Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Sabtu (3/4/2021). (Tribun Jabar/ Handhika Rahman)

KOMPAS.com- Semburan api tiba-tiba muncul di tengah area persawahan warga di Desa Pagedangan, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu.

Api muncul sejak beberapa hari lalu hingga berdampak pada kerusakan sawah dan gagal panen.

Warga pun merasa cemas lantaran di sekitar lokasi semburan api juga berbau gas menyengat.

Baca juga: Heboh, Api Muncul di Tengah Persawahan di Indramayu, Ini Sumbernya

Muncul suara seperti jet

Ilustrasi mendengarSIphotography Ilustrasi mendengar
Melansir Tribun Jabar, sebelum muncul semburan api, warga mendengar suara aneh di sekitar titik lokasi.

Salah seorang warga bernama Abidin (61) menuturkan, suara bising itu menyerupai suara jet.

Abidin memperkirakan, semburan sudah berlangsung beberapa hari.

"Api muncul sudah lima hari dengan sekarang, berarti pas hari Selasa kemarin," kata dia seperti dilansir dari Tribun Jabar.

Baca juga: Fakta Napi Wanita dan Pria Asyik Berjoget TikTok, Kalapas hingga Kepala Pengamanan Diberhentikan

 

Bau gas menyengat

Abidin menuturkan, tak hanya api yang muncul dari lokasi semburan namun juga gas berbau menyengat.

"Apalagi kalau malam, bau gasnya kecium banget," kata dia.

Hal ini pun membuat warga cemas dan ketakutan.

Baca juga: Ahli Beberkan Ancaman Marabahaya di Balik Fenomena Pencarian Emas di Pantai Maluku Tengah, Apa Itu?

Sumur tua eksploitasi minyak zaman Belanda

Kobaran api di ekplorasi minyak sumur tua zaman Belanda, Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (3/4/2021). Kobaran api tersebut baru muncul dan meresahkan warga sekitar usai insiden terbakarnya tangki minyak T-103 milik PT Pertamina (Persero) RU VI Balongan Indramayu. (Kompas.com/MOHAMAD UMAR ALWI) Kobaran api di ekplorasi minyak sumur tua zaman Belanda, Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (3/4/2021). Kobaran api tersebut baru muncul dan meresahkan warga sekitar usai insiden terbakarnya tangki minyak T-103 milik PT Pertamina (Persero) RU VI Balongan Indramayu.
Sumber kemunculan api di tengah sawah itu ternyata berasal dari sumur tua eksploitasi minyak zaman Belanda.

Menurut Plt Sekretaris BPBD Kabupaten Indramayu Caya, sebelum mengeluarkan semburan api, sempat muncul semburan berupa lumpur.

"Jadi waktu akhir Desember itu sempat keluar semburan tapi berupa lumpur, gas, sama air, namun ini (semburan) berupa api," kata Caya.

Caya mengungkapkan, kobaran api di sumur eksplorasi minyak zaman Belanda tersebut, bukan milik PT Pertamina (Persero) EP (Eksplorasi dan Produksi), tapi disebut milik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Ini bukan milik PT Pertamina tapi ini milik ESDM, jadi harus digarisbawahi. Ini milik Kementerian ESDM bukan milik PT Pertamina," kata Caya.

Baca juga: 7 Fakta Gubernur Papua Lukas Enembe Dideportasi dari Papua Nugini, Tak Dikenali Tukang Ojek hingga Dijemput Petinggi Partai

 

Ilustrasi tanda tanyaThinkstock Ilustrasi tanda tanya
Diduga karena faktor alam

Caya juga mengatakan adanya dugaan faktor alam yang menyebabkan api muncul.

Alasannya, sumur minyak tua itu digunakan sebagai tempat ekpolarasi oleh pemerintahan Hindia Belanda.

"Ini muncul lagi karena pengaruh alam, karena ini sumurnya sumur tua zaman kolonial Belanda. Jadi, waktu akhir Desember itu sempat keluar semburan tapi semburannya waktu itu keluar lumpur, sama gas, sama air," ujar dia.

