Gubernur Papua Lewati Jalur Ilegal ke Papua Nugini, Naik Ojek untuk Terapi Saraf Berujung Deportasi

Kompas.com - 02/04/2021, 14:27 WIB
Gubernur Papua Lukas Enembe (pakai topi) tengah berada di PLBN Skouw usai dideportasi dari PNG, Jayapura, Papua, Jumat (2/4/2021) KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDIGubernur Papua Lukas Enembe (pakai topi) tengah berada di PLBN Skouw usai dideportasi dari PNG, Jayapura, Papua, Jumat (2/4/2021)

KOMPAS.com - Gubernur Papua Lukas Enembe pergi ke Vanimo, Papua Nugini (PNG) melalui jalur ilegal.

Dia menuju ke Papua Nugini melalui jalur tradisional dengan menggunakan ojek untuk melakukan pijat saraf.

Pada akhirnya, Lukas harus dideportasi kembali ke Papua. Sebab, tindakannya dikategorikan sebagai "illegal stay" dan dianggap menyalahi aturan.

Baca juga: Pergi ke Papua Nugini Lewat Jalur Tradisional, Gubernur Papua Lukas Enembe Mengaku Hendak Terapi Saraf

Terapi saraf

Ilustrasi kakishutterstock Ilustrasi kaki
Setelah dikonfirmasi, Lukas mengakui dirinya menuju Papua Nugini sejak Rabu (31/3/2021).

Dia naik ojek melalui jalur tradisional di belakang Pasar Skouw.

"Saya pergi untuk terapi saraf kaki, kalau saraf otak kita sudah terapi di Jakarta. Sama-sama konsul saya di sana, sejak hari pertama," ujar Lukas.

Dia pun mengakui bahwa tindakannya salah.

"Saya naik ojek ke sana, sebenarnya itu salah, saya tahu karena orang lain tidak urus saya sehat," kata Lukas.

Baca juga: Gubernur Papua Lukas Enembe Pergi ke Papua Nugini Secara Ilegal, Lewat Jalan Tikus

 

Pulang hari Jumat

Di Papua Nugini, Lukas bersama kerabatnya Hedrik Abodondifu dan seorang wanita yang belum diketahui identitasnya.

Fotonya tersebar saat berada di depan Medallion Hotel Vanimo.

Dia kembali ke Papua pada Jumat (2/4/2021) melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, Kota Jayapura.

Gubernur sempat menjalani pemeriksaan kesehatan saat berada di PLBN Skouw.

Di titik batas PNG, Lukas sempat menunggu lama di dalam mobil.

Baca juga: Ini Alasan Papua Nugini Putuskan Deportasi Gubernur Papua Lukas Enembe dan 2 Kerabatnya

Dideportasi

Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Papua, Novianti Sulastono mengatakan bahwa pihak Papua Nugini menetapkan Lukas sebagai imgran ilegal.

"Dari pemerintah Papua Nugini yang menyatakan bahwa beliau ini illegal stay di sana, kita sebut pelintas ilegal," ujarnya di Jayapura, Jumat.

Dia menegaskan bahwa Lukas kembali ke Papua karena dideportasi.

"Jadi yang deportasi itu Pemerintah Papua Nugini," kata Novianto.

Imigrasi akan mencari tahu terkait keberangkatan Lukas Enembe saat melintas ke Papua Nugini.

"Jam berapa dan dari mana beliau melintas tentunya akan kita dalami dan sebagai pejabat negara tentu beliau paham (aturan)," tuturnya.

Baca juga: Pihak Imigrasi Akan Selidiki Jalur Tikus Gubernur Papua Lukas Enembe Menuju Papua Nugini

 

Pernyataan Konsulat RI

Konsulat RI untuk Vanimo, Allen Simarmata membenarkan hal tersebut.

Namun dia mengaku baru mengerahui keberadaan Gubernur Papua Lukas Enembe di Vanimo pada Kamis (1/4/2021).

"Beliau dua hari di sana, saya baru tahu kemarin," kata dia.

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Jayapura, Dhias Suwandi | Editor: Khairina, Aprilia Ika)

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Petasan yang Dibuat Tiba-tiba Meledak, Nadhif Tewas

Petasan yang Dibuat Tiba-tiba Meledak, Nadhif Tewas

Regional
Pantau Kesiapan Shalat Idul Fitri, Eri Cahyadi: Kalau Sudah Penuh, Pintu Gerbang Ditutup

Pantau Kesiapan Shalat Idul Fitri, Eri Cahyadi: Kalau Sudah Penuh, Pintu Gerbang Ditutup

Regional
Takut Disuruh Putar Balik, 4 Pemudik Ini Lewati Sungai, Nahas Perahunya Malah Terbalik

Takut Disuruh Putar Balik, 4 Pemudik Ini Lewati Sungai, Nahas Perahunya Malah Terbalik

Regional
Rumah Peracik Petasan Meledak, 3 Orang Tewas, 5 Luka-luka

Rumah Peracik Petasan Meledak, 3 Orang Tewas, 5 Luka-luka

Regional
Pura-pura Jadi Ojol hingga Pakai Celana Pendek, Modus Pemudik Kelabui Petugas

Pura-pura Jadi Ojol hingga Pakai Celana Pendek, Modus Pemudik Kelabui Petugas

Regional
Dibuka Terbatas, Ratusan Pemudik Melenggang Menuju Madura Via Pos Penyekatan Suramadu

Dibuka Terbatas, Ratusan Pemudik Melenggang Menuju Madura Via Pos Penyekatan Suramadu

Regional
Kisah Briptu Reza, Anggota Polda Lampung yang Tetap Bertugas di Malam Takbiran

Kisah Briptu Reza, Anggota Polda Lampung yang Tetap Bertugas di Malam Takbiran

Regional
Ribuan Sepeda Motor Melintas Suramadu H-1 Lebaran, Begini Kata Polisi

Ribuan Sepeda Motor Melintas Suramadu H-1 Lebaran, Begini Kata Polisi

Regional
Ganjar Ajak Warga Ikut Silaturahmi Virtual Besok, Ini Cara Bergabungnya

Ganjar Ajak Warga Ikut Silaturahmi Virtual Besok, Ini Cara Bergabungnya

Regional
Amankan Idul FItri di Kota Kupang, Polisi Siapkan 8 Pos Pengamanan

Amankan Idul FItri di Kota Kupang, Polisi Siapkan 8 Pos Pengamanan

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 12 Mei 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 12 Mei 2021

Regional
Aksi Brutal Debt Collector di Kediri, Tabrak Pakai Motor dan Keroyok Warga saat Tagih Utang, Ini Kata Polisi

Aksi Brutal Debt Collector di Kediri, Tabrak Pakai Motor dan Keroyok Warga saat Tagih Utang, Ini Kata Polisi

Regional
Polisi Sebut Kelompok MIT yang Bunuh 4 Petani di Poso Pimpinan Qatar

Polisi Sebut Kelompok MIT yang Bunuh 4 Petani di Poso Pimpinan Qatar

Regional
Kawanan Debt Collector Ini Tabrak dan Keroyok Debitur yang Menunggak

Kawanan Debt Collector Ini Tabrak dan Keroyok Debitur yang Menunggak

Regional
Dihajar OTK di Jalan, Editor Detik.com Beberkan Kronologi, Polisi: Kita Dalami

Dihajar OTK di Jalan, Editor Detik.com Beberkan Kronologi, Polisi: Kita Dalami

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X