Perpustakaan PATABA di Blora, Didirikan Soesilo Toer untuk Sang Kakak Pramoedya Ananta Toer

Kompas.com - 03/04/2021, 07:08 WIB
Soesilo Toer saat ditemui di rumahnya di Jalan Sumbawa Nomor 40, Kelurahan Jetis, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Kamis (31/5/2018) sore. Soesilo Toer yang memiliki gelar doktor dan kini sehari-hari mengadu nasib dengan memulung tersebut merupakan adik kandung almarhum Pramoedya Ananta Toer, sastrawan dan penulis Tanah Air yang kiprahnya mendunia. KOMPAS.com/PUTHUT DWI PUTRANTO NSoesilo Toer saat ditemui di rumahnya di Jalan Sumbawa Nomor 40, Kelurahan Jetis, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Kamis (31/5/2018) sore. Soesilo Toer yang memiliki gelar doktor dan kini sehari-hari mengadu nasib dengan memulung tersebut merupakan adik kandung almarhum Pramoedya Ananta Toer, sastrawan dan penulis Tanah Air yang kiprahnya mendunia.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Dua adik penulis Pramoedya Ananta Toer mendirikan perpustakaan PATABA yang terinspirasi dari keinginan sang kakak yang ingin mengembangkan literasi di Blora.

Mereka adalah Koesala Subagyo dan Soesilo Toer. PATABA adalah singkatan dari Pramoedya Ananta Toer Anak Blora Asli.

Namun, kepanjangannya tersebut diubah menjadi Pramoedya Ananta Toer Anak Semua Bangsa karena sempat terjadi sentimen anti-Tionghoa yang dialamatkan kepada keluarga Toer.

Alasan lainnya adalah karena Anak Semua Bangsa adalah salah satu buku fenomenal karya Pramoedya.

Baca juga: Kisah Soesilo Toer, Adik Pramoedya Ananta Toer yang Bergelar Doktor dan Kini Jadi Pemulung (1)

Lebih dikenal di kancah nasional

Rumah kelahiran Pramoedya Ananta Toer merangkap Perpusatakaan Pataba (Pramoedya Ananta Toer Anak Semua Bangsa) kini dikelola Soesilo Toer, adik Pramoedya, bersma istri dan anaknya.KOMPAS/ NINUK MARDIANA PAMBUDY Rumah kelahiran Pramoedya Ananta Toer merangkap Perpusatakaan Pataba (Pramoedya Ananta Toer Anak Semua Bangsa) kini dikelola Soesilo Toer, adik Pramoedya, bersma istri dan anaknya.
Perpustakaan PATABA didirikan pada 30 April 2006 saat Pramoedya wafat. Mereka menggunakan lambang perpustakaan ini menggunakan huruf "T" aksara Rusia sebagai simbol tiga bersaudara.

Namun kenyataannya, perpustakaan yang sebagian besar diurus oleh Soesilo Toer lebih dikenal di kancah nasional hingga intenasional dari pada masyarakat Blora Sendiri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Di dekat sini ada 15 guru [yang tinggal], tapi 16 tahun PATABA berdiri tak pernah ada satu pun dari mereka yang datang," kata Soesilo Toer dikutip dari National Geographic Indonesia.

Padahal, Perpustakaan PATABA memiliki banyak koleksi buku mulai dari fiksi untuk anak-anak hingga koleksi tinjauan akademis.

Baca juga: Kisah Soesilo Toer Dituding PKI, Jadi Pemulung Lalu Bangun Perpustakaan untuk Sang Kakak (2)

Sebagian besar koleksi buku di perpustakaan tersebut adalah milik Soesilo sejak ia kuliah di Uni Soviet, beli dari Pasar Senen, Jatinegara, dan Tanah Abang saat dia masih menjadi dosen di Jakarta.

Meski demikian, Soesilo mengaku ia adalah pengusung ide perpustakaan tersebut.

Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Vaksin Sampai, Besok Juga Sudah Habis'

"Vaksin Sampai, Besok Juga Sudah Habis"

Regional
Ratusan Orang Disebut Jemput Paksa Jenazah Pasien Covid-19, Kapolres Mataram: Kami Antar Pulang

Ratusan Orang Disebut Jemput Paksa Jenazah Pasien Covid-19, Kapolres Mataram: Kami Antar Pulang

Regional
26.761 Nakes di Kalbar Bakal Divaksin Dosis Ketiga Pakai Moderna

26.761 Nakes di Kalbar Bakal Divaksin Dosis Ketiga Pakai Moderna

Regional
Cerita Ayu, Pegawai PLN yang Diludahi Pelanggan Saat Menagih Tunggakan Listrik, Bawa Surat Tugas dan Dimaki oleh Pelaku

Cerita Ayu, Pegawai PLN yang Diludahi Pelanggan Saat Menagih Tunggakan Listrik, Bawa Surat Tugas dan Dimaki oleh Pelaku

Regional
Lima Hari Menginap di Hotel, Pria Ini Ditemukan Tewas, Hasil Swab Negatif, Ditemukan Obat Penurun Panas

Lima Hari Menginap di Hotel, Pria Ini Ditemukan Tewas, Hasil Swab Negatif, Ditemukan Obat Penurun Panas

Regional
Pemprov Banten Jadikan BLK Serpong untuk Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Pemprov Banten Jadikan BLK Serpong untuk Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Regional
Dikejar Rombongan Tak Dikenal, Remaja 16 Tahun di Yogya Meninggal Tabrak Pohon

Dikejar Rombongan Tak Dikenal, Remaja 16 Tahun di Yogya Meninggal Tabrak Pohon

Regional
Oknum PNS yang Tendang dan Tampar 2 Warga karena Tak Pakai Masker Terancam Kena Sanksi

Oknum PNS yang Tendang dan Tampar 2 Warga karena Tak Pakai Masker Terancam Kena Sanksi

Regional
Pakai Baju Bertuliskan Pol PP, Oknum PNS Kecamatan Tendang dan Tampar 2 Warga yang Tak Bermasker, Viral di Medsos

Pakai Baju Bertuliskan Pol PP, Oknum PNS Kecamatan Tendang dan Tampar 2 Warga yang Tak Bermasker, Viral di Medsos

Regional
Dandim TTU: Anggota TNI Aniaya Pelajar SMA karena Langgar Prokes Covid-19 Ditindak Tegas

Dandim TTU: Anggota TNI Aniaya Pelajar SMA karena Langgar Prokes Covid-19 Ditindak Tegas

Regional
Vaksinasi Dosis Ketiga untuk Nakes di Jatim Digelar Pekan Depan, Khofifah: Vaksinnya Moderna

Vaksinasi Dosis Ketiga untuk Nakes di Jatim Digelar Pekan Depan, Khofifah: Vaksinnya Moderna

Regional
Pakai Jas dan Dasi Saat Berjualan, Pria Ini Namai Dagangannya “Cilok Pejabat dari Rakyat untuk Rakyat”

Pakai Jas dan Dasi Saat Berjualan, Pria Ini Namai Dagangannya “Cilok Pejabat dari Rakyat untuk Rakyat”

Regional
 Video Viral, Petugas PLN di Medan Diludahi Pelanggan Saat Menagih Tunggakan Listrik

Video Viral, Petugas PLN di Medan Diludahi Pelanggan Saat Menagih Tunggakan Listrik

Regional
Oknum TNI Diduga Aniaya 2 Pelajar karena Langgar Prokes Covid-19, Ini Kata Danrem 161/Wira Sakti

Oknum TNI Diduga Aniaya 2 Pelajar karena Langgar Prokes Covid-19, Ini Kata Danrem 161/Wira Sakti

Regional
Dandim TTU Minta Maaf kepada Keluarga 2 Pelajar yang Dianiaya Oknum Anggotanya

Dandim TTU Minta Maaf kepada Keluarga 2 Pelajar yang Dianiaya Oknum Anggotanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X