Baca juga: Fakta Abdurahman, Sosok Pria yang Naiki Kereta Kencana Pangeran Keraton Yogya, Berasal dari Jakarta, Sudah Bertemu Gusti Yudha

Pemerintah diminta turun tangan

Ilustrasi apiShutterstock Ilustrasi api
Kepala Seksi Pemerintahan (Kasi Pemerintahan) Desa Sukaperna, Sulkhin Nurdin, berharap pemerintah setempat

Dia khawatir api justru semakin besar jika tidak segera ditangani.

Apakagi saat ini sudah memasuki musim panas.

"Takut terjadi seperti di Balongan itu, terjadi ledakan kemudian api membesar memberi dampak kepada warga sekitar. Kami mau pemerintah setempat turun tangan," ujar Sulkhin.

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Majalengka, Mohamad Umar Alwi | Editor : Robertus Belarminus), Tribun Jabar



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Kahiyang Borong Sayur dan Bobby Pantau Harga Jelang Lebaran

Saat Kahiyang Borong Sayur dan Bobby Pantau Harga Jelang Lebaran

Regional
6,7 Kilogram Sabu Akan Diselundupkan ke Dalam Lapas Pakai Drone

6,7 Kilogram Sabu Akan Diselundupkan ke Dalam Lapas Pakai Drone

Regional
Dibakar Hidup-hidup oleh Kekasihnya, Perempuan Muda di Cianjur Meninggal Dunia

Dibakar Hidup-hidup oleh Kekasihnya, Perempuan Muda di Cianjur Meninggal Dunia

Regional
Rindu Buah Hati, Pemudik Bermotor Ini Tolak Diputar Balik: Sudah 6 Tahun Enggak Bisa Kumpul

Rindu Buah Hati, Pemudik Bermotor Ini Tolak Diputar Balik: Sudah 6 Tahun Enggak Bisa Kumpul

Regional
Setubuhi Anak di Bawah Umur, 6 Pria di Bali Ditangkap, Ancam Korban dan Iming-imingi Uang Rp 200.000

Setubuhi Anak di Bawah Umur, 6 Pria di Bali Ditangkap, Ancam Korban dan Iming-imingi Uang Rp 200.000

Regional
Tak Terbendung, 5.031 Pemudik Sudah Sampai di Kampung Halaman Purbalingga

Tak Terbendung, 5.031 Pemudik Sudah Sampai di Kampung Halaman Purbalingga

Regional
Ini Sanksi bagi Warga yang Nekat Melakukan Takbir Keliling di Surabaya

Ini Sanksi bagi Warga yang Nekat Melakukan Takbir Keliling di Surabaya

Regional
Virus Corona di Tanjungpinang Disebut Lebih Ganas, Diduga Jenis Baru

Virus Corona di Tanjungpinang Disebut Lebih Ganas, Diduga Jenis Baru

Regional
Bebas dari Penjara, Mantan Petinggi Sunda Empire Ingin Diangkat Jadi Duta Bangsa dan Selesaikan Konflik KKB

Bebas dari Penjara, Mantan Petinggi Sunda Empire Ingin Diangkat Jadi Duta Bangsa dan Selesaikan Konflik KKB

Regional
Satu ABK Asal Filipina yang Positif Covid-19 di Cilacap Meninggal Dunia

Satu ABK Asal Filipina yang Positif Covid-19 di Cilacap Meninggal Dunia

Regional
Pegawai Honorer Pemprov Jabar Tidak Dapat THR, Ini Penjelasan Sekda

Pegawai Honorer Pemprov Jabar Tidak Dapat THR, Ini Penjelasan Sekda

Regional
Mudik Dilarang, Pelaku Pariwisata: Pusing Banget

Mudik Dilarang, Pelaku Pariwisata: Pusing Banget

Regional
12 Pemudik Dikarantina di Solo Technopark, 2 di Antaranya Positif Covid-19

12 Pemudik Dikarantina di Solo Technopark, 2 di Antaranya Positif Covid-19

Regional
Warga Aceh Diizinkan Shalat Idul Fitri di Masjid Raya Baiturrahman, Simak Syaratnya

Warga Aceh Diizinkan Shalat Idul Fitri di Masjid Raya Baiturrahman, Simak Syaratnya

Regional
Pengakuan Anggota Ormas yang Lakukan Aksi Premanisme di Pasar Jepon Blora

Pengakuan Anggota Ormas yang Lakukan Aksi Premanisme di Pasar Jepon Blora

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X