ASN Ini Raup Rp 569 Juta Setelah Menipu Bisa Fasilitasi Jadi Honorer

Kompas.com - 03/04/2021, 16:46 WIB
NL (36) ASN asal Lampung Utara yang ditangkap polisi karena menipu 24 orang dengan modus tawaran sebagai honorer. Tersangka meraup Rp 569 juta dari penipuan itu. KOMPAS.COM/TRI PURNA JAYANL (36) ASN asal Lampung Utara yang ditangkap polisi karena menipu 24 orang dengan modus tawaran sebagai honorer. Tersangka meraup Rp 569 juta dari penipuan itu.

LAMPUNG, KOMPAS.com - Seorang ASN di Pemkab Lampung Utara meraup uang hingga Rp 569 juta dengan menipu puluhan orang.

Penipuan itu bermodus mengaku bisa memfasilitasi menjadi honorer di Pemprov Lampung.

Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandar Lampung, Iptu Djoni Apriyadi mengatakan, tersangka berinisial NL (36) seorang perempuan yang bekerja sebagai ASN di Pemkan Lampung Utara.

"Tersangka diamankan pada 28 Maret 2021 lalu dengan dugaan penipuan dan penggelapan," kata Djoni, di Mapolresta Bandar Lampung, Sabtu (3/4/2021).

Baca juga: AHY Bertemu Ketum PP Muhammadiyah, Bahas 4 Hal Ini

Djoni mengungkapkan, korban penipuan itu berjumlah 24 orang dengan total uang yang diraup tersangka mencapai Rp 569 juta.

"Para korban ini bervariasi diminta uangnya oleh tersangka, ada yang Rp 30 juta, ada yang Rp 40 juta," kata Djoni.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penipuan ini berawal saat salah satu korban berinisial Y, dihubungi tersangka yang mengaku bisa mengurus kenaikan pangkat ke eselon III.

Korban Y ini diminta uang sebesar Rp 140 juta dengan janji dalam waktu dekat pangkat bisa langsung naik ke eselon III itu.

 

Sambil menunggu pengurusan kenaikan jabatan yang diklaim tersangka itu, korban Y juga diminta mencarikan orang yang ingin bekerja sebagai honorer di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemprov Lampung.

Akhirnya terkumpul 23 orang yang juga tergiur tawaran itu.

"Total dengan korban pertama, jadi 24 orang yang mengalami penipuan tersebut," kata Djoni.

Baca juga: Libur Paskah, Pemkot Surabaya Larang ASN ke Luar Kota, Warga Diimbau Tetap di Rumah

Sementara itu, tersangka NL mengaku uang ratusan juta hasil penipuan itu telah dihabiskan untuk berfoya-foya.

Djoni mengimbau, agar masyarakat tidak tergiur begitu saja pada tawaran bisa membantu memasukkan menjadi pegawai dengan iming-iming uang pelicin.

"Tersangka kami kenakan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP. Tersangka masih ditahan untuk pemeriksaan," kata Djoni.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berawal dari Acara Pernikahan, 10 Warga Kabupaten Semarang Tertular Covid-19

Berawal dari Acara Pernikahan, 10 Warga Kabupaten Semarang Tertular Covid-19

Regional
Selain Tutup Sekolah, Gibran Minta Siswa yang Diduga Rusak Makam untuk Dibina

Selain Tutup Sekolah, Gibran Minta Siswa yang Diduga Rusak Makam untuk Dibina

Regional
Kisah Keluarga Hanya Punya Satu Baju Layak Pakai, Bergantian Digunakan jika Kedatangan Tamu

Kisah Keluarga Hanya Punya Satu Baju Layak Pakai, Bergantian Digunakan jika Kedatangan Tamu

Regional
Terekam CCTV, Komplotan Pencuri Gasak 30 Ponsel di Toko, Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Terekam CCTV, Komplotan Pencuri Gasak 30 Ponsel di Toko, Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Regional
Jenazah Pasien Covid-19 Terus Berdatangan hingga Liang Lahad Habis

Jenazah Pasien Covid-19 Terus Berdatangan hingga Liang Lahad Habis

Regional
Pemprov Jatim Berlakukan Pengetatan PPKM Mikro di 8 Desa di Bangkalan

Pemprov Jatim Berlakukan Pengetatan PPKM Mikro di 8 Desa di Bangkalan

Regional
Kronologi Mantan Pembantu Curi Uang dan Emas Senilai Rp 300 Juta Milik Majikannya WN Inggris, Pelaku Ditangkap

Kronologi Mantan Pembantu Curi Uang dan Emas Senilai Rp 300 Juta Milik Majikannya WN Inggris, Pelaku Ditangkap

Regional
Bupati Madiun Ajak Penyintas Covid-19 Jadi Relawan, Tugasnya Sosialisasi Prokes kepada Warga

Bupati Madiun Ajak Penyintas Covid-19 Jadi Relawan, Tugasnya Sosialisasi Prokes kepada Warga

Regional
Tawarkan Jasa di Media Sosial, Komplotan Pembuat Ijazah Palsu Diringkus Polisi

Tawarkan Jasa di Media Sosial, Komplotan Pembuat Ijazah Palsu Diringkus Polisi

Regional
Pria di Gunungkidul Meninggal Usai Injak Kabel Saat Tenangkan Sapi Ngamuk

Pria di Gunungkidul Meninggal Usai Injak Kabel Saat Tenangkan Sapi Ngamuk

Regional
Kasus Covid-19 Meningkat, BOR ICU di Banyuwangi Mencapai 87 Persen

Kasus Covid-19 Meningkat, BOR ICU di Banyuwangi Mencapai 87 Persen

Regional
Isolasi Mandiri, Seorang Pasien Positif Covid-19 Ditemukan Meninggal di Kamar Kos

Isolasi Mandiri, Seorang Pasien Positif Covid-19 Ditemukan Meninggal di Kamar Kos

Regional
Situs PPDB 'Error', Gubernur Banten Putuskan Siswa Bisa Daftar secara Offline

Situs PPDB "Error", Gubernur Banten Putuskan Siswa Bisa Daftar secara Offline

Regional
Positif Covid-19, Bupati Ponorogo Jalankan Tugas Secara Virtual

Positif Covid-19, Bupati Ponorogo Jalankan Tugas Secara Virtual

Regional
Catat, Masyarakat Harus Jujur Saat Screening Sebelum Disuntik Vaksin

Catat, Masyarakat Harus Jujur Saat Screening Sebelum Disuntik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X