Aktivitas Mendulang Emas di Pantai Tamilow Dikhawatirkan Merusak Lingkungan, Ini Kata Ahli

Kompas.com - 03/04/2021, 11:27 WIB
Ribuan warga mendatangi Pantai Pohon Batu di Desa Tamilow, Kecamatan Amahai, Maluku Tengah, untuk mendulang emas, Minggu (28/3/2021). Dok. WargaRibuan warga mendatangi Pantai Pohon Batu di Desa Tamilow, Kecamatan Amahai, Maluku Tengah, untuk mendulang emas, Minggu (28/3/2021).

KOMPAS.com - Sejak butiran emas ditemukan di Pantai Pohon Batu, Desa Tamilow, Kecamatan Amahai, Maluku Tengah, warga berbondong-bondong mendulang emas di sana.

Aktivitas tersebut dikhawatirkan dapat merusak lingkungan.

Hal ini disampaikan oleh pakar lingkungan dari Universitas Pattimura Ambon, Prof. Agustinus Kastanya.

Salah satu ancaman nyata adalah penggunaan zat kimia untuk mencari emas.

Biasanya, para pendulang emas menggunakan air raksa untuk memperoleh emas.

Menurut Agustinus, itu adalah jalan pintas yang dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan.

"Barang itu (emas) kalau mau dapat harus ada itu (zat kimia). Mau ada atau tidak ada, tapi kalau orang mau cari jalan pintas itu di bawah. Di mana-mana sudah terjadi di semua wilayah pertambangan," tuturnya kepada Kompas.com, Kamis (1/4/2021).

Baca juga: Setiap Hari Warga Ramai Mencari Emas di Pantai Maluku Tengah, Ahli: Merusak, Sebaiknya Ditutup

Menggali lubang di pantai

Ribuan warga mendatangi Pantai Pohon Batu di Desa Tamilow, Kecamatan Amahai, Maluku Tengah untuk.mendulangnemas, Minggu (28/3/2021)Dok.Warga Ribuan warga mendatangi Pantai Pohon Batu di Desa Tamilow, Kecamatan Amahai, Maluku Tengah untuk.mendulangnemas, Minggu (28/3/2021)

Guru Besar Managemen dan Perencanaan Hutan Universitas Pattimura ini juga menyoroti aktivitas pendulangan emas dengan cara menggali lubang di pantai.

Kegiatan penggalian di pantai punya risiko sangat besar bagi kelangsungan lingkungan hidup di kawasan itu.

Agustinus memperkirakan, jika pendulangan dengan cara menggali lubang terus dilakukan, bakal berdampak terhadap kenaikan muka laut.

Selain itu, pantai juga akan mengalami abrasi.

"Tentu dampak penggalian di Tamilow itu mau dan tidak mau akan terjadi kenaikan muka laut air laut naik ada abrasi, serta kerusakan," sebutnya.

Baca juga: Dua Warga dari Luar Daerah Diusir saat Hendak Cari Emas di Pantai Tamilow, Ini Ceritanya

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X