Tersandung Kasus SARA, Advokat di Semarang Ditetapkan sebagai Tersangka

Kompas.com - 03/04/2021, 10:09 WIB
Kasus dugaan tindak pidana ujaran kebencian/ SARA tersebut berawal dari laporan warga ke Ditreskrimsus Polda Jateng. KOMPAS.com/istimewaKasus dugaan tindak pidana ujaran kebencian/ SARA tersebut berawal dari laporan warga ke Ditreskrimsus Polda Jateng.

SEMARANG, KOMPAS.com - Seorang advokat di Kota Semarang, Jawa Tengah, berinisial RWS ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana ujaran kebencian yang mengandung SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah.

Penetapan tersangka tersebut diketahui dari surat panggilan pemeriksaan Nomor: S.Pgl/300/III/2021/Reskrimsus yang ditujukan kepada RWS.

RWS dipanggil datang untuk didengar dan dimintai keterangan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana ujaran kebencian yang mengandung SARA melalui media sosial Facebook.

Baca juga: SE Kapolri soal UU ITE: Restorative Justice Tak Berlaku untuk Kasus SARA dan Radikalisme

Namun, pemeriksaan terhadap tersangka RWS yang dijadwalkan Rabu (31/3/2021) pukul 10.00 WIB itu batal lantaran RWS tidak hadir atau mangkir.

Pelapor Dias Saktiawan yang juga seorang advokat membenarkan, mangkirnya tersangka saat dipanggil untuk diperiksa penyidik Reskrimsus Polda Jateng terkait kasus tersebut.

"Dari info yang kami terima, dia tidak hadir. Itu memang hak tersangka mau hadir atau tidak. Tinggal bagaimana mekanisme pemanggilan di kepolisian," kata Dias saat dihubungi wartawan, Jumat (2/4/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dias mengatakan sesuai mekanisme penyidikan, jika tersangka mangkir pada pemanggilan pertama maka penyidik bisa melakukan pemanggilan kedua sehingga tersangka datang memenuhi panggilan pemeriksaannya.

Baca juga: Abu Janda Dilaporkan Terkait SARA, Banser Minta Semua Pihak Hormati Proses Hukum

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan, penyidik bisa melakukan upaya jemput paksa terhadap tersangka jika kembali mangkir pada pemanggilan selanjutnya.

Termasuk melakukan penahanan karena tidak kooperatif.

"Harapan kami yang bersangkutan bisa hadir secara layak dan patut. Tapi jika tetap tidak hadir, Kepolisian tentu ada mekanisme, salah satu upaya paksa," ujarnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perawat di Garut Dianiaya Keluarga Pasien Covid-19, Terekam CCTV hingga Kronologi

Perawat di Garut Dianiaya Keluarga Pasien Covid-19, Terekam CCTV hingga Kronologi

Regional
RS Rujukan Covid-19 Penuh, Pemkab Klaten Tambah 103 Tempat Tidur

RS Rujukan Covid-19 Penuh, Pemkab Klaten Tambah 103 Tempat Tidur

Regional
Mantan Istri Andika Kangen Band Dituntut 15 Bulan Penjara

Mantan Istri Andika Kangen Band Dituntut 15 Bulan Penjara

Regional
Sudah 23 Saksi Diperiksa untuk Kasus Perusakan Makam di Solo

Sudah 23 Saksi Diperiksa untuk Kasus Perusakan Makam di Solo

Regional
Diduga Korupsi Dana Hiasan Kepala Kerbau Pacuan, Kadis Pariwisata Jembrana Ditahan

Diduga Korupsi Dana Hiasan Kepala Kerbau Pacuan, Kadis Pariwisata Jembrana Ditahan

Regional
Seorang Pria Pukul Polisi karena Tak Terima Diingatkan Pakai Masker, Ini Ceritanya

Seorang Pria Pukul Polisi karena Tak Terima Diingatkan Pakai Masker, Ini Ceritanya

Regional
Ketua DPRD Salatiga dan Keluarganya Terjangkit Covid-19

Ketua DPRD Salatiga dan Keluarganya Terjangkit Covid-19

Regional
Kondisi Wali Kota Pontianak Semakin Membaik, Sudah Bekerja dari RS

Kondisi Wali Kota Pontianak Semakin Membaik, Sudah Bekerja dari RS

Regional
Pedagang Pasar Mardika Ricuh dengan Satpol PP, Tolak Pembongkaran sampai Blokade Jalan

Pedagang Pasar Mardika Ricuh dengan Satpol PP, Tolak Pembongkaran sampai Blokade Jalan

Regional
Duka Rismanto yang Istri, Anak, dan Cucunya Meninggal dalam Tabrakan Beruntun

Duka Rismanto yang Istri, Anak, dan Cucunya Meninggal dalam Tabrakan Beruntun

Regional
Viral, Video Seorang Perawat Berhazmat Dihajar Keluarga Pasien Covid-19

Viral, Video Seorang Perawat Berhazmat Dihajar Keluarga Pasien Covid-19

Regional
Bupati Jember Serahkan Pengelolaan Ambulans Desa ke Puskesmas, Ini Alasannya

Bupati Jember Serahkan Pengelolaan Ambulans Desa ke Puskesmas, Ini Alasannya

Regional
Rencana Sekolah Tatap Muka, Gubernur Banten: Kondisi Covid-19 Begini, 'Stop'

Rencana Sekolah Tatap Muka, Gubernur Banten: Kondisi Covid-19 Begini, "Stop"

Regional
Cerita Ibu Hamil yang Kabur Dinyatakan Positif Covid-19

Cerita Ibu Hamil yang Kabur Dinyatakan Positif Covid-19

Regional
Banjir Rob Terjang Pantai Cacalan, Warga Diminta Waspada Ombak Tinggi

Banjir Rob Terjang Pantai Cacalan, Warga Diminta Waspada Ombak Tinggi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X