Fenomena Semburan Api di Tengah Persawahan Indramayu, Warga Dengar Suara Seperti Jet hingga Tercium Bau Gas

Kompas.com - 04/04/2021, 06:00 WIB
Ilustrasi tanda tanya ThinkstockIlustrasi tanda tanya

 

Diduga karena faktor alam

Caya juga mengatakan adanya dugaan faktor alam yang menyebabkan api muncul.

Alasannya, sumur minyak tua itu digunakan sebagai tempat ekpolarasi oleh pemerintahan Hindia Belanda.

"Ini muncul lagi karena pengaruh alam, karena ini sumurnya sumur tua zaman kolonial Belanda. Jadi, waktu akhir Desember itu sempat keluar semburan tapi semburannya waktu itu keluar lumpur, sama gas, sama air," ujar dia.

Baca juga: Fakta Abdurahman, Sosok Pria yang Naiki Kereta Kencana Pangeran Keraton Yogya, Berasal dari Jakarta, Sudah Bertemu Gusti Yudha

Pemerintah diminta turun tangan

Ilustrasi apiShutterstock Ilustrasi api
Kepala Seksi Pemerintahan (Kasi Pemerintahan) Desa Sukaperna, Sulkhin Nurdin, berharap pemerintah setempat

Dia khawatir api justru semakin besar jika tidak segera ditangani.

Apakagi saat ini sudah memasuki musim panas.

"Takut terjadi seperti di Balongan itu, terjadi ledakan kemudian api membesar memberi dampak kepada warga sekitar. Kami mau pemerintah setempat turun tangan," ujar Sulkhin.

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Majalengka, Mohamad Umar Alwi | Editor : Robertus Belarminus), Tribun Jabar

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai Libur Lebaran, Objek Wisata di Pesisir Selatan Kembali Dibuka

Usai Libur Lebaran, Objek Wisata di Pesisir Selatan Kembali Dibuka

Regional
'Walau Uangnya Sudah untuk Daftar Haji, Pasti Ada Sisanya, Kita Bagi Seperti Hukum Islam'

"Walau Uangnya Sudah untuk Daftar Haji, Pasti Ada Sisanya, Kita Bagi Seperti Hukum Islam"

Regional
Taman Nasional Ujung Kulon Tutup hingga 31 Mei 2021

Taman Nasional Ujung Kulon Tutup hingga 31 Mei 2021

Regional
Masa Larangan Mudik Berakhir, 14 KA Jarak Jauh Kembali Beroperasi di Daop 7 Madiun

Masa Larangan Mudik Berakhir, 14 KA Jarak Jauh Kembali Beroperasi di Daop 7 Madiun

Regional
Senin Malam 3 Desa Terendam Banjir di Kabupaten Bogor, 9 Rumah Rusak

Senin Malam 3 Desa Terendam Banjir di Kabupaten Bogor, 9 Rumah Rusak

Regional
Usai Diteror Debt Collector 24 Pinjol, Guru TK di Malang Dipecat, Gajinya Rp 400.000 Per Bulan

Usai Diteror Debt Collector 24 Pinjol, Guru TK di Malang Dipecat, Gajinya Rp 400.000 Per Bulan

Regional
Guru TK di Malang Diteror Debt Collector 24 Pinjol, Utang Rp 40 Juta, Nyaris Bunuh Diri

Guru TK di Malang Diteror Debt Collector 24 Pinjol, Utang Rp 40 Juta, Nyaris Bunuh Diri

Regional
Pemprov Siapkan Hotel untuk Karantina WNA dan Pekerja Migran yang Tiba di Yogyakarta

Pemprov Siapkan Hotel untuk Karantina WNA dan Pekerja Migran yang Tiba di Yogyakarta

Regional
Heboh Video Ratusan Pengunjung Berjoget dan Berdempetan di Pantai, Ini Kata Polisi

Heboh Video Ratusan Pengunjung Berjoget dan Berdempetan di Pantai, Ini Kata Polisi

Regional
Warga yang Sebut Temukan Telur Palsu di Kediri Minta Maaf

Warga yang Sebut Temukan Telur Palsu di Kediri Minta Maaf

Regional
Disnaker Surabaya Terima 14 Laporan Pekerja Terkait Pembayaran THR

Disnaker Surabaya Terima 14 Laporan Pekerja Terkait Pembayaran THR

Regional
Kronologi Gaduh Dugaan Telur Palsu di Kediri, Berawal dari Salah Penyimpanan

Kronologi Gaduh Dugaan Telur Palsu di Kediri, Berawal dari Salah Penyimpanan

Regional
Akhir Cerita Wanita yang Marahi Petugas di Pos Penyekatan Anyer, Malu, Menyesal hingga Minta Maaf

Akhir Cerita Wanita yang Marahi Petugas di Pos Penyekatan Anyer, Malu, Menyesal hingga Minta Maaf

Regional
Berkas Tak Sesuai, 104 Penumpang KA di Daop 7 Madiun Gagal Berangkat

Berkas Tak Sesuai, 104 Penumpang KA di Daop 7 Madiun Gagal Berangkat

Regional
Sejumlah Destinasi Wisata Sempat Ramai, Gubernur Banten Akan Lakukan Tracking dan Tracing

Sejumlah Destinasi Wisata Sempat Ramai, Gubernur Banten Akan Lakukan Tracking dan Tracing

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X