Kompas.com - 03/04/2021, 17:54 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebutkan, ada ribuan jiwa terdampak akibat banjir yang melanda tujuh Kecamatan di Kabupaten Bima, NTB pada Jumat (02/04/2021) sore KOMPAS.COM/SYARIFUDINBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebutkan, ada ribuan jiwa terdampak akibat banjir yang melanda tujuh Kecamatan di Kabupaten Bima, NTB pada Jumat (02/04/2021) sore

BIMA, KOMPAS.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebutkan, ada ribuan jiwa terdampak akibat banjir yang melanda empat Kecamatan di Kabupaten Bima, NTB.

Selain itu, banjir tersebut juga menewaskan satu orang dan menyebabkan satu jembatan penghubung antar daerah terputus.

BPBD Kabupaten Bima juga melaporkan sejumlah warga mengungsi akibat banjir tersebut, namun jumlahnya masih dalam pendataan.

"Dari data awal, sebanyak 7.958 rumah terendam dengan ketinggian air 50 sentimeter hingga 2 meter. Sementara itu ada 21.662 jiwa yang terdampak," kata Kasubid Penanganan Darurat BPBD Kabupaten Bima, Bambang Hermawan, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com pada Sabtu (3/4/2021).

Adapun korban meninggal dunia akibat banjir bandang tercatat satu orang. Korban adalah Abdul Hamid, warga Kecamatan Monta yang dilaporkan hilang saat banjir pada Jumat (2/4/2021) sore.

Baca juga: AHY Bertemu Ketum PP Muhammadiyah, Bahas 4 Hal Ini

Kakek berusia 70 tahun itu diduga terseret arus saat berteduh dari hujan di sebuah gubuk miliknya setelah bekerja di sawah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saat itu hujan lebat, tiba, tiba-tiba terjadi banjir bandang yang menyapu gubuk tempat ia berteduh. Setelah dilakukan pencarian hingga tadi pagi, korban akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," ujar Bambang.

Sementara itu, satu jembatan penghubung antar daerah di Kecamatan Bolo turut dilaporkan ambruk setelah dihantam arus banjir yang deras.

"Limpasan banjir juga merusak lahan pertanian serta menyebabkan tumbangnya tiang listrik pada beberapa titik jalan dan mengakibatkan putusnya jaringan ke beberapa kecamatan," kata dia

Menurut Bambang, banjir bandang yang diakibatkan meluapnya sungai-sungai itu menyebabkan ribuan kepala keluarga (KK) yang tersebar di puluhan desa yang berada di empat kecamatan terdampak.

Di Kecamatan Madapangga, banjir telah merendam ribuan rumah warga di 6 desa yang dihuni oleh ribuan kepala keluarga.

Rinciannya, Desa Campa sebanyak 253 KK atau 771 jiwa terdampak. Desa Woro 302 KK atau 906 Jiwa, Desa Tonda 451 KK atau 1.353 jiwa, Desa Dena 296 KK atau 981 jiwa, Desa Ncandi sebanyak 112 KK atau 318 jiwa, dan Desa Rade sebanyak 258 KK atau 1.032 jiwa.

Kemudian Kecamatan Bolo dengan rincian, Desa Tambe sebanyak 285 KK atau 895 jiwa, Desa Rasabou 193 KK atau 587 jiwa, Desa Leu 176 KK atau 536 jiwa, Desa Bontokape 97 KK atau 301 jiwa, Desa Nggembe 221 KK 613 jiwa, Desa Kananga 305 KK atau 927 Jiwa, Desa Rato 248 KK atau 753 jiwa, dan Desa Timu 237 KK atau 691 jiwa.

Sementara Kecamatan Woha terdapat 9 desa yang meliputi Desa Naru sebanyak 1.005 KK 3.015 jiwa, Desa Nisa 605 KK atau 2.000 jiwa, Desa Rabakodo 334 KK atau 1.000 jiwa, Desa Tenga 167 KK atau 500 jiwa, Desa Tente 154 KK atau 500 jiwa, Desa Waduwani 67 KK atau 200 jiwa, Desa talabiu 504 KK atau 1500 jiwa, Desa Pena Pali 235 KK atau 705 jiwa, dan Desa Donggo Bolo 102 KK atau 305 jiwa.

