Banjir Landa Kabupaten Bima, Ibu Hamil dan Anak 5 Tahunnya Bertahan di Atap Rumah

Kompas.com - 03/04/2021, 14:53 WIB
Banjir rendam ratusan rumah warga di Kabupaten Bima pada Jumat (02/04/2021) KOMPAS.COM/SYARIFUDINBanjir rendam ratusan rumah warga di Kabupaten Bima pada Jumat (02/04/2021)

 

Hampir 4 jam terjebak banjir

Tak hanya ibu hamil, tim juga berhasil mengevakuasi warga lanjut usia dan anak-anak yang juga terjebak banjir di perumahan tersebut.

Mereka kemudian dibawa ke tempat yang lebih aman.

Najmudin menjelaskan, ada sekitar 50 warga yang dievakuasi.

Baca juga: Diguyur Hujan sejak Jumat Sore, Ratusan Rumah di Bima Terendam Banjir

 

Mereka yang tidak sempat menyelamatkan diri, memilih bertahan di atap rumah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Hampir 4 jam mereka terjebak banjir dan butuh pertolongan, sehingga kita langsung turun ke lokasi. Alhamdulillah, semuanya sudah kita evakuasi ke tempat yang aman dalam keadaan selamat," paparnya.

Dia menyebut, tim TRC BPBD Kota Bima ikut serta dalam evakuasi ini sebagai wujud peduli kemanusiaan.
"Karena itu, kami dengan sigap langsung turun ke lapangan untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena bencana,” ucap dia.

Baca juga: Banjir Bandang Landa Bima, Listrik di 26 Desa Padam, Akses Jalan Lumpuh

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sempat Alami Lesu, Tujuh ASN Positif Covid-19, Ini Ceritanya

Sempat Alami Lesu, Tujuh ASN Positif Covid-19, Ini Ceritanya

Regional
Predator Seksual Anak Ditangkap, Korbannya 19 Orang

Predator Seksual Anak Ditangkap, Korbannya 19 Orang

Regional
Disdikbud Lampung Perbolehkan Gelar Sekolah Tatap Muka, asal...

Disdikbud Lampung Perbolehkan Gelar Sekolah Tatap Muka, asal...

Regional
Gelapkan Dana PBB 3.000 Warga Selama 7 Tahun, Kades di Luwu Ditahan Kejari

Gelapkan Dana PBB 3.000 Warga Selama 7 Tahun, Kades di Luwu Ditahan Kejari

Regional
Detik-detik Bocah 5 Tahun Tewas Tertembak Senapan Angin Saat Bercanda dengan Temannya

Detik-detik Bocah 5 Tahun Tewas Tertembak Senapan Angin Saat Bercanda dengan Temannya

Regional
Kamis Malam, Gunung Merapi Luncurkan 2 Kali Awan Panas Guguran

Kamis Malam, Gunung Merapi Luncurkan 2 Kali Awan Panas Guguran

Regional
Situs Web PPDB Banten Eror, Anggota DPRD: Kesalahan Setiap Tahun

Situs Web PPDB Banten Eror, Anggota DPRD: Kesalahan Setiap Tahun

Regional
Puluhan Santri di Bantul Positif Covid-19, Seratusan Lainnya Dikarantina dan Kekurangan Logistik

Puluhan Santri di Bantul Positif Covid-19, Seratusan Lainnya Dikarantina dan Kekurangan Logistik

Regional
Kasus Covid-19 di Ende Meningkat, Wisata Danau Kelimutu Ditutup Sementara

Kasus Covid-19 di Ende Meningkat, Wisata Danau Kelimutu Ditutup Sementara

Regional
Soal Video Viral Perawat Dianiaya Keluarga Pasien, Ini Penjelasan Kepala Puskesmas

Soal Video Viral Perawat Dianiaya Keluarga Pasien, Ini Penjelasan Kepala Puskesmas

Regional
Kerap Berpergian ke Luar Kota, 7 ASN Cianjur Positif Covid-19

Kerap Berpergian ke Luar Kota, 7 ASN Cianjur Positif Covid-19

Regional
Bikin Video Menghina Polisi dan Banser, Seorang Pemuda Ditangkap

Bikin Video Menghina Polisi dan Banser, Seorang Pemuda Ditangkap

Regional
Work From Bali Disebut Jadi Pemicu Lonjakan Kasus Covid-19, Ini Kata Sandiaga Uno

Work From Bali Disebut Jadi Pemicu Lonjakan Kasus Covid-19, Ini Kata Sandiaga Uno

Regional
Perawat yang Dipukul Keluarga Pasien Covid-19 Alami Luka Memar, Wabup Garut: Tak Boleh Terulang Lagi

Perawat yang Dipukul Keluarga Pasien Covid-19 Alami Luka Memar, Wabup Garut: Tak Boleh Terulang Lagi

Regional
Sebuah Yayasan Pendidikan di Bandung Diduga Lakukan Penistaan Agama, Ini Kata Polisi

Sebuah Yayasan Pendidikan di Bandung Diduga Lakukan Penistaan Agama, Ini Kata Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X