Sedangan di Kecamatan Monta meliputi Desa Baralau 135 KK atau 397 jiwa, Desa Simpasai 152 atau KK 471 jiwa, Desa Sie 173 KK atau 518 jiwa, Desa Sakuru 134 KK atau 410 jiwa, Desa Pela 87 KK atau 253 Jiwa, Desa Tangga 207 KK atau 609 jiwa, dan Desa Monta sebanyai 103 KK atau 315 jiwa.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pilu, Pengakuan Bocah R: 'Diusir Mamak Aku, Kalau Tidak Pergi Mau Dipotong Aku...'

Pilu, Pengakuan Bocah R: "Diusir Mamak Aku, Kalau Tidak Pergi Mau Dipotong Aku..."

Regional
Dicabuli Ayah Kandung, Siswi SMP di Kupang Alami Trauma Berat

Dicabuli Ayah Kandung, Siswi SMP di Kupang Alami Trauma Berat

Regional
Mayat di Kebun Bambu Ternyata Pelajar SMK yang 2 Hari Tak Pulang, Keluarga Sebut Korban Dijemput Teman

Mayat di Kebun Bambu Ternyata Pelajar SMK yang 2 Hari Tak Pulang, Keluarga Sebut Korban Dijemput Teman

Regional
Truk Kayu Tabrak Bus Siswa Sekolah Polisi, 1 Calon Bintara Asal Papua Tewas, Belasan Luka-luka

Truk Kayu Tabrak Bus Siswa Sekolah Polisi, 1 Calon Bintara Asal Papua Tewas, Belasan Luka-luka

Regional
Harga Cabai di Ambon Melonjak hingga Rp 150.000 Per Kg

Harga Cabai di Ambon Melonjak hingga Rp 150.000 Per Kg

Regional
PPKM Level 3 Nataru Batal, Kegiatan Masyarakat di Sleman Tetap Dibatasi

PPKM Level 3 Nataru Batal, Kegiatan Masyarakat di Sleman Tetap Dibatasi

Regional
Duduk Perkara Bentrok Warga dan Polisi di Desa Tamilow, Bermula Tangkap Pelaku Pembakaran Kantor Desa

Duduk Perkara Bentrok Warga dan Polisi di Desa Tamilow, Bermula Tangkap Pelaku Pembakaran Kantor Desa

Regional
Begini Respons Bobby Nasution Saat PKKM Level 3 Libur Nataru Dibatalkan

Begini Respons Bobby Nasution Saat PKKM Level 3 Libur Nataru Dibatalkan

Regional
Rumah Rusak akibat Gelombang Pasang di Kalsel Bertambah, Sebagian Hanya Sisa Puing

Rumah Rusak akibat Gelombang Pasang di Kalsel Bertambah, Sebagian Hanya Sisa Puing

Regional
Siapa Pun Pengganti Jokowi 2024 Mendatang, Diharap Lebih Perhatian ke 8 Juta Diaspora Indonesia

Siapa Pun Pengganti Jokowi 2024 Mendatang, Diharap Lebih Perhatian ke 8 Juta Diaspora Indonesia

Regional
Jaksa Bebaskan Tersangka Pencuri Susu, Kasus Tak Dilanjutkan ke Pengadilan

Jaksa Bebaskan Tersangka Pencuri Susu, Kasus Tak Dilanjutkan ke Pengadilan

Regional
Kasus Dua Anak Dicabuli Satu Keluarga di Padang Dilimpahkan ke Kejaksaan, Kakek, Paman dan Sepupu Ibu Jadi Tersangka

Kasus Dua Anak Dicabuli Satu Keluarga di Padang Dilimpahkan ke Kejaksaan, Kakek, Paman dan Sepupu Ibu Jadi Tersangka

Regional
UU HKPD Disahkan, Blora Akhirnya Dapat Dana Bagi Hasil Migas

UU HKPD Disahkan, Blora Akhirnya Dapat Dana Bagi Hasil Migas

Regional
Oknum Polisi yang Diduga Menganiaya Tahanan hingga Tewas Sudah Ditahan

Oknum Polisi yang Diduga Menganiaya Tahanan hingga Tewas Sudah Ditahan

Regional
Pertandingan Sepak Bola Liga 3 Sumbar Ricuh, Tak Berizin, Penonton Ribuan hingga Langgar Prokes, Polisi: Kita Proses

Pertandingan Sepak Bola Liga 3 Sumbar Ricuh, Tak Berizin, Penonton Ribuan hingga Langgar Prokes, Polisi: Kita Proses

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.